
Layar.id – Pernah nggak sih kalian ngerasa pilihan hidup kalian dianggap sebelah mata cuma karena nggak sesuai standar umum? Nah, jiwa dari film Nobody Loves Kay berangkat dari keresahan itu.
Terinspirasi dari perjalanan hidup atlet esports legendaris, ONIC Kairi, film ini siap memotret realitas pahit manis di balik gemerlapnya panggung kompetisi profesional. Ini bukan cuma soal menang atau kalah di arena, tapi tentang pembuktian sebuah generasi yang lelah diremehkan.
Film Nobody Loves Kay menceritakan tentang Kay, seorang siswa SMA yang bercita-cita menjadi pemain pro game online hingga bisa tampil di turnamen dunia. Di tengah mimpinya itu, Kay harus menghadapi tekanan keluarga yang ingin dirinya fokus pada sekolah dan memiliki masa depan yang lebih pasti.
Masalah mulai muncul ketika nilai Kay terus menurun. Ibunya pun memberi ultimatum keras, yaitu memperbaiki prestasi sekolah atau pindah ke Arab Saudi untuk tinggal bersama orang tuanya. Tak ingin meninggalkan kehidupan dan mimpinya, Kay mencoba membagi waktu antara belajar dan mengikuti kompetisi game bersama dua sahabatnya, Ido dan Aurelio.
Dalam usahanya memperbaiki nilai, Kay mendapat bantuan dari Amanda, murid paling pintar di kelasnya. Namun, ambisi Kay untuk mengejar karier sebagai pemain profesional justru membuat hubungan pertemanannya perlahan retak. Ido mulai kecewa karena Kay tidak lagi fokus pada tim, sementara Aurelio juga harus menghadapi masalah keluarganya sendiri.
Keadaan semakin memburuk ketika Kay dikeluarkan dari tim dan kehilangan orang-orang terdekatnya akibat ambisi yang tidak terkendali. Ia bahkan harus menerima kenyataan pahit setelah dikeluarkan dari sekolah dan bersiap meninggalkan Indonesia.
Di titik terendah hidupnya, Kay mulai menyadari arti persahabatan, keluarga, dan mimpi yang sebenarnya. Kesempatan baru akhirnya datang ketika ia mendapat tawaran menjadi pemain profesional. Namun kali ini, Kay tidak lagi hanya mengejar kemenangan, melainkan ingin memperbaiki hubungannya dengan orang-orang yang pernah ia sakiti.
Beberapa tahun kemudian, Kay berhasil mencapai panggung kompetisi dunia dan harus berhadapan dengan Ido, sahabat lamanya yang kini berubah menjadi rival terbesar.
Baca juga: Review Nobody Loves Kay

Poster film Nobody Loves Kay (sumber: Migunani Cinema Cult/Qun Films)

Bima Azriel dan Rey Bong – Pemeran Nobody Loves Kay (sumber: Onic/Migunani Cinema Cult/Qun Films)
Cerita film Nobody Loves Kay mengambil inspirasi besar dari perjalanan hidup Kairi Rayelsdelsol alias ONIC Kairi, pemain profesional Mobile Legends asal Filipina yang berkarir di Indonesia.

Joshia Frederico dan Aurora Ribero – Pemain Nobody Loves Kay (sumber: Onic/Migunani Cinema Cult/Qun Films)
Film ini turut menandai debut layar lebar bagi sutradara Bernardus Raka, yang sebelumnya sukses menggarap video musik untuk musisi ternama seperti Hindia dan Sal Priadi. Sang sutradara menekankan bahwa film ini menangkat topik universal seperti persahabatan, keluarga, percintaan, dan pengorbanan dengan balutan kisah dan keseruan pro gamer seperti Kay.

(sumber: Onic/Migunani Cinema Cult/Qun Films)
Melalui film ini, ONIC berkomitmen membawa industri esports ke ranah hiburan yang lebih luas sebagai medium storytelling yang relevan bagi audiens umum.
Film Nobody Loves Kay dijadwalkan tayang di bioskop pada 4 Juni 2026.






