Connect with us

Hi, what are you looking for?

Film Indonesia

Review Film Dua Hati Biru, Pernikahan usia muda yang penuh konflik

Review Film Dua Hati Biru

Layar.Id – Rumah produksi Starvision dan Wahana Kreator baru saja merilis cerita sekuel film Dua Garis biru yang berjudul Dua Hati Biru. Untuk itu Layar.Id akan mengupas Review dari Film Dua Hati Biru.

Film dua garis biru yang rilis pada tahun 2019 lalu, merupakan garapan dari sutradara Gina S. Noer. Sama seperti pada film sebelumnya Gina S. Noer masih menjadi penulis dan juga sutradara dari sekuel ini, namun kali ini ia tidak sendiri melainkan berkolaborasi dengan Dinna Jasanti sebagai sutradara.

Dalam film Dua Garis Biru sebelumnya, tokoh utama wanita yakni karakter Dara diperankan oleh  Adhisty Zara, namun padah Film Dua Hati Biru kali ini, peran dara digantikan oleh Aisha Nurra Datau. Sedangkan Pemeran utama prianya yakni Bima masih diperankan oleh Angga Yunanda.

Beberapa aktor yang ikut membintangi film ini diantaranya ada aktor cilik pendatang baru yang berperan sebagai Adam yakni Farrell Rafisqy, lalu ada Cut Mini, Arswendy Bening Swara, Lulu Tobing, Keanu Angelo, Maisha Kanna dan masih banyak lagi yang lainnya.

Lalu seperti apa kelanjutan kisah keluarga muda Bima dan Dara ? mari kita simak dalam Sinopsi dan Review Film Dua Hati Biru berikut ini :

Sinopsis

Pada film sebelumnya, di kisahkan jika Bima dan Dara terpaksa harus menikah di usia muda tepatnya saat masih duduk di bangku SMA, karena Dara di hamili oleh kekasihnya Bima.

Dara melahirkan anak laki-laki yang di beri nama Adam. Usai melahirkan Adam, Dara melanjutkan pendidikannya di Korea Selatan.

Pada Film Dua Hati biru ini, Dara telah menyelesaikan pendidikannya selama 4 tahun di Korea Selatan. Selama ia di Korea Selatan, Dara menjalani LDR dan putra semata wayang mereka di asuh oleh Bima, Ibu dan juga bapaknya.

Dara pun kembali ke Jakarta, dan disambut secara spesial oleh Bima dengan mengarak ondel-ondel untuk menyambut kedatangan Dara.

Bima sangat bahagia dengan kembalinya sang istri ke rumahnya. Namun kembalinya Dara ke indonesia, bukan hal yang mudah baginya karena Dara harus beradaptasi untuk mendekatkan diri kepada putranya Adam.

Selama empat tahun, Adam tidak pernah mendapatkan kasih sayang secara langsung dari ibu kandungnya. Adam hanya tahu jika ibunya ada di ponsel ayahnya.

Selain itu Dara juga membujuk Bima untuk pisah rumah dari orang tua agar keluarga kecilnya itu lebih mandiri.

Empat tahun tinggal di Korea Selatan tanpa ditemani keluarga membuat Dara yang dulu di kenal sebagai wanita manja, kini lebih dewasa dan juga berpikir matang.

Dara selalu berusaha mensupport Bima dan memotivasi Bima agar lebih baik dan juga realistis.

Namun sikap Bima yang Naif justru membuatnya sering merasa insecure dan juga tersinggung dengan apa yang selalu di sarankan oleh Dara, hingga keduanya kerap kali bertengkar.

Review

1. Isu konflik rumah tangga pernikahan usia muda

Film Dua Hati Biru merupakan film drama keluarga dengan rate penonton 13+. Dari segi cerita film ini sangat menarik karena mengangkat isu tentang kehidupan rumah tangga pasangan yang menikah muda.

Menikah muda bukanlah hal yang mudah, terlebih lagi dalam kasus Dara dan Bima, keduanya menikah karena terpaksa karena Married By Accident (MBA).

Keduanya bisa di bilang belum matang untuk menjalani kehidupan pernikahan. Namun realitanya memaksa mereka untuk bisa bersikap dewasa dan menjalani kehidupan. Dara dan Bima kerap kali berselisih paham tentang perbedaan pendapat di antara mereka.

Tidak hanya kematangan berfikir dari Bima dan Dara, faktor kesulitan ekonomi juga menjadi salah satu konflik yang di angkat di film ini. Hal ini menjadi salah satu poin plus dari film ini karena semakin relate dengan kehidupan sehari-hari pada masyarakat luas.

Selain itu konflik antara mertua dan menantu yang kerap terjadi dalam kehidupan berumah tangga juga di angkat dalam film ini. Semua konflik yang di angkat cukup menguras emosi penonton.

2. Memahami Parenting dan dampak Psikologi Anak

Dalam film ini juga merepresentasikan jika kita perlu memahami parenting yang baik bagi buah hati dan juga kelangsungan hidup berumah tangga sehingga bisa membangun keluarga yang harmonis. Banyaknya konflik yang terjadi dalam rumah tangga Dara dan Bima, membuat keduanya sulit mengontrol emosi sehingga sering kali bertengkar di depan Adam (anak mereka).

Hal ini tentu saja tidak baik, dan mengganggu psikis anak. Bahkan di gambarkan dalam film ini jika Adam mengalami trauma karena seringnya mendengar perselisihan kedua orangtuanya.

Momen-momen tersebut menjadi tamparan bagi para penonton yang mungkin tanpa sadar sering melakukan hal-hal seperti itu.

3. Karakter yang kuat

Kedua karakter utama di film ini cukup kuat. Dara terkesan mendominasi dan lebih terlihat matang dalam berfikir, namun di balik itu karena tidak di pungkiri, jika ia masih memiliki sisi labilnya kerap kali muncul dan menunjukan jika Dara belum sepenuhnya dewasa. Contohnya jika keduanya bertengkar, Dara lebih memilih untuk menghindar dan kabur.

Begitupun dengan karakter Bima, ia cendrung terlihat sebagai laki-laki yang lemah dan mudah tersinggung. Hal itu di sebabkan rasa insecure yang di rasakan Bima karena merasa istrinya jauh lebih unggul di banding dirinya.

Namun di balik itu, Bima juga memiliki rasa bertanggung jawab yang tinggi sebagai kepala keluarga. Ia tetap berusaha mencari nafkah yang layak untuk memenuhi kebutuhan rumah tangganya. Konflik yang kerap kali terjadi dalam rumah tangga mereka membuat Bima dan Dara harus banyak mengontrol ego dan emosi masing-masing.

Kekurangan & Kelebihan Film Dua Hati Biru

Kelebihan

Kelebihan dari Film Dua Hati biru adalah banyaknya pelajaran yang bisa di ambil dalam film ini, dan bisa di jadikan contoh dalam membina hubungan dengan keluarga. Tidak ada keluarga yang benar-benar sempurna, namun keluarga lah yang menjadi support sistem utama dalam setiap langkah yang akan kita hadapi.

Kelebihan berikutnya yakni pendalaman kareakter para pemain. Akting dari Aisha Nurra Datau sangat pas memerankan karakter Dara. Penjiwaan karakter sebagai istri dan ibu muda cukup bagus membuat penonton lupa jika sosok Dara di film sebelumnya bukanlah dia. 

Kemudian akting dari Farrell Rafisqy alias Adam sangatlah memukau, penonton ikut di buat gemas, emosi serta mengundang gelak tawa saat melihat adegan-adegan adam yang di mainkan oleh Farrell.

Kekurangan

Sedangkan kekurangannya yaitu, beberapa pemain dalam film sebelumnya tidak di ikut sertakan dalam film ini. Seperti Dwi Sasono yang memerankan karakter ayah Dara yang di ceritakan jika sang ayah terlilit hutang dan kabur meninggalkan keluarga.

Kemudian pemeran Dara yang di ganti dari Adhisty Zara menjadi Aisha Nurra Datau, hal ini sempat menjadi perdebatan oleh para netizen yang membanding-bandikan.

Namun jika di lihat dari kualitas akting Aisha Naurra, keraguan akan kemistri bersama Angga Yunanda, serta pendalaman karakter Dara justru bisa di buktikan dengan sangat baik oleh Aisha Naurra.

Kekurangan berikutnya yaitu, meski film ini merupakan film drama keluarga dan terdapat aktor cilik yang berperan di film tersebut. Namun film ini tidak cocok jika di tonton oleh anak berusia di bawah 12 tahun. Karena di film ini banyak menampilkan konflik-konflik dalam keluarga yang di anggap bisa mengganggu psikis anak.

Sekian Review Film Dua Hati Biru yang berhasil di rangkum oleh tim layar.id, untuk itu Layar.id memberikan nilai 4/5 untuk Film Dua Hati biru.

Bagi kalian yang penasaran dengan cerita lengkapnya, sobat layar sudah bisa menyaksikan Film ini di bioskop kesayangan anda karena sudah rilis sejak 17 April 2024.

 

Sumber : Conference press & screening press Film Dua Hati Biru

Karya yang dimuat ini adalah tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi layar.id.

Baca Juga

Film Indonesia

Layar.id – Setelah berhasil menggebrak perfilman Indonesia pada 2019 lalu, film Dua Garis Biru garapan Gina S. Noer resmi memproduksi sekuel berjudul Dua Hati...

Film Indonesia

Layar.id – Film horor Indonesia yang satu ini menghadirkan aktor-aktris papan atas menjadi pemainnya. Yaitu film Munkar yang menghadirkan Adhisty Zara sebagai pemeran utamanya. Di...

Film Indonesia

Layar.id – Di Indonesia, ada banyak sekali film bergenre horor yang rencananya akan dirilis dalam beberapa bulan mendatang. Salah satunya adalah film ‘Munkar’. Diduga...

Film Indonesia

Layar.id – Angga Yunanda merupakan seorang aktor muda dan sekaligus penyanyi di Indonesia yang lahir pada tanggal 16 Mei 2000. Dengan filmografi Angga Yunanda,...

Exit mobile version