
Layar.id – Nama Kairi kembali menjadi sorotan setelah kisah hidupnya diangkat ke layar lebar melalui film Nobody Loves Kay. Bagi penggemar Mobile Legends, sosok pemain ONIC Esports ini tentu sudah tidak asing lagi. Namun, banyak penonton umum yang mungkin baru mengenal namanya setelah film tersebut tayang.
Kairi dikenal sebagai salah satu jungler terbaik di skena MLBB Asia Tenggara. Kariernya yang penuh perjuangan, mulai dari Filipina hingga meraih kesuksesan bersama ONIC Indonesia, menjadi inspirasi utama dalam film Nobody Loves Kay.
Lalu, siapa sebenarnya Kairi ONIC? Dan siapa aktor yang dipercaya memerankan sosoknya dalam film tersebut? Berikut profil lengkap Kairi ONIC beserta pemeran karakter Kay di Nobody Loves Kay.

Kairi Onic (sumber: Onic)
Kairi Ygnacio Rayosdelsol atau yang lebih kalian kenal sebagai Kairi ONIC adalah pemain profesional Mobile Legends asal Filipina yang lahir pada 21 September 2005.
Ia terkenal sebagai salah satu jungler terbaik di skena kompetitif Mobile Legends Asia Tenggara. Kairi mulai menarik perhatian publik sejak bermain bersama tim ONIC PH di Filipina sebelum akhirnya membuat langkah besar dengan bergabung bersama tim Indonesia, ONIC Esports.
Kepindahannya ke Indonesia menjadi salah satu transfer paling fenomenal di dunia Mobile Legends. Sebab, Kairi menjadi salah satu pemain impor Filipina pertama yang sukses besar di MPL Indonesia.
Bersama tim berjuluk “Landak Kuning”, Kairi berhasil membawa ONIC meraih berbagai gelar penting. Gaya bermainnya yang agresif, cepat membaca momentum, dan kemampuan mekanik tinggi membuatnya dianggap sebagai salah satu jungler paling mematikan di MPL.
Nama Kairi semakin besar ketika berhasil membawa ONIC mendominasi kompetisi domestik Indonesia sekaligus tampil kompetitif di level internasional seperti M-Series dan berbagai turnamen regional.
Tak hanya terkenal karena kemampuan bermainnya, Kairi juga punya basis penggemar besar berkat kepribadiannya yang tenang, rendah hati, dan chemistry kuat bersama rekan satu tim ONIC.

(sumber: Migunani Cinema Cult/Qun Films)
Nobody Loves Kay merupakan film yang terinspirasi dari perjalanan hidup Kairi ONIC. Film ini mengangkat kisah perjuangan seorang anak muda yang mencoba mengejar mimpi menjadi pemain profesional esports, menghadapi tekanan keluarga, ekspektasi sosial, hingga perjuangan membuktikan dirinya di dunia kompetitif.
Meski menggunakan nama karakter “Kay”, film ini kabarnya terinspirasi langsung dari perjalanan hidup Kairi sebagai pemain profesional.
Sebelum menjadi film panjang, kisah Kairi juga sempat juga mereka angkat dalam proyek pendek berjudul The Dream Chaser: Kairi’s Untold Story, sebuah short movie yang memperlihatkan perjuangan Kairi sejak kecil hingga menjadi pemain profesional Mobile Legends.
Kehadiran film ini juga memperlihatkan bagaimana esports kini bukan lagi sekadar dunia game, melainkan bagian dari budaya populer yang cukup besar untuk diadaptasi ke layar lebar.
Baca juga: Review film Nobody Loves Kay

(sumber: Migunani Cinema Cult/Qun Films)
Karakter Kay diperankan oleh Bima Azriel, aktor muda Indonesia yang sudah cukup lama aktif di industri film sejak usia anak-anak.
Bima Azriel memiliki nama lengkap Azriel Bima Raffaditya dan lahir di Malang, Jawa Timur pada 28 Oktober 2006. Dengan tanggal lahir tersebut, Bima kini berusia 19 tahun pada 2026. Ia diketahui menganut agama Islam dan sudah memulai karier akting sejak masih kecil.
Sebelum mendapatkan kepercayaan memerankan karakter yang terinspirasi dari Kairi ONIC, Bima sudah lebih dulu dikenal lewat sejumlah film dan serial Indonesia.
Wajahnya mungkin familiar bagi penonton karena pernah tampil di berbagai judul populer seperti Milea: Suara dari Dilan, Dilan 1991, hingga sejumlah proyek drama remaja dan film keluarga. Ia juga terkenal sebagai aktor muda yang cukup fleksibel memainkan karakter emosional maupun coming-of-age.
Pemilihan Bima Azriel sebagai “Kay” jadi menarik karena karakter ini bukan sekadar pemain esports biasa. Film Nobody Loves Kay sendiri bawa sisi personal sebagai pro player. Mulai dari tekanan untuk berhasil, hubungan dengan keluarga, tuntutan publik, sampai perjuangan mental mengejar mimpi di dunia kompetitif.
Bagi Bima sendiri, peran ini jadi salah satu proyek menantang dalam karirnya. Karena harus bisa bawa figur seperti Kairi ONIC.

(sumber: Migunani Cinema Cult/Qun Films)
Kairi kini berada di posisi yang cukup unik. Ia bukan hanya sekadar pemain profesional Mobile Legends, tetapi sudah berkembang menjadi figur budaya pop esports Indonesia.
Jika dulu kisah atlet yang banyak ngangkat ke film identik dengan sepak bola atau balap. Sekarang pemain esports pun mulai mendapat tempat yang sama.
Lewat Nobody Loves Kay, perjalanan Kairi ONIC memperlihatkan bahwa perjuangan menjadi pro player ternyata tidak sesederhana “main game lalu terkenal”. Ada latihan panjang, tekanan mental, ekspektasi besar, hingga pengorbanan yang jarang terlihat publik.
Dan mungkin, itulah alasan mengapa kisah Kairi terasa cukup relevan bagi banyak anak muda hari ini tentang mimpi yang buat sebagian orang tidak realistis, tapi tetap berjuang sampai berhasil.






