Review Dilanjutkan Salah, Disudahi Perih (2025)

Isaura SalsabillaFilm Indonesia8 months ago487 Views

Layar.idDilanjutkan Salah, Disudahi Perih bercerita tentang Alfa (Mikha Tambayong) dan Darian (Kevin Ardilova), pasangan muda yang awalnya punya banyak harapan. Tapi konflik, perbedaan ego, dan luka masa lalu akhirnya membuat mereka memutuskan bercerai. Dan bukan cuma sekali, melainkan sampai talak tiga.

Berikut review kita untuk film Dilanjutkan Salah Disudahi Perih. Sudah tayang di bioskop mulai 25 September 2025!

Message In A Bottle

 

Film ini buka dengan cerita yang menarik dan manis. Menceritakan pertemuan Alfa dan Darian di sebuah konser musik, tempat keduanya bertemu dan saling berkeluh kesah. Alfa dan Darian kayak dua orang buta yang saling menuntun.

Pertemuan Alfa dan Darian membawa mereka ke tahap hubungan yang lebih serius melalui sebuah botol yang tersembunyi di balik sebuah tembok. Tiap harinya, mereka berkirim pesan di sebuah sticky notes yang isinya quotes-quotes gombal atau penyemangat.

Bibit cinta Alfa dan Darian tumbuh sampe mereka memutuskan untuk menikah! Tangga pernikahan itu diawali dengan sebuah botol kaca yang jadi penanda untuk kehidupan baru Alfa dan Darian.

Teriak Talak Karena Emosi

Setelah dua bulan menikah, kapal pernikahan Alfa-Darian menerjang badai rumah tangga yang besar. Saking besarnya, pertengkaran itu melibatkan KDRT. Darian melempar botol pemberian Alfa dan meneriakkan talak 3 pada sang istri.

Fyi, dalam urutan talak, talak 3 adalah urutan paling tinggi, yang mana suami yang menalak 3 istrinya nggak bisa rujuk segampang itu. Pernikahan anggapannya sepenuhnya putus dan tidak bisa dirujuk secara langsung.

Meski udah bercerai, dua keluarga mereka masih berharap agar keduanya bisa rujuk. Tapi jalan rujuk itu nggak semudah membalik telapak tangan karena ajaran agama mewajibkan sang istri menikah dengan orang lain dulu sebelum bisa kembali ke mantan suaminya.

Di sinilah muncul Zainun, pria yang jadi “suami sementara” Alfa agar rujuk bisa terjadi.

Namun, kehadiran Zainun justru memicu kecemburuan Darian yang nggak bisa lepas dari sang mantan istri. Alfa pun jadi terjebak di antara dua pria, memaksa dia dan penonton menyelami dilemma, apakah cinta cukup kuat untuk membawa kembali atau malah jadi luka yang terus berdarah?

Yang Oke-Okenya

Yang paling nendang dari Review Dilanjutkan Salah, Disudahi Perih adalah keberanian film ini mengangkat tema talak tiga.

Padahal kalau kemasnya dengan peka, tema seperti ini bisa jadi bahan refleksi soal cinta, komitmen, dan konsekuensi. Film ini memang mencoba menyajikannya lewat lapisan drama dan komedi supaya nggak terasa berat di nonton.

Adegan dialog-dialog ber-quotes jadi daya tarik utama film ini. Ada kalimat seperti, “botol kalau sudah pecah biarpun ada perekatnya, ya pasti masih ada retak” yang menggambarkan bahwa luka dalam hubungan itu nggak mudah sembuh begitu saja.

Karakter Intan bisa bisa bilang jadi karakter favorit kita karena sifatnya yang ceria dan bubbly. Intan adalah karakter yang sejak awal keliatan savior complex, tapi perjuangannya nggak nyelamatin sendiri selama berproses. Rasanya gemes ngelihat karakter sebaik dan semanis Intan ketemu Darian yang memanfaatkan keberadaannya.

Sekaligus jadi pelajaran kalo jangan berharap sama orang yang belom lepas sama masa lalunya. Setuju?

Yang Kureng-Kurengnya

Di sisi lain, karena banyak lapisan konflik (antara talak, rujuk, suami sementara, kecemburuan, keluarga) terkadang film ini terasa agak padat. Beberapa subplot mungkin terasa kurang berkembang karena batas durasi dan kesannya jadi ngada-ngadain.

Juga, pengemasan komedi bersama drama kadang agak goyah, momen lucu kadang terasa “Paksain” agar suasana tetap ringan. Ini bikin ritme film sesekali melambat atau terasa bergeser tajam antara sedih ke tawa.

Belum lagi bercandaannya yang cenderung eksplisit/dewasa. Kadang, di beberapa scene justru terkesan nggak begitu nyaman.

Jadwal Tayang

Film ini akan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 25 September 2025. Sebelum itu, film telah mendapat sorotan karena kolaborasi antara sutradara Benni Setiawan dan penulis Garin Nugroho sebagai skenario. Jangan lupa dateng ke bioskop!

Karya yang dimuat ini adalah tanggung jawab penulis seperti yang tertera, dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi layar.id.

Loading Next Post...
Follow
Sidebar Search Trending
Popular Now
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...