
Layar.id – Film Thailand baru berjudul The Red Line tayang di Netflix pada 26 Maret 2026 yang mengangkat isu penipuan call center.
Mengutip laporan dari Mint Magazine Thailand (17/2/2026), dalam pengembangannya, proyek ini ditangani oleh tim kreatif di balik film Hunger (2023). Kursi sutradara dipegang oleh Sittisiri Mongkolsiri, sementara naskah dikembangkan oleh Kongdej Jaturanrasmee dan Tinnapat Banyatpiyapoj.
Dari sisi cerita, film ini dirancang menyoroti benturan antara individu biasa di kedua sisi, baik dan jahat. Baik korban maupun pelaku digambarkan sebagai orang-orang dengan latar belakang kehidupan yang kompleks, sehingga konflik terasa lebih manusiawi dan relevan.
Film The Red Line menceritakan tentang Or, mantan marketer handal yang memutuskan menjadi ibu rumah tangga, namun hidupnya berubah drastis setelah menjadi korban penipuan geng call center yang menguras seluruh tabungan keluarganya.
Kisah ini berlatar sebelum pecahnya konflik di wilayah perbatasan, saat Or harus menghadapi kenyataan pahit bahwa sistem hukum tidak mampu mengembalikan apa yang telah hilang. Rasa putus asa yang ia alami perlahan berubah menjadi kemarahan.
Dalam usahanya mencari keadilan, Or bekerja sama dengan korban lain, seperti Fai, seorang terapis fisik yang kehilangan tabungan impiannya, serta Waewwow, seorang penjual online yang neneknya juga tertipu hingga kehilangan seluruh uang simpanan.
Mereka kemudian membentuk tim untuk memburu Ud, pemimpin geng call center yang menjadi dalang di balik seluruh penipuan tersebut. Dalam misinya, mereka dibantu oleh OJ, seorang hacker berpengalaman.
Aksi mereka pun berubah menjadi operasi berbahaya untuk membongkar jaringan kejahatan dan merebut kembali semua yang telah direnggut dari mereka.

Poster film The Red Line (2026) (sumber: Netflix)

(sumber: Netflix)
Proses produksi film The Red Line disebut dilakukan dengan riset mendalam dari berbagai sisi. Informasi tidak hanya dikumpulkan dari korban penipuan, tetapi juga melalui observasi langsung ke wilayah perbatasan serta komunikasi dengan berbagai pihak terkait. Pendekatan ini dilakukan untuk membangun gambaran yang realistis tentang jaringan kejahatan call center.

(sumber: Netflix)
Selain itu, proses pendalaman karakter juga melibatkan simulasi penipuan yang dilakukan oleh pelaku asli. Para pemeran diperlihatkan secara langsung bagaimana pola komunikasi dan teknik manipulasi yang digunakan oleh sindikat tersebut. Bahkan, individu yang pernah terlibat dalam jaringan call center turut dilibatkan untuk memastikan detail adegan terasa autentik.
Saksikan The Red Line di Netflix!






