
Layar.id – Ada hal menarik dari film Suka Duka Tawa, bukan cuma karena Rachel Amanda tampil sebagai stand-up comedian, tapi karena ini adalah debut film panjang sutradara Aco Tenriyagelli!
Nama Aco mungkin belum sepopuler sutradara-sutradara mainstream lain, tapi buat banyak penikmat film pendek dan serial, ia dikenal sebagai sosok dengan gaya bercerita yang jujur, emosional, dan dekat dengan kehidupan nyata.
Lewat Suka Duka Tawa, Aco akhirnya membawa gaya khasnya ke layar lebar, yaitu kisah-kisah tentang manusia dan luka serta humor yang muncul di tengah kegetiran hidup.

Film ini mengikuti perjalanan seorang perempuan komika (diperankan oleh Rachel Amanda) yang harus menyeimbangkan hidup di atas panggung dan kehidupan pribadinya yang penuh gejolak. Di atas panggung, tawa jadi pelindung. Tapi begitu lampu padam, muncul sisi lain berupa rasa kesepian, keresahan, dan beban hidup yang sulit dijelaskan.
Melalui karakter ini, Aco ingin menunjukkan bahwa tawa tidak selalu lahir dari kebahagiaan. Kadang, itu justru cara manusia untuk tetap waras. Ceritanya terasa dekat, nyata, dan punya nuansa getir yang khas .
Seperti nonton seseorang berusaha tegar, tapi dengan cara yang lucu dan penuh empati.

Suka Duka Tawa adalah film panjang pertama dari Aco Tenriyagelli setelah bertahun-tahun berkarya di film pendek dan serial. Aco menulis naskah film ini berdasarkan banyak pengamatannya terhadap dunia komedi Indonesia, terutama para komika yang sering menjadikan kesedihan mereka sebagai bahan tawa di panggung.
Yang membuat film ini menarik adalah cara Aco menggabungkan drama dan humor tanpa kehilangan sisi manusiawi. Ia nggak ingin membuat film yang cuma lucu, tapi juga menggugah. Dengan nada hangat dan visual yang sederhana tapi penuh makna, Suka Duka Tawa terasa seperti surat cinta untuk orang-orang yang bertahan lewat tawa.
Aco Tenriyagelli menunjukkan bahwa “tertawa” bisa jadi bentuk keberanian, bukan pelarian. Dan lewat film debutnya ini, ia mempertegas posisinya sebagai salah satu sutradara muda paling menjanjikan di perfilman Indonesia.

Sebelum mengarahkan Suka Duka Tawa, Aco lebih terkenallewat karya-karya pendek yang memenangkan hati banyak penonton festival. Ia sempat menjadi nominasi Piala Citra untuk Film Pendek Terbaik, dan sering menulis cerita dengan tema sederhana tapi mengena.
Aco punya gaya khas dalam karya-karyanya. Penyampaian dialog yang terasa seperti percakapan sehari-hari, karakter yang nggak hitam-putih, dan situasi yang sering bikin penonton tersenyum pahit. Ia percaya bahwa manusia tumbuh lewat luka dan kemampuan untuk menertawakan luka itu sendiri.
Dalam wawancara bersama BION Studios, Aco bilang, “Gue pengen bikin film yang nggak memaksa orang tertawa, tapi bikin mereka sadar kalau tawa itu kadang muncul dari sesuatu yang sakit.”
Suka Duka Tawa akan rilis di jaringan bioskop Indonesia dalam waktu dekat. Film ini berada di bawah garapan oleh BION Studios dan Spasi Moving Image, bagian dari Visinema Group. Film ini menampilkan Rachel Amanda sebagai peran utama, sekaligus kali pertama Rachel memerankan karakter komika perempuan.






