
Layar.id – Mungkin di 2026 ini sebuah Film dengan kemegahan tema era 30-an dan juga kisah mafia Italia masih berkuasa. Seolah jadikan film ini lebih kaya dan berani dalam berbagai macam sudut. Itulah yang terjadi dengan The Bride, sebuah Film bertemakan Punk-Dark-Rock dengan sentuhan Monster seperti Frankestein. Seperti apa ya Review The Bride kali ini? Simak deh berikut ini.
Ceritanya berpusat di Ida Bolinski atau The Bride of Frankestein. Ia sendiri meninggal tidak wajar setelah konfrontir dengan Bos Mafia Italia terkuat di Chicago. Kemudian, datanglah sosok Frankestein dari Jerman untuk bertemu dengan seorang dokter Euphronious. Tujuannya untuk mencari sosok perempuan untuk ia jadikan sebagai pasangan. Sekaligus Frankestein sendiri menyukai film dari aktor ternama, Ronnie Reed.

Maggie GyllenHaal sendiri punya pesan banyak sekali di film ini. Semacam mau katakan kalau ini hanya sekedar Film tapi bukan itu yang mau ia gapai. Ini seperti romansa antara monster dengan seseorang yang ia cintai. Namun, bagi Penelope atau Ida atau The Bride of Frankenstein sebenarnya misi-nya adalah bagaimana ia bisa jadi perempuan yang bersuara. Perempuan yang bisa membela sesama perempuan tanpa harus jadi korban kebejatan para Mafia.
Itulah pesan yang sangat menohok sekali di film ini. Bagaimana kemampuan Maggie mengolah cerita sehingga memiliki pesan utama sangat pas dengan kondisi saat ini. Tapi, itu baru satu pesan. Belum bicara soal romansa Frankestein dan The Bride ini seperti kisah romantis dari dua orang yang sebenarnya hasil percobaan para ilmuwan.
Mereka ini kaya pasangan yang mabok cinta, beneran saling suka dan chemistry mereka terbangun dengan sangat rapih dan tidak terlihat terpaksa menyukai satu sama lainnya. Jadinya, kita lihat pesona Frankestein yang tidak seram namun masih ada sisi humanisnya. Satu sisi, The Bride pun ada misi yang mau ia selesaikan tapi caranya pun terasa tragis.
Namun dari seluruh cerita, The Bride punya formula Steampunk dan juga Love Story yang beneran lebih powerful. Tentu saja, ini film punya kesan berbeda sekali dari yang lain. Beneran cerita yang Megah!

Kesampingkan Christian Bale, karena memang ia adalah sosok paling All Out di setiap proyek film apapun. Kita bicara soal Jessie Buckley sendiri punya karakter paling The Bride dan juga punya range emosi yang beneran sulit ketebak di film ini. Semacam Jessie adalah The Bride dan bisa buktikan kalau kemampuan aktingnya itu sangatlah bagus sekali.
Kemudian ada Christian Bale yang jadi Frankestein dan punya perasaan serta hati yang seperti manusia. Meskipun Bale di film ini jadi sosok pria rapuh dan hopeless romantic. Seolah hidupnya ini untuk The Bride selamanya. Dan pastinya, akting Bale di film ini lebih astonishing dan punya aura yang berbeda jauh dari beberapa film yang ada.
Kemudian ada Penelope Cruz beneran jadi Myrna Mallow. Malah, kami terkesima dengan kegigihannya mendapatkan peran besar di Kepolisian. Bahkan ia menunjukkan kemampuannya sebagai detektif dan akhirnya menegaskan kalau Myrna punya bakat dan mematahkan stereotype kalau perempuan sulit menjadi detektif. Tapi sih, kita suka dengan penampilan Penelope Cruz sangat mencuri perhatian banget.
Terus Jake Gyllenhaal pun jdi Ronie Reed sendiri lebih punya aura dalam kisah-nya kali ini. Beneran magis adik dari Maggie satu ini.

Sebenarnya Film bertemakan 30-an itu sangat megah. Dalam artian, fashion kemudian Film dan masih banyak lagi. Semua ini bertemakan kemewahan namun dalam kisah Frankestein dan juga beberapa spot sendiri terasa masih seperti di Era Great Depression. Meskipun shooting mereka di Chicago, rasanya ini seperti ke kota-kota lain dengan pesona keindahan di era tersebut.
Jadi Review The Bride kali ini mau kasih angka berapa? Okelah kita kasih angka 8/10 deh! Plus wajib nonton!






