
Layar.id – Film keluarga lebaran adalah tema paling umum di Perfilman Indonesia. Tapi, tahun 2026 ini kita melihat dua bahkan tiga film keluarga bahkan empat mungkin Film keluarga akan bersaing satu sama lainnya. Mungkinkah Film Senin Harga Naik akan jadi pemenangnya? Inilah review Senin Harga Naik kali ini.
Film ini bercerita tentang Mutia, anak kedua dari bu Retno seorang pengusaha toko Roti. Ia mau buktikan kalau ia bisa berdiri sendiri tanpa harus menjadi apa yang ibu-nya mau. Meskipun ia sudah sukses, namun ada sesuatu yang membuat Mutia harus bersitegang dengan ibunya lagi. Lantas, soal apakah itu?
Kita bahas secara detail kisah dari Senin Harga Naik ini deh.

Entahlah apa karena masalah Rate Sensor untuk Semua Umur membuat Film ini jadinya lebih terlalu lembut untuk penonton. Malah beberapa konflik sendiri terasa sekali banyak yang terlalu menahan. Mungkin inilah efek pemberian rating sensor untuk Semua Umur, jadinya semua konflik cerita akan terasa mengambang banget.
Ceritanya sendiri untuk keseluruhan sangat berbeda, dari konflik Ibu dan Anak perempuannya. Tapi ini fokusnya ke Mutia yang merupakan anak kedua. Sebenarnya Dinna Jasanti mencoba arahkan argumentasi anak kedua itu tidak terlihat atau invisible. Namun, cara mengemasnya ini sebenarnya punya potensi emosional yang bisa terlihat jelas kalau anak kedua itu setara dengan anak bontot dan pertama.

Kemudian Cerita bu Retno ini masih bisa kita gali lebih banyak. Kenapa bisa mengatur anaknya seperti ini dan itu. Apakah punya trauma bonding atau apapun itu. Ini beneran bikin kita tidak bisa tersentuh dari sisi emosional maupun logika.
Mungkin dengan penyampaian dari hubungan Mutia dan Ibu Retno pun, sebenarnya bisa terlihat jelas. Kalau Mutia itu bisa namun balik lagi, penyelesaian masalahnya itu kaya keluarga biasanya. Meskipun di film ini seperti tertahan dengan klasifikasi Sensor Semua Umur.

Nadya Arina sepertinya jadi tahun berkesan kali ini. Aktingnya selalu meningkat dan juga kemampuan memainkan peran di setiap genre film pun terkesan punya range emosi paling enak kita lihat. Dan Meriam Bellina adalah aktris paling jago dalam berakting jadi jutek, marah dan lain-lain. Tapi di film ini ia menunjukkan kalau marahnya itu adalah bentuk sayang buat anak-anaknya.
Andri Mashadi dan Nayla D Purnama pun adalah hidden gem dari film ini. Kemudian, Hamish Daud mungkin jadi Bos paling kaku dan tidak tahu lah kenapa Hamish way more attractive sebagai bos di film ini.

Sebenarnya film ini secara sederhana lebih menunjukkan kalau visual practice terasa sekali di film ini. Mulai dari set dapur Roti-nya sampai apartemen semuanya practical effect yang beneran real banget. Kemudian dari segi visual gambar pun lebih menarik dan punya kesan berbeda dari film keluarga lainnya.
Setidaknya, pesan dari Film ini tetap kena sih. Okelah kita kasih angka 7/10 deh!






