
Layar.id – Film Kampung Jabang Mayit sudah resmi tayang di bioskop sejak 24 Juli 2025! Film ini merupakan sebuah adaptasi dari thread viral karya Qwertyping alias Teguh Faluvie. Selain itu, kisah Kampung Jabang Mayit alias KJM bisa kalian dengerin dalam serial podcast, yang kini udah mencapai jutaan views di Youtube. Kali ini, Layardotid akan review Kampung Jabang Mayit. Spoiler alert, artikel ini akan mengandung spoiler demi kebutuhan review, ya!

Kisah yang diangkat dalam film Kampung Jabang Mayit sebenernya lumayan common ya di film-film horror Indonesia. Ritual maut yang berlaku di sebuah desa terpencil. Kalau di film ini, ritualnya berhubungan dengan pengguguran janin di desa Rangkaspuna.
Ritual gugur janin ini berhubungan dengan semacam persembahan di desa Rangkaspuna. Ritual itu bertujuan untuk menjaga kemakmuran desa dengan persembahan janin pada seorang dukun bernama Ni Itoh. Namun, ritual ini lumayan unik karena keseluruhannya berlangsung di siang hari.
Hampir 90% adegan dalam film Kampung Jabang Mayit berlatar terang. Konsep horornya berbeda karena film ini juga nggak banyak nunjukin adegan seram. Lebih mengandalkan jumpscare dan rasa eerie akan adegan-adegan selama ritual gugur janin.
Konsep horror dari sutradaranya, Wisnu Surya Pratama, lebih pengen ngasih pesan ke penontonnya kalau “horror” dalam hidup kita itu nggak selalu tentang hantu-hantuan. Keputusan yang buruk adalah horror. Pasangan yang buruk adalah horror. Karir yang buruk adalah horror. Perebutan hak atas diri sendiri adalah horror.
Nyadar nggak kalo hal-hal kecil justru bisa jadi horror tersendiri buat kita?

Kita awalin bagian ini dengan salah satu drama ternyebelin dalam film KJM. Drama percintaan toxic yang justru membawa dua karakter utama, Weda dan Rini, jatuh ke lubang sumur. Karakter Bagas yang awalnya keliatan manis bagi saya, ternyata RESE BANGET.
Tapi, dari penyajian karakter Bagas, salah satu pesan sutradaranya tentang horror dalam kehidupan sehari-hari kita jadi tersampaikan dengan baik, kan? Pesan moralnya: kalo kalian ketemu pasangan brengsek, jangan segan untuk pukul aja y.
Salah satu poin yang mencuat di tengah perdramaan Bagas-Weda-Rini adalah sifat girls girl antara Weda dan Rini. Awalnya emang ada sitegang antara keduanya (lagi-lagi, karena si Bagong). Namun lama kelamaan, plot menggiring cerita ke persatuan Weda dan Rini sebagai power couple. Stand up for each other, Girls!
Film Kampung Jabang Mayit adalah film yang kaya akan perempuan. Karakter antagonis tersaji dari sosok Ni Itoh, seorang dukun yang melangsungkan ritual gugur janin di Rangkaspuna. Karakter Ni Itoh menunjukkan sosok perempuan yang dominan dan licik.
Meski karakternya berniat jahat dan memanipulasi nyaris seluruh penduduk desa, tapi tetep aja, penampilan Ni Itoh ini menyala sekali, Guys!

Dari Review Film Kampung Jabang Mayit ini, beberapa hal yang lumayan bikin bugging selama nonton Kampung Jabang Mayit adalah dialog yang rada canggung atau kedengeran aneh di sejumlah adegan. Alurnya juga lumayan fast paced, jumpscare-nya udah nongol duluan di bagian awal film.
Yang bagian seru-serunya justru berkumpul di bagian tengah ke akhir. Mungkin bagi pecinta horror lokal, film ini malah nggak serem sama sekali karena latarnya di siang hari. Tapi ya… tetep ada jumpscare yang bikin ngelonjak juga, sih. Hehehe.~
Film Kampung Jabang Mayit adalah salah satu film horror yang unik. Tempatnya di hutan, di antara pegunungan yang asri. Properti yang menyebar di sejumlah bagian desa Rangkaspuna pun keliatannya otentik!
Dengan konsep yang khas dari film Kampung Jabang Mayit, kami memberi skor 7/10 untuk film ini. Sudah tayang di bioskop mulai 24 Juli 2025, ya!






