
Layar.id – We put this, into this. This, into this! Penggalan dialog tersebut bisa kita bilang jadi kalimat yang cukup menjelaskan plot film Hoppers. Sekelompok ilmuwan menciptakan penemuan robot untuk meneliti dunia hewan. Penelitian ini berujung pada sebuah ancaman besar bagi kedua ekosistem, baik manusia dan hewan, yang diakibatkan oleh perilaku serakah.
Berikut review untuk film Hoppers. Artikel ini mungkin mengandung spoiler demi kebutuhan penulisan.
Inti dari plot film Hoppers adalah karakter Mabel “melompat” dari tubuh manusianya ke dalam sebuah robot berang-berang untuk melawan rencana pembangunan jalan raya dari walikota Jerry. Pembangunan itu meliputi area hutan tempat Mabel dan sang Nenek biasa berkumpul, yang turut membuat Mabel menjadi seorang pecinta alam.
Karenanya, Mabel membutuhkan dukungan dari orang-orang untuk membatalkan rencana Jerry. Namun, karena tidak mendapat dukungan dari manusia, Mabel menemukan jalan lain melalui dunia mamalia.
Sayangnya, ide dan usaha Mabel justru membawa masalah baru antara manusia dan hewan. Terlebih pada dirinya sendiri yang sudah mendapat dukungan besar dari sisi para binatang.

(sumber: Disney/Pixar)
Impresi pertama saat nonton film ini adalah betapa besarnya peran benteng berang-berang dalam ekosistem hutan. Terutama yang berhubungan dengan air.
Berang-berang membuat benteng atau bendungan air yang berfungsi untuk melindungi diri mereka dari predator. Terkhususnya karena berang-berang sendiri adalah hewan yang lambat di darat, dan sebagian besar hidupnya bermuara di air.
Pembentukan benteng ini memberikan simbolisme antara dunia hewan dengan dunia manusia, yang ditrobos oleh peran utamanya yaitu Mabel, Jerry, dan para ilmuwan. Benteng ini berfungsi sebagai pelindung, bukan hanya untuk berang-berang, tapi untuk semua hewan yang “diselamatkan” oleh berang-berang.
Misalkan seperti keluarga bebek dan katak yang bermain di air, atau sekadar rusa yang butuh minum dari danau. Gambaran kehidupan kecil dari para hewan yang rumahnya digusur oleh buldoser raksasa dan digantikan oleh semen serta beton.
Sedikit banyak ngasih impresi kalau manusia yang hidup di darat adalah salah satu “predator” bagi kehidupan hewan-hewan yang terkhususnya hidup di dalam hutan. Hal ini berhubungan dengan upaya manusia (dalam hal ini, Jerry) yang memaksa melanjutkan proyek jalan rayanya dengan cara kotor.
Ujung-ujungnya jadi senjata makan tuan juga, tuh!

(sumber: Disney/Pixar)
Sejujurnya, pembawaan karakter Mabel di film Hoppers lumayan bikin naik turun emosi. Namun rasanya karakter ini dibuat sangat natural akan sejumlah emosinya yang terus meledak-ledak. Baik saat ia gembira, marah, sedih, atau bertingkah egois.
Sekaligus menyertakan fakta bahwa meski Mabel telah berubah menjadi “hewan”, insting dan akal manusiawinya tidak pernah lepas dari dirinya. Meski Mabel ingin membantu para hewan, tapi niatnya langsung mundur begitu rencana tersebut mengancam libatan nyawa. Bahkan untuk orang yang paling menyebalkan baginya!
Mungkin rasanya akan sedikit sebel karena Mabel tiba-tiba berubah arah. Dari yang pro-binatang tiba-tiba pro-manusia karena perubahan rencana yang lagi-lagi, berawal dari keegoisan Mabel sendiri. But hey, justru di situlah letak sisi humanis dari seorang Mabel si Berang-Berang!
Meski hewan-hewan ini digambarkan tidak cerdas, namun insting dan emosi mereka sebagai binatang digambarkan dengan sangat apik dalam penggambaran plot Hoppers.
Seperti dialog Titus si Ulat, “They squish us, why shouldn’t we squish one of them?” yang memberikan perspektif baru bagi Mabel sebagai perwakilan manusia di sarang binatang. Di sisi lain, King George alias raja berang-berang senantiasa mengingatkan Mabel bahwa manusia dan hewan hidup berdampingan. Little did he know…
Film Hoppers adalah salah satu film animasi yang paling menghibur dalam beberapa tahun terakhir. Sepanjang menonton, gak bisa nahan gemes sama tingkah para hewan! Terkhususnya saat peralihan scene dari dialog antar hewan dan manusia yang kedengaran absurd. Absolute nonsense, tapi dijamin ngakak!
Pembawaan storyline terasa sedikit terlalu cepat di bagian awal, namun saking “padatnya” kisah Mabel dan Kawan-kawan, film berdurasi 105 menit ini seolah ngalir tanpa terasa. Film Hoppers senantiasa mengingatkan pentingnya menjaga hubungan antara manusia dan hewan, terutama di lingkungan alam.
Karena manusia, hewan, dan alam menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan di muka bumi. Highly recommended!






