Review Return to Silent Hill, Seperti Masuk ke Labirin

Adiyasa PrahendaFilm Barat4 months ago372 Views

Layar.id – Kalau seorang lelaki minta maaf sama seseorang. Lantas, apa yang terjadi kalau kita malah masuk ke dunia seseorang yang meninggal sudah lama? Inilah yang terjadi dengan salah satu karakter mereka di Return to Silent Hill 2 atau sebutannya Retun to Silent Hill. Seperti apa sih Review Return to Silent Hill kali ini?

Ceritanya masih ambil dari game Silent Hill 2, kali ini karakter James Sunderland mau menyusul istrinya di kota berbeda. Kali ini, kota Silent Hill kembali dan mereka menghantui James dalam pencarian istrinya. Lantas, apakah James bisa kembali dengan istrinya?

Cerita Beneran Ambil Semua dari Game

Silent Hill 2 memang lanjutan dari Silent Hill pertama. Namun, di game sendiri memang karakternya adalah James Sunderland, seorang suami dari Mary Crane yang menghilang di kota Silent Hill. Namun, di film ini Christope Gans sendiri malah memasukkan semua karakter di game.

Mungkin ada beberapa karakter yang beneran masuk namun penceritaan kali ini Christope sendiri malah berusaha ikuti semua yang terjadi di game. Ibaratnya kaya menerjemahkan ke dalam film, namun isinya beneran psikologi horor.

Justru ini keunikannya, dalam game sendiri terutama remake pun coba masukkan semua. Lantas, apa yang bisa kita terima? Sebuah cerita psikologis yang beneran bikin kita kaya masuk ke dalam alam pikiran James.

Sumpah, film ini ceritanya bisa solid tapi endingnya pun bisa bilang jadi ada tiga bagian penting. Ini yang sebenarnya kalau buat yang main game Silent Hill 2 mungkin akan kaget kenapa ketiga ending tersebut malah muncul secara bersamaan. Namun satu ending malah berasa seperti ending yang beneran kaya itu beneran nyata atau cuma ilusi.

Selebihnya, cerita yang sama persis dan sesuai dengan karakter Silent Hill penuh dengan psikologi horor-nya bikin kita jantungan. Belum lagi karakter seperti Red Pyramid dan Suster tanpa wajah itu muncul semua.

Peran Utama dan Pendukung Terbalik

Justru peran utama di film ini bikin kita berpikir kalau ada tiga karakter pendukung yang belum dapat sama sekali screentime. Alias kurangnya screentime karakter pendukung ini sepertinya ikuti alur dari game tersebut. Meskipun buat penonton awam ini terasa loophole. Namun, buat yang main game malah ini jadi bagian yang sebenarnya kurang perlu.

Malah fokus ke James dan Mary Crane itu sendiri justru lebih kuat di film ini. Entah kenapa, malah jadi lebih banyak mendalami hubungan mereka berdua dan juga apakah ini ilusi James atau memang sudah masuk ke dalam dunia nyata James.

Jadi apakah Return to Silent Hill punya karakteristik akting yang berkelas? Jelas iya, dan Christope Gans ini beneran kasih apa yang tidak ada di Game tapi hadir di Film tersebut.

Sinematografi Kurang

Kekurangan minor ini memang tidak mengganggu. Tapi apakah bisa mengurangi keasyikan menonton Return to Silent Hill? Jawabannya adalah tidak mengganggu. Kecuali, fans Silent Hill akan berkata kalau film ini bakalan banyak loophole. Tapi buat penonton awam masih oke kok.

Jadi Review Return to Silent Hill sendiri kita kasi angka 7/10 deh.

Karya yang dimuat ini adalah tanggung jawab penulis seperti yang tertera, dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi layar.id.

Loading Next Post...
Follow
Sidebar Search Trending
Popular Now
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...