Review It Was Just An Accident, Jafar Panahi Selow Banget!

Adiyasa PrahendaFilm Asia7 months ago1.9K Views

Layar.id – Ketika balas dendam hanya retorika, karena kemanusiaan dan maaf itu tetap nomor satu. Itulah Jafar Pahani dan kegilaannya dalam membuat film. Ketika semuanya terbatas dan juga ia tidak boleh buat film namun hasilnya malah bisa keluar dan tayang di seluruh Film Festival. Sebuah karya yang merepresentasikan korban represif pemerintah dan balas dendam paling indah dan menawan dari korban ke pelaku. Inilah Review It Was Just an Accident.

Jafar Pahani sendiri memang bikin film ini sembunyi dan tidak ada yang tahu. Malah, ia pun shootingnya malah kaya orang main curi-curi pandang saja. Tetapi, keunikan ini menjadikan film ini punya arti membekas sekali. Okelah daripada pusing beretotrika mending bahas dulu film yang memenangkan Palm D’Or 2025 kali ini.

Ceritanya Sederhana Namun Penuh Gelak Tawa

It Was Just an Accident

Inilah yang bikin Jafar Pahani bikin film tapi isinya komedi semua. Bagaimana seorang Jafar tahu mengemas komedi satir dan kritik terhadap lawan politiknya dengan sebuah cerita sederhana itu. Gampangnya deh, seorang Vahid yang ketahuan adalah tahanan politik melakukan balas dendam ke seorang pejabat pemerintah atau tentara yang pernah interogasi Vahid dan teman-temannya.

Dan Vahid sendiri bisa lakukan balas dendam hanya dengan mencari validasi ke orang yang pernah jadi korban dari kekejaman si kaki palsu. Alhasil, seluruh film ini isinya bermacam-macam karakter. Ada Hamid yang kesal dengan kelakuan si kaki palsu, Vashi pun dan Golrokh pun juga kesal. Jadinya semobil ini adalah kumpulan korban yang kesal dengan ucapan dan intimidasi dari si kaki palsu.

Tapi ya, kemasannya Jafar Pahani ini malah lebih bagus dan berasa tidak suspense thriller. Beneran, selalu saja ada komedi terselip dari kelakuan Hamid. Bahkan semua yang ada di mobil itu berdebat tapi ya akhirnya bawa lagi masalah pribadi mereka.

Ujung-ujungnya malah rasa iba bahkan tolong menolong itulah yang membuat mereka berpikir untuk apa bunuh ini orang. Dan pesannya pun bisa kita ambil dan paham bahwa balas dendam paling epik adalah tidak membalas lebih kejam seperti apa yang ia lakukan.

Sebuah pesan menohok dari seorang Jafar Pahani!

Akting dan Sinematografi Indah Sekali

It Was just an accident

Karena syutingnya diam-diam. Rasanya sih kaya melihat ini syuting proper namun dalam artian ya curi-curi waktu saja. Bahkan kita mengira ini syuting dalam skala besar lho. Tidak ada kamera shaking malah cenderung lebih proper dan enak untuk ditonton. Meskipun, ya lokasinya sangat terbatas dan cuma ada di beberapa tempat yang memang sepi dan tidak terlihat oleh pengawas pemerintah Iran.

Belum lagi akting Vahid yang beneran kaya orang mau balas dendam tapi masih ragu. Alias kaya orang bingung, namun itu semua terbayarkan oleh beberapa aktor pendukung lainnya. Sehingga film ini sendiri terasa sekali pesannya.

Sebenarnya bahas akting mereka semua sih bagus banget. Tapi kan, kita kasih nilai dulu supaya realistis. Okelah Review It Was Just an Accident adalah 9/10!

 

Karya yang dimuat ini adalah tanggung jawab penulis seperti yang tertera, dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi layar.id.

Loading Next Post...
Follow
Sidebar Search Trending
Popular Now
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...