
Layar.id – Persoalan soal siapa paling tengil inilah orangnya, Glen Powell! Aktor ini berhasil merumuskan Ben Richard dari Arnold Schwazenegger jadi Ben Richard versi-nya. Namun, di film ini sepertinya sedikit rusuh di akhirnya. Inilah Review The Running Man!

Persoalannya adalah film ini merupakan hasil karya dari Edgar Wright dan penulis naskah Michael Baccall. Entah kenapa kalau ini terasa sekali penulisan mereka berdua itu lebih condong ke arah buku. Tanpa ada ciri khas Edgar Wright namun identitas sang sutradara sendiri masih sama.
Itulah yang mau kita bahas saat ini soal cerita dan akting sampai sinematografi yang beneran jauh berbeda sama sekali.

Inilah kekuatan Edgar Wright dan Michael Bacall. Kemampuan mereka dalam menyederhanakan sebuah cerita membuat tidak ada jarak antara penonton dengan aktor. Alhasil, penceritaan di The Running Man terbaru lebih manusiawi dan pastinya bukan pamer otot besar maupun senjata aneh bin ajaib seperti The Running Man pertama.
Menonjolkan sosok Ben Richard sebagai sosok Kelas Pekerja dan juga ayah untuk anaknya. Semua itu ia lakukan demi anaknya yang sakit. Namun, sebagai bapak yang punya emosi meledak, rasanya ini menarik perhatian Dan Killian untuk mengajaknya bermain di The Running Man.

Dari situlah, tidak ada seremoni atau basa-basi menunjukkan bentuk badan yang beneran kekar dan penuh dengan peluh. Bacall dan Wright langsung saja tunjukkan maksud dari permainan The Running Man. Sesimpel, para pemburu ini haus akan kekerasan toh.
Namun dari sisi pemburu sepertinya Edgar Wright tidak meletakkan fundamental yang begitu besar. Karena mereka adalah algojo yang siap mati toh. Lagian mereka ini hanyalah sebuah boneka dari Dan Killian bukan?
Namun, masalah ada di ending yang terlalu buru-buru. Bahkan jatuhnya ini kaya kekacauan yang terjadi begitu saja tanpa ada trigger yang memicunya.

Glen Powell adalah Ben Richard! Sangat yakin sekali kalau sosok ini beneran bisa bawa ketengilan dari Ben Richard dan pintarnya ia untuk mencari celah agar bisa jadi seseorang yang keluar sebagai juara. Namun, perhatian kita tertuju pada Emilia Jones jadi Amelia Williams.
Sungguh perannya ini beneran epik dan memang sepatutnya dapat screentime banyak di film ini sih. Kemudian ada Michael Cera dan William H. Macy. Keduanya memang side character tapi ya jatuhnya ini kaya karakter pendukung utama dalam sebuah film.
Sisanya pun malah jadi NPC beneran meskipun cara matinya itu terasa sekali aneh dan membingungkan.
Sesimpel minim CGI dan sesimpel cerita yang mereka buat. Kali ini, sinematografi dari Edgar Wright agak menurun daripada sebelumnya. Bahkan identitas dari seorang Edgar pun dengan pace cepat dan ada beberapa sekuens yang beneran bukan menunjukkan Edgar Wright.
Sayang saja sih, padahal kalau bisa berikan trademark seperti Shaun of the Dead dan Scott Pilgrim mungkin bisa jadi konklusi yang menarik. Namun, overall The Running Man ini jauh lebih baik dan tidak ada namanya pamer kekuatan ataupun otot. Jadinya ya, menarik sekali! Fresh! Jadi kita kasih angka 8/10!






