Review Patah Hati yang Kupilih, Bakalan Melelahkan

Adiyasa PrahendaFilm Indonesia7 months ago658 Views

Layar.id – Coba deh pacaran beda agama tapi kalau paksa terus akhirnya jadi capek. Itulah yang saya rasakan menonton film Patah Hati yang Kupilih. Bukan semata melihat akting pemainnya bikin capek, tapi konfliknya terasa sekali sampai akhirnya yang nonton pun ikutan capek. Tapi, buat yang pacaran beda agama mah ini bakalan related banget. Mungkin Review Patah Hati yang Kupilih ini bisa jadi bahan renungan kalian?

Memang, premisnya adalah Alya dan Ben sendiri berpacaran namun Ben pergi ke Gereja dan Alya pergi ke Mesjid. Mereka punya rencana dan masa depan namun sampai akhirnya ada “kecelakaan” yang lahirkan seorang anak perempuan cantik bernama Freya.

Lantas, apakah Ben bertanggung Jawab ke Alya soal Freya. Dan apakah Alya memang mau bersama dengan Fadil yang lebih terbuka dan mau menerima Freya. Lantas, apakah ada konflik apalagi di film ini?

Cerita Penuh Konflik

Review Patah Hati yang Kupilih

Memang awalnya konflik ini muncul saat Freya sendiri hadir bersama Alya. Bukan itu saja, tapi kemunculan Freya ini akan bikin bingung penonton yang tidak pernah menonton sama sekali miniseri mereka dulu. Pasalnya, Fadli sendiri muncul juga sebagai pahlawan dan mencoba dari segala sisi untuk jadi pendamping Alya.

Namun bagaimana Ben? Justru ini kunci utama dari cerita ini. Bagaimana bisa Ben ini bisa tidak ingat siapa anaknya dan kenapa orang tua-nya seperti sembunyikan Ben. Ini seperti konflik yang dari awal seperti tidak matang. Alasan demi alasan orang tua karena beda agama itu klise sebenarnya. Tapi yang jadi pertanyaan, kenapa tidak coba berimbang?

Jadinya konflik Alya dan Ben ini seperti coba mereka gaungkan demi bisa kasih gambaran kalau efek pacaran dan nikah beda agama seperti ini. Namun, beneran sih film ini bisa kasih strong point dari POV orang tua.

Akting Emosional Sampai ke Penonton Tapi Capek

Ya memang terlalu capek dengan akting yang selalu saja keluar emosi melulu. Beneran saat nonton ini semua energi emosional itu beneran keluar. Seolah kaya kita yang pernah atau malah jalani hubungan beda agama ini jadi dapat penghakiman.

Mungkin ya, kita merasakan tapi apabila yang lain mungkin bisa berderai air mata lho. Beneran sih, ini film lebih ke kaya siksaan buat kita yang masih melawan kepada tuhan deh. Tapi ya, Prilly dan Brian Domani bisa suguhkan akting yang beneran intimate dan juga seperti kisah orang-orang dengan beda agama pada umumnya.

Mungkin sih, bisa kasih sedikit rasa romantis bareng lah. Minimal biar kita ngerasain masa romantisnya itu lho. perbanyak lah momen kaya gitu.

Sinematografi Sederhana

Sebenarnya sih Patah Hati yang Kupilih ini mencoba pakai sinematografi seminimal mungkin tanpa efek atau apapun itu. Mencoba ambil gambar dengan pesona yang lebih sederhana namun setiap sudut punya pesan menohok.

Setidaknya, Review Patah Hati yang Kupilih ini gambarkan betapa kuatnya konflik dan sedikit namanya honeymoon phase. Tapi ya, kita kasih deh angka 7.5/10!

Karya yang dimuat ini adalah tanggung jawab penulis seperti yang tertera, dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi layar.id.

Loading Next Post...
Follow
Sidebar Search Trending
Popular Now
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...