Review Dracula: A Love Tale, Luc Besson Selalu Begini dan Begitu

Adiyasa PrahendaFilm Barat9 months ago1.9K Views

Review Dracula

Layar.id – Pertanyaan menarik ketika remake film Dracula Bram Stoker. Mau pakai cara lama atau baru? Dan aktornya siapa? Itulah Luc Besson selalu saja gunakan berbagai macam hal untuk hadirkan sensasi baru untuk Dracula A Love Tale. Sebenarnya apa sih yang bikin film ini menarik, tapi sepertinya seh belum tentu. karena ini review Dracula A Tale Love.

Oke, dengan film seperti ini apakah bisa menggugah kita dengan sebuah kata “Magnificent”? Tapi ya dari film Luc Besson sendiri Taxi masih bisa bilang adalah masterpiece beliau. Tapi kita tidak salah bahas film ini deh.

Cerita Sama Tapi Treatmentnya Berbeda

Review Dracula A Tale Love

inilah yang bikin Bram Stoker Dracula versi Luc Besson agak beda. Iya seh, angkat kisah Dracula zaman Perang Salib dan Setelah itu Revolusi Perancis. Tapi ya, kalau mau lihat cerita yang agak lebih vulgar dan selalu saja sexualize apapun itu. Rasanya inilah cerita yang beneran bikin kepala bingung. Sumpah, Bandingkan Dracula 90-an jelas lebih jauh.

Bahkan ceritanya ini lebih mencari sosok istri buat Dracula yang sempat meninggal dan kemudian ada yang mirip. Padahal mah, kalau mau lebih keren lagi bisa saja gunakan cerita yang lebih dramatisir atau tidak mencoba gali kenapa penderitaan sebagai Dracula ini terus berlanjut. Kemudian fokusnya lagi ini ke cerita pencarian istri sampai ke belahan dunia manapun.

Ya, intinya seru seh tapi inti ceritanya itu sempat hilang dan di jelang akhir rasanya kok Dracula seperti tidak melawan atau pasrah sama sekali dan sepertinya gantung begitu saja. Jadinya kaya ini beneran gini saja atau memang Dracula tobat? Entahlah, Luc Besson seperti bingung mau bawa kemana arah ceritanya di act 3 itu sendiri.

Aktingnya Juga Beneran Bagus

Ya ini semua berkat Caleb Landry Jones yang berhasil bawa Dracula seperti kita kenal. Karena dia lah, sosok Dracula seperti seorang raja tanpa seorang wanita. Namu, Zoe Blue malah bawa Dracula ke arah sebaliknya. Antitesis dari perempuan yang tidak mau dimadu oleh seorang Dracula.

Dan Christoph Waltz sendiri sanggup berikan peran paling menarik di film ini. Semestinya seh, Dracula ini minimal pemeran pembantu pria-nya itu orang terkenal atau sekelas dengan Keanu Reeves kenapa? Setidaknya seh, Christoph Waltz sendiri punya andil kuat.

Soal Sinematografi Dracula Mah Tidak Perlu Tanya Lagi

Soal Sinematografi seh bagus banget malah sangat menyakinkan kalau ini dari era Revolusi Perancis. Jadinya pun kesannya sangat natural sekali pembawaannya. Bahkan tampilannya sendiri cukup banyak mendukung dan inilah yang bikin Dracula A Love Tale sedikit menawan.

Kesimpulannya deh, sebenarnya dari kami sendiri bisa kasih angka 6/10 untuk Review Dracula A Tale Love. Pasalnya neh, menjelang ending terasa banget aktor utama Dracula pasrah dan tidak ada perlawanan. Kan ini soal Dracula mencari cinta dan harusnya perjuangkan dong. Setidaknya bisa punya kesan jauh dari versi remakenya. Tapi namanya Luc Besson, mungkin punya pemikiran berbeda.

 

 

Karya yang dimuat ini adalah tanggung jawab penulis seperti yang tertera, dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi layar.id.

Loading Next Post...
Follow
Sidebar Search Trending
Popular Now
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...