Review Pelangi di Mars, Masih Awal Okelah

Adiyasa PrahendaFilm3 months ago860 Views

poster pelangi di mars

Layar.id – Sebenarnya apa sih yang bikin Pelangi di Mars sendiri jadi film animasi paling oke di Lebaran kali ini? Cerita anak-anak atau memang banyak nilai yang bisa kita bawa? Inilah yang bikin kita bertanya apakah ini waktu yang tepat untuk bertarung di timeframe Lebaran? Inilah Review Pelangi di Mars berikut ini.

Pelangi di Mars menceritakan bagaimana pemerintah Indonesia mencari sebuah batu yang bisa memperbaiki air yang dipengaruhi oleh kerusakan lingkungan. Namun, apakah mereka dapatkan batu yang mereka inginkan dan kembali ke bumi?

Cerita-nya Entah Kenapa Seperti ada yang tidak pas

Pertanyaan ini keluar setelah menonton sekitar pertengahan dari film tersebut. Tujuan Pelangi di Mars bukannya untuk anak kecil kan. Jadinya banyak cerita yang menyesuaikan dengan karakteristik dari penonton anak-anak.

Dari segi cerita pun Planet di Mars ini lebih menitikberatkan bagaimana anak-anak itu bisa punya peran yang tidak bisa orang dewasa abaikan. Masalahnya, ada di bagian pengembangan karakter Pelangi dari kecil sampai remaja. Dalam masalah ini, penonton Remaja itu sangat tanggung dan penonton anak-anak itu besar sekali. Tapi, belum bisa mengolah apa arti masalah dan juga bagaimana kepercayaan ke anak-anak terhadap cerita itu sendiri.

Pelangi di Mars sendiri gunakan Sci-Fi sendiri jadi pondasi namun lupa bagaimana anak-anak sekarang mencerna sebuah film kalau dari awal ceritanya terlihat berat sekali. Jadinya dalam penceritaan ini, setiap babak itu ada yang terasa kurang. Contoh saja, ayah dari Pelangi ini tidak ada penjelasannya dan tugasnya apa ini yang sebenarnya hilang dari awal.

Bahkan ibunya Pelangi sendiri ini tidak jelaskan sosok ayah-nya. Ini yang bikin kaya semacam Loophole di film buat orang dewasa. Tapi buat anak-anak ya, tidak jadi masalah. Mungkin visi dari Upie Guava sendiri mempengaruhi penulisan cerita dari Alim Sudio. Atau pengaruh dari produser yang maunya menunjukkan rasa nasionalisme ke anak-anak saat ini.

Akting Begitu Sih

Rising Star seperti Messi Gusti ini punya akting yang menawan. Belum lagi bersama Lutesha yang terkenal dengan karakter akting yang sama-sama kuat. Meskipun, Myesha Lin ini adalah pemain cilik terkuat saat ini.

Ketiganya punya X Factor untuk menjadi aktor cilik paling bisa kita perhitungkan di masa depan. Namun, pemeran robot sendiri agak menggelitik karena penggunaan body double untuk sekedar menempelkan ke XR. Sehingga tidak adan sinkronisasi antara gerakan dengan dialog yang mereka keluarkan.

Bukan itu saja, masalah terbesar adalah robot-robot ini adalah tulang punggung dari film Pelangi di Mars. Dan masalah pelik adalah apakah ada dialog atau suara yang bisa bikin anak-anak bahkan orang dewasa akan terus bicarakan itu. Baik di ruang digital maupun di sosmed.

Sebetulnya ini yang jadi PR terbesar di industri animasi. Tapi, kalau ini terlewati rasanya kaya sayang saja akan sulit banget untuk bikin anak-anak ini punya memori dengan karakter di Pelangi di Mars.

Visual Canggih

Selebihnya kecanggihan visual ini bisa bilang early adopter di dunia animasi Indonesia. Bisa bilang 5,5 tahun adalah jalan panjang kesana. Menurut kami, ini masih bisa kasih peningkatan lebih. Tapi buat pertama kalinya penggunaan XR di dalam proses produksi merupakan langkah baru untuk kemajuan animasi di Indonesia.

Masalahnya adalah apakah karakteristik dari para robot ini bisa buat lebih ikonik dengan gaya yang beneran mewakili setiap karakter dari pengisi suara-nya? Sayangnya, ini akan jadi pilihan terbaik di kala persaingan di film lebaran kali ini.

Sebenarnya sih film ini punya potensi kuat jadi Film Animasi Indonesia terbesar di Indonesia bahkan Asia Tenggara. Tapi ya, Early adopters sebuah teknologi dan visi sutradara yang sepertinya masih perlu banyak penyesuaian agar bisa keterima oleh penonton anak-anak yang inginnya sebuah pesan mudah mereka tangkap. Jadi Review Pelangi di Mars adalah 7/10!

Karya yang dimuat ini adalah tanggung jawab penulis seperti yang tertera, dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi layar.id.

Loading Next Post...
Follow
Sidebar Search Trending
Popular Now
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...