Review Songko, Urban Legend Lebih Fresh!

Adiyasa PrahendaFilm Indonesia1 month ago1.8K Views

Review Songko

Layar.id – Film horor Indonesia beberapa tahun terakhir terasa terlalu nyaman bermain di wilayah yang sama dari Jawa, mitos yang itu-itu lagi, dan formula yang makin bisa ditebak. Songko datang sebagai anomali kecil yang cukup berani, dengan membawa cerita dari Minahasa, sesuatu yang jarang sutradara bahkan produser bawa ke layar lebar. Simak review Songko berikut!

Ceritanya sederhana, sebuah desa kecil terguncang setelah hilangnya seorang gadis perawan. Kecurigaan langsung mengarah ke Songko, sosok yang mereka percaya kerap menculik gadis-gadis muda demi tujuan yang lebih gelap. Namun, di tengah tuduhan itu, Helsye justru melihat ada yang tidak beres, seakan teror yang terjadi tidak sesederhana itu oleh para warga. Dari sini, film mulai membangun lapisan misteri sekaligus paranoia kolektif.

Cerita Songko Lebih Berani dan Segar

(sumber: Dunia Mencekam Studios)

Kekuatan utama Songko ada pada pendekatannya terhadap konflik. Gerald Mahamit tidak hanya menjual sosok “hantu”, tetapi juga memperlihatkan bagaimana ketakutan bisa berubah menjadi kepanikan massal.

Keributan antarwarga, tuduhan tanpa dasar, hingga pengusiran menjadi refleksi menarik tentang bagaimana masyarakat merespons sesuatu yang tidak mereka pahami. Ini yang membuat Songko terasa lebih hidup banding dengan horor lokal kebanyakan.

Namun, film ini tidak sepenuhnya solid. Pergerakan emosi para warga kadang terasa inkonsisten sekali dengan amarah bisa muncul tiba-tiba tanpa fondasi yang cukup kuat. Memang ada upaya menjelaskan lewat flashback, tapi eksekusinya belum cukup tajam untuk benar-benar mengikat semua motif yang ada.

Aktor Lokal Mulai Berani Tunjukkan Diri

(sumber: Dunia Mencekam Studios)

Di sisi lain, keputusan menggunakan aktor lokal jadi salah satu nilai jual terbesar. Dialog terasa natural, logat Manado terdengar autentik, dan interaksi antar karakter terasa organik. Ini secara tidak langsung menjadi sindiran halus bagi industri yang masih terlalu sering mengorbankan keaslian demi nama besar.

Imelda Therinne dan Felicia Brigitta sendiri malah jadi karakter paling kuat. Sedangkan Annette Edoarda pun sebenarnya karakter utama yang tidak boleh kalian lewati. Karena ia adalah sosok yang berhubungan langsung dengan mimpi buruk tersebut.

Visual Langsung dari Minahasa

(sumber: Dunia Mencekam Studios)

Secara visual, Songko juga tidak main aman. Pengambilan gambar langsung di Minahasa memberikan lanskap yang segar terus pantai, hutan, dan desa terasa nyata, bukan sekadar latar tempelan. Atmosfernya berhasil mendukung nuansa misteri yang dibangun sepanjang film.

Songko mungkin belum sempurna sebagai sebuah film horor. Namun, keberaniannya keluar dari pakem yang sudah terlalu sering diulang membuatnya layak diperhitungkan. Setidaknya, ini adalah pengingat bahwa horor Indonesia punya banyak cerita yang belum digali dan Songko baru membuka sedikit pintunya. Jadi rating film Songko kami beri 7.8/10 deh!

Karya yang dimuat ini adalah tanggung jawab penulis seperti yang tertera, dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi layar.id.

0 Votes: 0 Upvotes, 0 Downvotes (0 Points)

Loading Next Post...
Follow
Sidebar Search Trending
Popular Now
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...