Lima Alasan Bertaut Rindu Beneran Berbeda!

Layar.id – Di tengah gempuran film drama remaja yang kerap memusatkan cerita pada cinta monyet dan konflik permukaan, Bertaut Rindu: Semua Impian Berhak Dirayakan hadir menawarkan sesuatu yang berbeda—lebih dalam, lebih emosional, dan jauh lebih dekat dengan kenyataan banyak orang muda hari ini.

Lima Alasan Bertaut Rindu

Film produksi SinemArt ini baru saja meluncurkan poster dan trailer resminya pada 4 Juli 2025 di Plaza Senayan, sekaligus memperkenalkan dunia dua tokoh utamanya: Magnus dan Jovanka. Disutradarai oleh Rako Prijanto dan ditulis oleh Lintang Pramudya Wardhani, film ini merupakan adaptasi dari novel karya Tian Topandi, pemenang The Writers Show 2021 dari Gramedia Writing Project.

Berikut adalah lima alasan mengapa Bertaut Rindu layak menjadi salah satu film Indonesia yang paling dinantikan tahun ini:

1. Narasi yang Menggugah Realitas Anak Muda

Bertaut Rindu tidak sekadar menyuguhkan romansa antar remaja, tetapi membuka diskusi lebih luas soal krisis identitas, tekanan keluarga, dan hak atas mimpi. Magnus, siswa yang baru diterima di ITB, tak bisa merayakan pencapaiannya karena orang tua sudah memutuskan masa depannya: kuliah di luar negeri dengan jurusan yang tak pernah ia pilih.

Situasi ini bukan fiktif belaka—banyak generasi muda hari ini yang mengalami hal serupa. Mereka tidak gagal, hanya tidak diberi ruang untuk memilih.

2. Tokoh dengan Latar dan Luka yang Manusiawi

Lima Alasan Bertaut Rindu

Magnus (perankan Ari Irham) dan Jovanka (peranin oleh Adhisty Zara) bukan karakter yang sempurna, tapi justru itulah yang membuat mereka terasa nyata. Magnus mewakili banyak anak muda yang memilih diam karena terlalu sering terabaikan. Jovanka hadir seolah kuat, tapi menyimpan trauma yang tak kalah dalam.

Keduanya saling menemukan, bukan untuk menyelamatkan satu sama lain, tapi untuk saling menjadi penanda bahwa mereka tidak sendirian.

3. Penyutradaraan dan Penulisan yang Intim dan Sensitif

 

Rako Prijanto sebagai sutradara terkenal lewat karya-karya yang peka pada konflik emosional, dan Bertaut Rindu adalah lanjutan dari kepekaan itu. Naskahnya yang tulisannya oleh Lintang Pramudya Wardhani tidak bermain dengan dramatisasi berlebihan, namun membiarkan emosi tumbuh perlahan—seperti luka yang tak terlihat tapi terasa.

4. Soundtrack yang Memperdalam Makna

Dengan lagu bertemakan film ini, judulnya “Seiring” sendiri memang cukup mendayu  dan membara sekali! Jasmine Nadya sendiri jadi refleksi dari hubungan orang tua dan anak pun bukanlah tempelan. Namun, punya makna mendalam tentang arti hubungan.

5. Pesan Sosial yang Relevan dan Urgen

Produser film, MGS. Fahry Fachrudin, menyebutkan bahwa Bertaut Rindu ingin menjadi jendela bagi orang tua agar belajar mendengar lebih dalam, dan bagi remaja untuk menyadari bahwa suara mereka valid.

Film ini bukan hanya cerita fiksi, tapi cermin dari ketegangan yang kerap tak terucap antara dua generasi. Bahwa tidak semua anak menolak arahan, tapi mereka ingin ada yang temani dalam menemukan arah mereka sendiri.

Bertaut Rindu: Semua Impian Berhak kalian rayakan! akan tayang di bioskop mulai 31 Juli 2025. Film ini bukan hanya menawarkan kisah tentang cinta, tapi juga keberanian untuk memperjuangkan pilihan, bahkan ketika dukungan terasa jauh.

Jikalau pernah ragu akan pilihan sendiri. Ataupun menelan mimpi untuk nyenangin orang lain. Mungkin film ini cocok buat kalian yang ingin pulang.

Ikuti informasi lebih lanjut melalui akun Instagram resmi @bertautrindu_movie dan @sinemart_movie.

Jadi dari balik Lima Alasan Bertaut Rindu ini ada sebuah perjalanan dari seorang Magnus dan Jovanka. Tentunya,  bukan sekadar tentang pertemuan dua hati, tapi tentang perjuangan menjadi diri sendiri di tengah kebisingan harapan orang lain. Dan itu, adalah kisah yang pantas dirayakan.

Karya yang dimuat ini adalah tanggung jawab penulis seperti yang tertera, dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi layar.id.

Loading Next Post...
Follow
Sidebar Search Trending
Popular Now
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...