Terakhir diperbarui 26 Agustus, 2024
Layar.id – Tokukatsu lokal sendiri memang jadi daya tarik berbeda. Bukan berarti pasarnya segmented tapi melihat Bardion sendiri memang jauh dari kata Tokukatsu lokal. Namun apakah ini langkah baru setelah Satria Garuda layu duluan saat karakter-nya tumbuh dan memiliki fanbase?
Bardion sendiri merupakan karakter baru dari superhero lokal dengan model tokukatsu dari Indonesia. Seberapa besar karakter ini memang buatan Indonesia sepenting itu? Penasaran bukan? Simak dulu deh.
Menariknya seperti apa sih Bardion: Director’s Cut.
Sinopsis Bardion: Directors Cut
Kita mulai dari Bara seorang anak muda yang tidak menyangka kalau ia adalah orang terpilih sebagai Bardion. Tugasnya sendiri menjaga bumi dari serangan musuh.
Bardion sendiri merupakan Android Human melalui BSF dengan Bardion Frame tersebut.Kehadirannya sendiri merupakan dari kedua kubu faksi dari Byron Sigma Force dengan Syndrom.
Otomatis, keduanya ini datang ke bumi untuk mendapatkan kembali ozon atau merusaknya. Namun,BSF sendiri dengan perwakilannya Bara malah hadir untuk mengusir Syndrom dari muka bumi. Apakah Bara bisa mengusir Syndrom dari muka bumi ini?
Sedikit Pandangan atau Review Tokukatsu lokal
Okelah kita sebutnya Bardion ini adalah kemunculan atau bangkitnya Tokukatsu Indonesia setelah Satria Garuda. Pasalnya, banyak sekali tokukatsu Indonesia namun sudah layu sebelum berkembang. Setelah itu ya mati saja tidak mau kembangkan kembali.
Namun, Bardion ini mungkin sedikit pencerahan dari beberapa komuitas Tokukatsu Indonesia yang berusaha tampilkan beragam cerita menarik dari kisah superhero ini. Sayangnya, character build dari kisah mereka terlalu dangkal.
Ya, kita tahu budget untuk bangun tokukatsu sendiri lebih banyak habis untuk CGI dan visual effect. Belum kostum dan beberapa hal penting seperti motor dan stuntman. Mungkin ada yang mereka korbankan juga, namun kita tahu kalau ceritanya saja sudah terlalu monoton dan formula yang sama. Apakah kita bisa nikmati-nya?
Ini pertanyaan menarik, kenapa harus keluarkan director’s cut ketimbang melanjutkan kisah ini ke season 2? Pertanyaan menariknya adalah dari season 2 ini kita tahu kalau Syndrom bakalan menyerang terus atau memang ada musuh baru yang lebih kuat dan imba dalam artian bakalan jauh lebih bikin repot Joey dan Bara.
Lantas, apakah ini proyek promosi dari sebuah produk smarthome saja? Sepertinya tidak namun sayang sekali potensi besarnya harus rusak karena cerita yang kurang begitu berkesan. Namun, di Bardion Directors Cut ini malah hadirkan beberapa VFX yang lebih menarik dan berbeda dari sebelumnya. Belum audio Spatial 1.5 juga masuk ke bagian ini sehingga lebih unik toh.
Mungkin itu saja, sedangkan nilainya sendiri mungkin bisa kalian nilai sendiri.
Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi layar.id.