
Layar.id – Ingin terus menciptakan cerita yang memikat penontonnya, tentu para sutradara dan penulis perlu memutar otak untuk film dan dramanya. Tentu saja, drama Korea tentang boxing merupakan trend baru saat ini.
Dari tangan sutradara dan penulis lah. Semua tema dapat di jadikan alur cerita yang luar biasa. Mulai dari tema pembunuhan dan penculikan hingga tema keluarga dan percintaan.
Tidak terkecuali kisah tentang boxing, tentu suatu tantangan yang baru bagi penulis dan sutradara untuk mengangkat tema tersebut. Berikut film dan drama asal Korea Selatan tentang tinju atau boxing yang wajib di tonton.

Bloodhounds (sumber: Netflix)
Drama Bloodhounds menceritakan tentang dua petinju muda yang terjebak di dunia rentenir. Di mana uang lebih di utamakan daripada nyawa orang.
Kim Gun Woo terlibat dengan dengan rentenir kejam setelah ibunya terjerat utang besar dengan perusahaan Smile Capital. Gun Woo di bantu temannya, Hong Woo Jin, mencari cara untuk segera melunasi hutang tersebut.
Hingga suatu saat Gun Woo dan Woo Jin akhirnya bertemu dengan Choi Tae Ho, seorang mantan rentenir yang baik hati yang bersedia membantu.

Count (sumber: CJ Entertainment)
Film Count menceritakan tentang Si Heon, mantan peraih medali emas Olimpiade 1988 yang kini menjalani hidup sebagai guru olahraga di sebuah sekolah menengah. Meski telah pensiun dari dunia tinju, sifat keras kepala dan semangat bertandingnya masih melekat kuat dalam dirinya.
Suatu hari, ia bertemu dengan Yun Woo, petinju muda berbakat yang harus menerima kekalahan akibat kecurangan dalam pertandingan. Melihat potensi sekaligus ketidakadilan tersebut, Si Heon memutuskan untuk membentuk klub tinju di sekolahnya.
Meski mendapat penolakan dari istrinya dan pihak sekolah, Si Heon tetap melatih Yun Woo bersama beberapa siswa lain yang tak terduga. Dengan semangat pantang menyerah, mereka memulai perjalanan penuh tantangan untuk membuktikan kemampuan mereka di dunia tinju.

My Punch-Drunk Boxer (sumber: Pollux Barunson)
Film My Punch-Drunk Boxer menceritakan tentang seorang mantan petinju profesional yang harus mengakhiri kariernya akibat cedera kaki dan kegagalan dalam tes doping. Masa lalunya yang kelam membuatnya mencoba bangkit dengan menciptakan gaya bertarung unik yang ia sebut “pansori boxing”.
Setelah didiagnosis mengalami punch-drunk syndrome, ia sempat kehilangan arah. Namun berkat dukungan Min Ji, ia kembali menemukan tekad untuk naik ke ring. Dengan latihan keras dan gaya bertarung yang tidak biasa, ia berusaha membuktikan diri dan merebut kembali mimpinya di dunia tinju.

Bad Papa (sumber: MBC)
Drama Bad Papa mengisahkan Yoo Ji Cheol, mantan petinju top yang kehilangan segalanya dalam sekejap, mulai dari uang hingga reputasi. Terpuruk di titik terendah hidupnya, ia membuat keputusan sulit untuk menjadi “orang jahat” demi bisa menjadi ayah yang baik bagi keluarganya.
Dalam upaya bangkit dan mengambil kembali kendali hidupnya, Ji Cheol memilih kembali ke dunia pertarungan melalui mixed martial arts. Di tengah tekanan hidup dan pilihan moral yang rumit, ia berjuang memperbaiki masa depan sekaligus menebus kegagalannya sebagai kepala keluarga.

Crying Fist (sumber: Showeast)
Film Crying Fist mengisahkan dua pria dari latar belakang berbeda yang sama-sama berada di titik terendah hidup. Tae Shik (Choi Min Sik), mantan peraih medali perak tinju, kini hidup terpuruk, terlilit utang, ditinggal istrinya, dan bertahan dengan menjadi “sasaran pukul” di jalanan demi uang.
Di sisi lain, Sang Hwan (Ryu Seung Beom) adalah pemuda bermasalah yang hidupnya dipenuhi kekerasan hingga berakhir di penjara. Setelah keluar, ia mencoba mengubah arah hidupnya.
Keduanya kemudian melihat tinju sebagai jalan untuk bangkit dan mengikuti turnamen amatir dengan harapan mendapatkan kesempatan kedua. Namun lebih dari sekadar menghadapi lawan di ring, mereka juga harus berhadapan dengan masa lalu dan diri mereka sendiri. (Helen/Cris)






