Review Fuze, Garang di awal Tapi Melempem di Akhir

Adiyasa PrahendaFilm Barat1 month ago2.3K Views

Layar.id – Dalam film thriller-action, ledakan dan baku tembak sebenarnya bukan satu-satunya kekuatan utama. Cerita tetap jadi pondasi penting supaya semua aksi yang muncul terasa punya dampak dan alasan yang jelas. Karena ketika sebuah film hanya mengandalkan chaos tanpa fondasi cerita kuat. Namun ketegangannya biasanya mulai runtuh menjelang akhir. Hal itu yang cukup terasa dalam Review Fuze kali ini.

Film yang bintangi oleh Aaron Taylor-Johnson, Theo James, dan Sam Worthington ini sebenarnya punya premis yang menarik. Sebuah bom berkekuatan besar tak sengaja ketemu di tengah kota London dan memaksa tim EOD Tentara Inggris bergerak cepat sebelum semuanya terlambat. Namun saat kondisi situasi penuh kepanikan tersebut, sekelompok orang justru memanfaatkan kekacauan untuk melakukan perampokan bank bernilai besar.

Kuat di Awal Tapi Melemah di Akhir

Fuze membuka ceritanya dengan tensi yang cukup intens. Penemuan bom membuat suasana kota berubah kacau.  Aparat mulai bergerak, dan warga harus evakuasi secepatnya dari radius ledakan. Di saat bersamaan, film mulai memainkan ide bahwa ancaman bom tersebut sebenarnya menjadi pengalih perhatian untuk aksi perampokan yang sudah dirancang matang.

Konsep ini sebenarnya menarik karena berhasil memadukan thriller bertema penjinakan bom dengan heist movie dalam satu waktu. Apalagi tema seperti ini sudah cukup jarang digunakan. Film seperti The Hurt Locker atau Shock Wave mungkin punya nuansa serupa dalam membangun ketegangan dari ancaman ledakan.

Ketegangan di awal sampai pertengahan film pun berhasil dijaga cukup baik. Situasi darurat yang terus berkembang membuat penonton ikut merasa semua karakter sedang berpacu dengan waktu. Bahkan ketika bom akhirnya meledak, tensi film masih terasa cukup intens.

Sayangnya, memasuki paruh akhir cerita, Fuze mulai kehilangan arah. Film ini terlalu sibuk menambahkan konflik dan layer baru tanpa membangun fondasi yang benar-benar kuat. Beberapa kelompok kriminal muncul dengan motivasi yang terasa kurang jelas, sementara hubungan antar karakter juga tidak benar-benar mereka jelaskan secara mendalam.

Akibatnya, cerita yang awalnya terasa solid perlahan mulai kehilangan tenaga. Film ini seperti ingin terlihat kompleks, padahal sebagian konflik tambahannya justru membuat fokus cerita semakin kabur.

Akting Para Pemain Jadi Penyelamat

Satu hal yang cukup menyelamatkan Fuze adalah performa para pemainnya. Aaron Taylor-Johnson tampil cukup meyakinkan sebagai anggota militer dengan trauma akan PTSD pasca perang yang terus menghantuinya. Sementara Theo James tampil manipulatif dan tenang sepanjang film, membuat karakternya terasa paling sulit ditebak.

Dari sisi lain, Sam Worthington juga berhasil membawa aura ancaman yang cukup kuat. Kehadirannya membuat situasi semakin tidak stabil, terutama ketika semua rencana mulai berjalan di luar kendali.

Visual dan pacing film sebenarnya juga tidak bermasalah. Adegan aksi dan ketegangannya pun masih dalam batas aman. Adegan aksi dan ketegangannya masih mampu menjaga tempo supaya film tidak terasa membosankan. Hanya saja, penyelesaian cerita di ending terasa kurang! Kaya berikan payoff yang kuat setelah semua kekacauan besar yang terbangun sejak awal.

Fuze tetap bisa jadi hiburan bagi penonton yang cari thriller-action. Penggunaan tempo cepat dan suasana penuh tekananan berhasil gaet penonton.  Namun, di balik konsepnya yang menarik, film ini terasa kehilangan tenaga ketika mencoba menutup semua konflik yang sudah dibangun sebelumnya.

Rating Review Fuze, 6.5/10

Karya yang dimuat ini adalah tanggung jawab penulis seperti yang tertera, dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi layar.id.

0 Votes: 0 Upvotes, 0 Downvotes (0 Points)

Loading Next Post...
Follow
Sidebar Search Trending
Popular Now
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...