
Layar.id – Sebab kau terlalu indah dari sekedar kata, dunia berhenti sejenak menikmati indahmu. Siapa yang familiar sama lirik lagu itu? Yup, lagu berjudul “Komang” dari penyanyi Raim Laode adalah lagu yang mengambil inspirasi utama dari sang istri, Komang Ade. Seolah nggak cukup romantis, bahkan nama Komang naik ke film layar lebar dengan judul sama. Kali ini, Layar.id akan membuat review Komang yang supermanis-nis-nis!
Film Komang membintangi Kiesha Alvaro dan Aurora Ribero sebagai main couple. And let me tell you, chemistry mereka sukses bikin meleleh, asli.
Spoiler alert! Review ini akan mengandung spoiler demi kebutuhan review, ya!
Film Komang mengangkat kisah nyata dari perjalanan cintanya Raim Laode bersama Komang Ade. Kalau di filmnya, karakter mereka dikenalkan dengan nama Ode-Ade. Adalagi panggilan sayang mereka, yaitu “3 huruf”. Unik, yah!
Selain itu, Ade dan Ode sama-sama lekat dengan nomor 3, yang kalau pakai cocoklogi, somehow jadi nyambung. Komang artinya anak ketiga, Ade dan Ode sama-sama terdiri atas 3 huruf, Komang dan Ode juga “trial” pacaran selama tiga jam sebelum memutuskan untuk lanjut pacaran beneran.
Ada-ada aja emang, tapi justru di situ gemesnya!

Lewat film Komang, Ode dan Ade ngajak penonton untuk ngikutin kisah cinta mereka yang tantangannya berat banget. Mulai dari beda agama, beda suku, sampai kesulitan dapat restu dari mertua. Soalnya, Meme, ibu Komang, maunya tuh anaknya nikah sama orang yang satu keyakinan sama keluarganya.
Highlight utama dalam hubungannya Ade dan Ode ini ada di suatu masalah yang agak sensitif bagi sebagian orang: cinta beda agama. Meski keyakinannya berbeda, Ade dan Ode menjalani hubungan yang keliatan hepi banget. Ada yang relate, mungkin…?
Masalah ini juga yang harus ada jawaban pastinya bagi Ade dan Ode, terutama soal lamaran Ode ke Meme. Oh iya, film ini juga nunjukin setaat apa Ade dan Ode terhadap Tuhan mereka masing-masing. Jadi, agak sulit yha, say…

Ada salah satu scene yang berkesan bagi saya. Scene saat ayah Ode tutup usia. Kebetulan, ayahnya Ade (Komang) juga sudah tutup usia lebih dulu. Salah satu dialog yang sangat nampol di kepala saya berbunyi: “Kira-kira mereka di surga yang sama, gak ya?”
Belum lagi masalah cemburu-cemburuan waktu mereka LDR Jakarta-Bau Bau. Meme gencer banget ngejodohin Ade sama Arya, seorang laki-laki yang satu keyakinan dengannya. Sementara Raim yang supersibuk sama gigs barunya sebagai comedian dan penyanyi, mulai renggang intenstitas nge-chat Komang.
Kira-kira, kalau kalian jadi Komang bakal sebel atau pengertian sama Raim? Atau justru serbasalah dan memilih mendem semuanya sendirian?

Dari awal sampai akhir, film Komang memberikan pertanyaan yang besar. Kalau cinta beda agama, kemana arahnya? Jika cinta perlu pengorbanan, siapa yang mengalah? Seandainya keyakinan bisa disatukan, mana yang diprioritaskan?
Pada akhir film, sebuah plot twist besar jadi kunci dari semua jawaban itu. Jadi jawaban kenapa Komang dan Raim bisa ada di posisi sekarang, bahkan udah otw punya anak kedua!

Selain romantis, film Komang menyajikan alur komedi yang ringan dan auto ngegelitik aja, gitu. Meski di beberapa dialog unsur komedinya agak terkesan maksa dan nggak masuk, tapi overall sangat menghibur. Bahkan saya agak lupa kalau film ini sebenernya lumayan ruwet dan berat dari konflik cintanya Komang dan Raim.
Unsur komedi dalam film Komang jadi tambahan kehangatan yang membalut kisah Raim dan Komang. Also, dunia komedi adalah suatu hal yang lekat sama profesi awalnya Raim Laode sebelum jadi penyanyi. Jadi, emang beneran nyatu sama storyline aslinya.
Btw, ada sedikit kejutan dari Raim Laode dalam film Komang, lho!~

Title yang cocok buat pasangan 3 Huruf ini. Komang dan Raim sama-sama mau memperjuangkan apa yang mereka cintai, tapi tetap dengan cara yang sangat menghormati hubungan keluarga mereka. Mulai dari Komang yang rajin main ke rumah Raim saat pacarnya merantau. Atau dari sisi rain Raim yang sibuk mengejar mimpi demi memenuhi salah satu syarat lamaran Meme: harus mapan.

Komang adalah sosok yang tulus, bahkan di beberapa momen keliatan banget lugunya. Good thing she ended up with Raim, soalnya usaha merjuangin Komang nggak main-main sama sekali! Sekali menyerah, then it’s done.
Kadang hidup itu lucu ya. Entah kenapa, bagi sebagian manusia, orang yang tepat justru datang dari batas yang paling tinggi di dunia.
Bagi yang relate, silakan sambangi bioskop di momen Lebaran nanti, beli tiket film Komang, dan saksikan sendiri perjalanan Komang-Raim yang berlika-liku ini.

Di antara semua karakter pendukung, karakter Meme milik Ayu Laksmi adalah karakter yang paling menonjol bagi saya. Meme adalah sosok ibu dan mertua yang sangat taat sama keyakinannya. Hampir setiap hari sejak Komang dan Raim berpacaran, Meme nitip beli dupa sama Komang.
Sebenernya, kekhawatiran Meme soal hubungan Komang dan Raim juga berdasar. Pertama, soal keyakinan (obviously). Kedua, soal Meme yang nggak mau anaknya jauh setelah menikah. Alasan kedua ini agak “maksa”, karena kakaknya Komang yaitu Kadek, sudah menikah dan menjadi mualaf.
Tetapi, Meme bersikeras sama alasannya kalau dengan bermualaf itu Kadek justru jadi jauh sama orangtua.

Meme adalah karakter antagonis yang menurut saya, malah nggak bikin kesel sama sekali. Karena semua ketidaksetujuan Meme itu berdasarkan rasa kasih sayang dan semata sikap protektif seorang ibu. Walau memang pada awalnya, kelewat sentiment juga, sih.

Tiga karakter penambah dinamika ceritanya Komang dan Raim. Boy adalah sosok yang ada dari awal perjalanan karirnya Raim. Sementara Ola adalah teman Komang yang beragama Islam. Kalau saya perhatikan, ketertarikan Komang terhadap agama Islam udah keliatan dari interaksinya sama Ola. Komang suka sedikit curi-curi pandang sama aktivitas muslim dari karakter Ola.

Buat karakter Arya, sebenarnya ini karakter yang green flag. Sosok yang suka bantu-bantu, soft spoken, nggak maksa juga. Sayangnya, kata Raim Laode yang asli, Arya di real life tidak seperti itu, gengs. Wkwkwk..
Woi, Arya, kalo dirimu baca review ini, stop stalking sosmednya Komang, deh!
Dari Review Komang sendiri, memang film ini merupakan karya sutradara Naya Anindita. Yang paling saya suka adalah sentuhan-sentuhan ala men-written-by-women yang kerasa banget di plot ceritanya Komang. Komang adalah film yang cantik dengan pemandangan indah di Bau-Bau. Sinematografinya jempol banget!

Penggambaran latar belakang Bali dari rumah keluarga Komang berbanding besar dengan suasana rumah Ode yang lekat sama kehidupannya sebagai pemuda Buton. Persamaannya, keduanya sama-sama memanjakan mata! Keindahan laut Buton di sekitar rumah Ode sama cantiknya dengan suasana perumahan Bali di daerah tinggalnya Komang.
Dari segi plot dan sinematografi, film Komang adalah sebuah drama komedi romantis yang ringan banget. Meski pembahasannya agak “berat”, alur cerita Komang mengalir gituuu~ aja. Nggak ngebosenin sama sekali.
Biasanya saya agak ngantuk nonton film romantis, tapi Komang bukanlah salah satunya. Sukses menghibur satu studio! Kami memberikan skor 8/10 untuk film Komang.

Film Komang tayang di bioskop Indonesia mulai Lebaran 2025, membintangi Aurora Ribero dan Kiesha Alvaro. Jangan sampai kelewatan, ya!~






