Review Air Mata di Ujung Sajadah 2 (AMDUS 2 )

Isaura SalsabillaFilm Indonesia7 months ago402 Views

AMDUS

Layar.id – Saat dapet mengumuman film Air Mata di Ujung Sajadah 2, pikiran kami melayang ke dua kemungkinan yang terjadi: sequel yang penting atau cerita yang berbeda dari film sebelumnya. Film ini menceritakan tentang kelanjutan kisah Aqilla, Yumna, dan Baskara dari film pertamanya yang mencapai 3,1 juta penonton. Berikut review film Air Mata di Ujung Sajadah 2 dari Layardotid.

Artikel ini akan mengandung spoiler demi kebutuhan penulisan, ya!

Antara Ibu Kandung dan Ibu Sambung

Film Air Mata di Ujung Sajadah 2 (selanjutnya akan kita sebut sebagai AMDUS 2) melanjutkan kisah dari Aqilla, Yumna, dan Baskara dari film pertamanya. Salah satu hal yang jadi highlight dalam film ini adalah peran orangtua kandung dan sambung terhadap anak mereka. Sang ibu kandung yaitu Aqilla, udah lama banget nggak ketemu sama anaknya, Baskara. Karena Baskara saat itu sedang berada di bawah asuhan sang ibu sambung yaitu Yumna.

Namun, justru karena status itulah masalahnya terpecah antara siapa yang lebih pantas merawat Baskara. Misalnya, Yumna menolak bantuan-bantuan dana dari Aqilla karena menjaga harga diri dan martabat keluarganya. Di sisi lain, Aqilla juga mau turut serta dalam merawat Baskara karena ia tidak pernah punya kesempatan untuk hal tersebut.

Tidak Ada Peran Ibu Yang Lebih Penting

First Look AMDUS

Yang jadi poin plusnya, film AMDUS 2 nggak nunjukin sisi mana yang lebih condong atau lebih penting. Kedudukan sang ibu kandung, Aqilla, dan ibu sambungnya, Yumna, dipotret sejajar dengan balutan kisah drama yang mengharukan. Sama-sama sayang Baskara dan sama-sama ingin yang terbaik untuk Baskara.

Kita lihat dari sisi Aqilla sebagai ibu kandung. Aqilla yang terpisah dari Baskara akhirnya mengambil langkah untuk kembali menemui sang anak setelah lama tidak bersama. Lalu, Aqilla juga membantu keluarga Yumna yang baru tertimpa musibah demi kebaikan Baskara. Meski di Yumna kerap menolak bantuannya, namun Aqilla tetap gigih membantu Yumna. Aqilla is definitely a girl’s girl!

Dari sisi Yumna sebagai ibu angkat, ia rela melepaskan Baskara untuk kembali pada ibu kandungnya. Meski tidak melahirkan Baskara, cinta kasih Yumna nggak kalah hebat dengan Aqilla yang mengandung sang anak. Kebesaran hati Yumna sukses menggerakkan emosi penonton karena kegigihan dan rasa sayangnya yang sangat besar, dengan memberikan ruang bagi Baskara untuk memilih jalannya sendiri. At the end of the day, love wins. Mother’s love wins.

Yang Kureng-Kurengnya

Meski ceritanya super-dramatis dan emosional, ada beberapa kekurangan yang kita notis selama menonton film AMDUS 2. Konfliknya seolah menurun dari bagian awal hingga bagian akhir. Alur ceritanya lumayan ketebak. Namun masih cukup menguras emosi penontonnya, nggak terlihat kayak “sinetron banget, deh!” atau terlalu dibuat dramatis. Ya, kalo kalian bukan penikmat film drama, kayaknya salah nonton film, sih…

Penulisan karakter pendukung juga kurang dieksplorasi. Misalnya karakter Fathan, yang diperkenalkan sebagai adik dari Arif, suami Yumna. Karakter ini terasa agak monoton jika berbanding dengan Yumna dan Aqilla yang sangat kompleks. Karakter lain yang lebih stand-out adalah karakter Mbok Tun, pengurus rumah tangga Yumna yang sensi abis sama Aqilla.

Overall Review

Kalau kalian penikmat film drama religi Indonesia yang emosional, maka film Air Mata di Ujung Sajadah 2 adalah pilihan yang bisa kalian tonton di bioskop. Film ini menawarkan kisah pemahaman bahwa tidak ada kasih sayang seorang ibu yang lebih besar antara satu sama lain. Karena cinta nggak hanya terbatas antara darah dan keturunan saja.

Sudah tayang di bioskop mulai 23 Oktober 2025!

Score: 3/5

Karya yang dimuat ini adalah tanggung jawab penulis seperti yang tertera, dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi layar.id.

Loading Next Post...
Follow
Sidebar Search Trending
Popular Now
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...