Mengapa Kesuksesan Backrooms Justru Membuat Kane Parsons Diragukan?

Sintong CrisBerita Hiburan1 month ago236 Views

Sutradara Kane Parsons di lokasi syuting Backrooms

Layar.id – Kesuksesan film Backrooms melahirkan perdebatan panjang.  Film horor garapan Kane Parsons itu mencetak pembukaan fantastis hingga 81 juta dolar AS (sekitar Rp 1,4 triliun) di Amerika Utara. Namun sebagian netizen justru mempertanyakan apakah sutradara berusia 20 tahun tersebut benar-benar memimpin produksi filmnya sendiri.

Fenomena ini muncul di tengah keberhasilan Backrooms dan Obsession yang sama-sama sukses di box office AS. Kedua film tersebut sama-sama merupakan debut penyutradaraan kreator yang lebih dulu dikenal lewat YouTube.

Ada banyak diskusi seputar kemunculan Backrooms dan Obsession sebagai momen penting bagi industri horor. Mengutip Dread Central (31/5/2026), kedua film tersebut disebut sebagai “game changer” yang membuat Hollywood mulai mempertimbangkan kembali dari mana generasi baru pembuat film akan datang, Gen Z.

Foto BTS film Backrooms, sutradara Kane Parsons

Foto BTS film Backrooms, sutradara Kane Parsons (sumber: A24)

Namun di tengah pujian yang diterima Backrooms, ada kabar burung yang meragukan kemampuan Kane Parsons. Pasalnya, sulit dipercaya bahwa seorang kreator konten di YouTube berusia 20 tahun mampu memimpin proyek film besar yang melibatkan nama-nama seperti James Wan, Shawn Levy, hingga Osgood Perkins sebagai produser.

Salah satu unggahan di X bahkan secara terang-terangan menuliskan bahwa Kane Parsons dianggap tidak benar-benar menyutradarai film tersebut.

Filmmaker dan juga seorang aktor, Mark Duplass, yang terlibat dalam film tersebut akhirnya ikut angkat bicara. Ia membantah tuduhan tersebut dan menegaskan bahwa Kane Parsons memegang kendali penuh selama proses produksi berlangsung.

Dalam tanggapannya, Duplass menyebut Kane sebagai sosok yang sangat siap dan bahkan lebih menguasai situasi dibanding banyak sutradara yang usianya jauh lebih tua. Ia juga menegaskan bahwa selama berada di lokasi syuting, Kane adalah orang yang mengambil keputusan kreatif utama dalam produksi Backrooms.

Sutradara Kane Parsons dan aktor Chiwetel Ejiofor di lokasi syuting Backrooms

Sutradara Kane Parsons dan aktor Chiwetel Ejiofor di lokasi syuting Backrooms (sumber: IMDb/A24)

Perdebatan ini muncul bukan saja berkaitan dengan usia Kane Parsons. Memang sudah terbentuk sebuah stigma yang melekat pada kreator konten yang mencoba masuk ke industri film arus utama.

Dalam wawancara dengan The Hollywood Reporter (4/2/2026), kreator YouTube Markiplier juga sempat menyinggung hal serupa saat membahas film garapannya, Iron Lung. Menurutnya, masih ada anggapan bahwa kreator YouTube belum sepenuhnya dianggap setara dengan pembuat film dari jalur konvensional Hollywood.

Kreator YouTube Charlie dari kanal penguinz0 menyoroti bagaimana film Backrooms menjadi sasaran “hate bandwagon” (tren ikut-ikutan membenci) di internet, terutama karena terus dibandingkan dengan Obsession yang juga sedang meraih kesuksesan besar.

Menurut Charlie, kritik soal Backrooms berfokus pada ritme film yang dianggap terlalu lambat dan minim jumpscare. Namun ia menilai pendekatan tersebut memang sengaja digunakan untuk membangun atmosfer liminal horror yang menjadi identitas konten Backrooms.

Chiwetel Ejiofor di Backrooms

Chiwetel Ejiofor (sumber: IMDb/A24)

Charlie juga menyoroti bagaimana sebagian penonton modern cenderung menginginkan stimulasi yang konstan dari film horor, sehingga kalau filmnya punya tempo lambat langsung dianggap membosankan. Ia bahkan membandingkan respon terhadap Backrooms dengan film-film slow burn seperti Hereditary yang menerima reaksi serupa saat pertama kali dirilis.

Meski mengaku bukan penggemar berat konten Backrooms, Charlie justru menilai versi film ini berani mengambil pendekatan berbeda dibanding banyak horor mainstream saat ini. Ia khawatir jika film-film seperti Backrooms terus ditolak hanya karena tidak mengikuti formula horor populer, maka studio akan semakin sering memproduksi film yang bermain aman dan terasa seragam.

Terlepas dari berbagai perdebatan tersebut, Backrooms sukses menjadikan Kane Parsons sebagai sutradara termuda yang berhasil membawa filmnya ke puncak box office Amerika Utara.

Film Backrooms akan tayang di bioskop Indonesia mulai 10 Juni 2026.

Karya yang dimuat ini adalah tanggung jawab penulis seperti yang tertera, dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi layar.id.

Loading Next Post...
Follow
Sidebar Search Trending
Popular Now
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...