
Layar.id – Lupakan kisah romantis ataupun masa bulan madu pernikahan. Atau lupakanlah sebagai kisah romantis dalam film romance, karena itu semua adalah kebohongan atau akal-akalan barat. Karena Die My Love menampilkan sisi lain dari seorang Ibu dan Post-Partum pasca melahirkan yang begitu berbahaya sekali. Inilah Review Die My Love!

Sebuah cerita apik dan menarik dari seorang Lynne Ramsay dari sebuah POV yang tidak biasa sama sekali. Kegilaan demi kegilaan dari pasangan Grace dan Jackson. Keduanya bisa bilang gambarkan betapa sulitnya hadapi kehidupan di remote area. Satu sisi juga gambarkan betapa menakutkannya pernikahan tapi landaskan cinta. Entahlah ini namanya kegilaan dalam rumah tangga?

Pahitnya cerita dari Die My Love bikin kita traumatis. Pasalnya, banyak sekali masalah rumah tangga dan juga problematika anak dan masalah lainnya. Belum lagi Lynne tunjukkan ego lelaki itu beneran setinggi itu.
Selain itu, kesan manis dari mereka berdua itu semuanya langsung mereka tunjukkan namun semuanya itu terasa sekali perbedaannya jauh banget. Kontras! Beneran jauh dari kata manis, mungkin kalau bisa ini rasa manisnya itu kaya satu sendok makan saja. Sisanya pahit dan pahit! Semua pahit keluarin semua saat berumah tangga.
Selebihnya, Die My Love merupakan kisah paling pahit dan getir selama kami menonton film. Sebuah realita yang tertampar dan juga menakutkan bagi seluruh pasangan yang sebelumnya menyadari bahwa apa yang tersaji selama ini hanyalah ilusi semata.

Soal akting berkelas jelas J-Law juaranya. Menjadi perempuan dengan Pos-Partum pasca melahirkan dan satu lagi Cegil era atau Cewek Gila menurut bahasa anak sekarang adalah hal tergila kami tonton. Tapi, hal setimpal terjadi di Robert Pattinson yang bertingkah kaya anak kecil alias tantruman.
Mereka berdua beneran saling mencari namun juaranya tetap J-Law dengan tingkah-nya tidak bisa kalian prediksi dan juga bayangan sosok orang lain yang menjadikan sosoknya itu sebenarnya masih halusinasi apa tidak.
Sedangkan karakter pendukung lainnya pun seperti memiliki dunia yang sama namun ada juga yang denial. Pokoknya 80% milik mereka berdua deh!
Sebenarnya sih sinematografi mereka solid dan simpel. Bermodalkan rumah di sebuah remote area kemudian posisinya di desa. Dan juga satu rumah yang tidak jauh dari mereka. Seolah mengisolasi mereka berdua dan bersiaplah rasa emosional itu pecah!
Sumpah baru kali ini nonton beneran se-depresif itu dan tidak bisa terelakkan sekali kalau kita hanyut dalam kekacauan Grace dan Jackson. Review Die My Love 8.5/10!






