Connect with us

Berita Hiburan

Peserta Indonesia Dalam Ajang Film Dokumenter In-Docs By The Sea 2018 

Peserta Indonesia Dalam Ajang Film Dokumenter In-Docs By The Sea 2018 

PESERTA INDONESIA DALAM AJANG FILM DOKUMENTER IN-DOCS BY THE SEA 2018

Jakarta, Layar.id – Tahun ini adalah tahun kedua penyelenggaraan ajang film Dokumenter In-Docs By The Sea 2018. Digelar selama sepekan di Bali, forum ini diikuti 31 proyek dokumenter dari 11 negara.

Docs By The Sea 2018 memiliki sesi pitching forum yang berlangsung pada 7 hingga 9 Agustus 2018.

In-Docs, adalah lembaga nirlaba yang mendedikasikan diri untuk ekosistem film dokumenter Indonesia. Kemudian menghubungkan para pembuat film dokumenter Indonesia, Asia Tenggara dengan industri dan investor film internasional.

In-Docs By The Sea, adalah peluang para pembuat film bertemu dengan lembaga donor, distributor, jaringan televisi hingga plarform dunia.
Seperti diungkapkan Amelia Hapsari yang dilansir Tempo.

Dalam ajang ini, ada sekitar 31 film yang telah diseleksi dan mengikuti kegiatan pitching bersama pelaku industri film dokumenter.

Penyelenggaran Docs By The Sea tahun ini, In-Docs didukung Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf). Kolaborasi dengan perusahaan on-demand berbasis aplikasi, yaitu Gojek.

Ini bertujuan untuk menciptakan skema pendanaan film dokumenter, bernama Docs By The Sea Co-Production Fund.

PEMBEKALAN PESERTA

Sejumlah aktivitas dilakukan, seperti story telling lab, editing lab, master class, pitching exercise, dan pitching forum. Kegiatan ini untuk membekali para sineas saat presentasi di hadapan para investor dunia.

Menurut ketua panitia Amelia Hapsari, peserta dibimbing dalam penyusunan story telling. Lalu, menghitung  pembiayaan pembuatan sebuah film. Harapannya kelak begitu film selesai diproduksi maka akan menjadi suara mereka.

Selanjutnya, film-film terpilih diberi kesempatan untuk bisa mendapat bantuan dana dan pelatihan dari beberapa lembaga.

Seperti Tribeca Film Institute (Amerika), Guardian (Inggris), Al-Jazeera (Qatar), SBS (Australia), Ideosource (Indonesia), Visions du Reél (Swiss). Lembaga Dok Leipzig (Jerman), POV (Amerika), NHK (Jepang), Asian Network for Documentary (Korea Selatan).

Kemudian juga lembaga Channel News Asia (Singapura).

Pada hari terakhir, beberapa proyek film dipilih untuk memperoleh dukungan dari pelaku industri film dokumenter internasional.

DAFTAR PESERTA TERPILIH

Peserta Indonesia Dalam Ajang Film Dokumenter In-Docs By The Sea 2018 

Dalam ajang In-Docs By The Sea tahun ini, ada beberapa peserta yang berhasil terpilih. Mereka akan mendapat dukungan dari pelaku industri film dokumenter internasional yaitu:

IDFA Prize
Proyek film ini akan menghadiri IDFAcademy dan IDFA Forum selama perhelatan International Documentary Film Festival Amsterdam 2018. Yang terpilih Under the Stars karya Venice Atienza dari Filipina.

Dok Leipzig Prize
Proyek film akan hadir pada the co-production market di Dok Leipzig 2018. Yang akan mengikutinya adalah Miss Universe in Jail, sutradara Max Canlas dari Filipina.

Sedangkan satu proyek yang terpilih pada work-in-progress forum di Dok Leipzig 2018, adalah, An Elegy to Forgetting karya Kristoffer Brugada dari Filipina.

AIDC Prize
Satu proyek film dari ndonesia Sculpting the Giant, sutradara Rheza Arden Wiguna dan Banu Wirandoko. Proyek film ini terpilih untuk melakukan pitching di Australian International Documentary Conference 2019.

Satu proyek film terpilih lainnya dari Indonesia yaitu film Help is on the Way? Film ini karya sutradara Ismail Fahmi Lubish. Akan dihadirkan pada Australian International Documentary Conference 2019.

Docs Port Incheon Prize
Dalam ketegori ini, ada tiga proyek terpilih yang akan mengikuti pitching Docs Port Incheon Prize 2018. Yaitu The Songbirds of Aceh karya Aminda Faradilla (Malaysia).

Kemudian ada Touch the Color karya Baby Ruth (Filipina). Dan yang terakhir adalah film Press Play: How to Expose the Truth karya Jayson Bernard Santos (Filipina).

Current Time TV’s Best Pitch Award
Dalam kategori proyek ini, karya Gerry Apiryan dari Indonesia berjudul Don’t Talk About Freedom memperoleh hadiah tunai USD 3,000. Selain itu, proyek filmnya tersebut dibeli oleh Current Time TV.

Wow…, keren juga ya proyek film dokumenter karya anak bangsa ini?

Tokyo Docs Prize
Sebuah film garapan Ucu Agustin berjudul How Far I’ll Go menjadi proyek film terpilih untuk mengikuti pitching di Tokyo Docs 2018.

DOCS BY THE SEA CO-PRODUCTION FUND

Kategori penghargaan ini diberikan kepada tiga belas proyek yang akan menerima dukungan mentorship, pendanaan, dan distribusi dari GO-JEK, Bekraf, and In-Docs.

Proyek film yang berhasil mendapatkannya adalah:

  1. Sculpting the Giant (Indonesia) karya sutradara Rheza Arden Wiguna, Banu Wirandoko.
  2. The Flame (Indonesia) karya sutradara Arfan Sabran.
  3. Don’t Talk About Freedom (Indonesia) karya sutradara Gerry Apiryan.
  4. The Songbirds of Aceh (Malaysia) karya sutradara: Aminda Faradilla.
  5. Rato and I (Indonesia) karya Sutradara Ray Nayoan.
  6. You and I (Indonesia) karya sutradara Fanny Chotimah.
  7. A Boarding School (Indonesia) karya Shalahuddin Siregar.
  8. My Big Sumba Family (Indonesia) karya Tonny Trimarsanto.
  9. The Other Half (Indonesia) karya Wahyu Utami Wati
  10. The Plastic Bag Journey (Indonesia) karya Gugun Junaedi dan Lutfi Wahyudyanti
  11. Nchay Looking for Haven (Indonesia) karya Andi Hutagalung.
  12. Help is on the Way? Karya Ismail Fahmi Lubish.
  13. How Far I’ll Go (Indonesia) karya Ucu Agustin.

PEMENANG KOMPETISI

Selain tujuh penghargaan tersebut, Tribeca Film Institute dan In-Docs turut mengumumkan 4 pemenang dari kompetisi THE IF/THEN SHORTS.

Pemenangnya ialah:

  1. Bullet-Laced Dreams karya Cha Escala, Kristoffer Brugada (Filipina).
  2. The Songbirds of Aceh karya Aminda Faradilla (Malaysia).
  3. How Far I’ll Go karya Ucu Agustin (Indonesia)
  4. Diary of Cattle karya David Darmadi, Lidia Afrilita (Indonesia).

Keempat film terpilih tersebut akan memperoleh dukungan pendanaan dari In-Docs untuk menyelesaikan proyek filmnya. Selain itu, mereka juga akan mendapatkan mentorship dan distribusi dari Tribeca Film Institute.

Jaringan Al Jazeera memilih proyek dokumenter Touch the Color yang disutradarai Baby Ruth dari Filipina. Proyek film ini akan masuk dalam program serial dokumenter Witness.

FILM DOKUMENTER INDONESIA

Peserta Indonesia Dalam Ajang Film Dokumenter In-Docs By The Sea 2018 

Dapat dilihat bahwa dari 31 proyek, sebanyak 21 film dokumenter Indonesia berhasil masuk dalam Docs By The Sea.

Seperti diungkapkan ketua penyelenggara Amelia, bahwa dari Indonesia ada banyak yang dapat meeting. Contohnya saja Help is on the way? Kisah  tentang training TKI. Lalu The Flame bercerita tentang pembakaran hutan.

Selain dua judul itu, masih ada film dokumenter lain. Seperti film tentang Harry Roesli dalam Philosophy Gang: Your Fantasy Right Here! Kemudian, ada kisah dua remaja tunanetra dalam How Far I’ll Go.

Dengan adanya acara ini, maka bisa menjadi pembuktian bagi para sineas dokumenter Asia Tenggara. Mereka membuktikan hasil karyanya di industri film dokumenter internasional yang infrastrukturnya jauh lebih terbangun.

Di situ, para sineas dokumenter Asia Tenggara berpeluang mendapat dukungan penuh dari beberapa penggiat (decision maker) di seluruh dunia.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Popular

Chris Evans dan Scarlett Johansson Tengah Digandeng untuk Reuni dalam “Little Shop of Horrors”

Film

Judul Baru Waralaba Jurassic: “Jurassic World: Domonion” Judul Baru Waralaba Jurassic: “Jurassic World: Domonion”

“Jurassic World 3” akan Berjudul “Jurassic World: Dominion”

Film

Simak Keheningan yang Kembali Mengancam Nyawa dalam Rangkaian Trailer “A Quiet Place: Part II”

Film

Rapi Films Rilis Poster dan Teaser Trailer "Bucin" Rapi Films Rilis Poster dan Teaser Trailer "Bucin"

Rapi Films Rilis Poster dan Teaser Trailer “Bucin”

Film

Advertisement
Connect
Newsletter Signup