
Layar.id – Sering dengar atau dapet teguran bersiul di malam hari? Itu yang jadi masalah bagi Ipung, seorang bocah dalam film horror Indonesia berjudul Singsot. Film horror ini mengangkat sebuah mitos tentang larangan bersiul-siul saat Maghrib atau menjelang malam.
Film Singsot merupakan film karya sutradara dan penulis Wahyu Agung Prasetyo bersama penulis Vanis. Rumah produksi Clock Work Films bekerjasama dengan Racavana Films dan produser Rajesh Punjabi dalam proyek film Singsot.
Film Singsot Siulan Kematian tayang di bioskop mulai 13 Maret 2025 dan siap membawa terror bagi kalian-kalian yang masih berani ngebandel!
Film Singsot mengisahkan tentang Ipung, seorang anak yang mengabaikan nasihat kakek dan neneknya untuk tidak bersiul saat maghrib, sebuah pamali di desa mereka.
Ipung (Ardhana Jovin) yang berusia 13 tahun hidup sama nenek dan kakeknya. Usia segitu sih, emang lagi bandel-bandelnya ya. Atau lebih tepatnya eksploratif. Jadi suka ngeyel kalau kena tegur.
Nenek dan kakek sering ngasih tau Ipung kalau nggak boleh bersiul-siul di malam hari atau pada saat petang (waktu Maghrib). Katanya, siulan di malam hari itu bisa ngebawa nasib buruk! Tapi, karena Ipung emang bandel, ya anaknya bodo amat.

Saat main game, main burung peliharaan kakek, bahkan bermain sama temen-temennya, Ipung terus menerus bersiul. Agak ngeledek kakek-neneknya, sih. Bahkan temen-temennya pun mulai ikut menegur Ipung. Tapi kalau sama kakek dan nenek aja nggak nurut, gimana ya?
Namun, malam itu, Ipung justru terjebak dalam mimpi buruk yang membawanya pada sebuah terowongan terror yang mengerikan. Ipung justru mendapat penglihatan akan kematiannya sendiri!
Apakah Ipung akan benar-benar mengalami semua itu? Lantas, jika tidak, kenapa seluruh warga desa justru menunjukkan tuduhan mereka pada Ipung?


Pada awalnya, cerita Singsot berdasar dari sebuah film pendek berjudul sama yang meraih penghargaan di Jogja-NETPAC Asian Film Festival (JAFF) pada tahun 2016. Singsot turut menggandeng penghargaan Film Horor Terbaik dan Jury Prize dari Taman Festival Bandung 2017.
Selain itu, Singsot meraih penghargaan Film Terbaik dari Fiagra Horor Film Festival di tahun 2016.
Film pendek Singsot (2016) masih berada di bawah garapan sutradara yang sama, yaitu Wahyu Agung Prasetyo. Durasinya sekitar 14 menit dan berlatar syuting di Yogyakarta. Kata “singsot” sendiri berarti siul dalam bahasa Ngapak. Bedanya, di film pendek, karakter utamanya bernama Pulung bukan Ipung.
Siulan Ipung akan menyambut kalian dalam film Singsot, tayang di bioskop mulai 13 Maret 2025. Film horor Singsot siap membawa penonton ke sebuah tragedi akibat sesuatu yang sangat sepele—dan ngeyel.
Dari satu orang, satu kampung geger. Hanya karena siulan, seseorang membawa petaka buruk ke satu desa. Pretty much tells you how something so little could make the biggest differences.
Foto: Ravacana Films






