Review Rest Area, Eksperimen Horror Thriller-nya Wow!

Adiyasa PrahendaFilm Indonesia8 months ago725 Views

layar.id – Intinya seh, dalam horor itu sendiri ada namanya konklusi atau terserah penulis naskah mau kemana. Namun, di Rest Area sendiri tidak berlaku pakem tersebut. Mereka alih-alih coba dengan eksperimen baru dan juga bumbu politik yang sebenarnya perlu atau tidak perlu. Okelah inilah Review Rest Area.

Review Rest Area

Pertama kali dengar sinopsis Rest Area sendiri kami pun bingung kisah apa yang akan mereka bawa. Apakah ini Rest Area berhantu ataukah memang Rest Area ini dulunya banyak hantu atau bagaimana? Ternyata segampang itu lho premisnya. Okelah, Premisnya adalah Rest Area adalah lima anak orang kaya yang mencoba liburan namun di perjalanan sendiri mereka dapat teror yang beneran bikin mereka semua langsung dapatkan teror dari seorang pembunuh. Siapakah pembunuh tersebut?

Okelah kita bahas dulu deh dari segi cerita deh!

Segi cerita sendiri Banyak Eksperimen Bermain

Review Rest Area

Entahlah ini ide sutradara atau memang penulis naskah. Yang jelas, sangat tipis lho untuk ukuran film horor Thriller. Bahkan kami sendiri merasa ini masih bisa dikembangin kalau saja tidak berfokus ke satu orang saja.

Mungkin coba eksperimen dengan permainan di Rest Area yang luas namun area yang bisa mereka jangkau sendiri sangatlah sempit sekali. Alih-alih coba bangun cerita yang solid namun jatuhnya kaya teror tak ada ujungnya. Tetapi, menariknya adalah premis awal yang mereka bangun itu unik dan coba bangun dengan istilah Karma Baik dan Karma Buruk.

Review Rest Area

Coba deh, kalau ini saja mereka bangun dan motifnya jelas kan sangat enak banget. Karena tujuannya si hantu itu kan untuk balas dendam. Dan bikin kita sebenarnya gregetan adalah Time Looping itu sendiri masih bisa dikembangkan jauh lebih baik dan lebih padat. Kalau saja setiap karakter itu memang punya latar belakang yang bisa kita tahu ini sebelumnya. Ini yang jadi kekuatan sesungguhnya yang belum kita ketahui dari empat karakter tersebut.

Tapi ada yang kita suka, dan rasanya itu berpengaruh dengan cerita ini. Namun tidak bisa kita bocorkan karena nonton sendiri deh.

Akting Jelas Banget Punya Range Kuat

Review Rest Area

Soal range akting sendiri kami bisa bilang Lutesha dan Chicco Kurniawan adalah dua aktor/aktris yang jadi pemain utama di film ini. Ajiil Ditto juga menarik dan scene stealer meskipun perannya ini bisa lebih menarik lagi.

Kenapa bisa bilang keduanya adalah pembawa sesungguhnya? Jujur ya, range emosi mereka itu beneran bagus. Masih bisa improvisasi emosi dan juga perubahan karakter seperti Chicco Kurniawan yang bisa saja dalam sekejap jadi menakutkan.

Tapi seh keduanya memang pantas dapat ganjaran sebagai pemeran terbaik di film ini seh.

Sinematografi Cukup

Buat kami seh cukup tidak ada wah untuk ukuran sinematografi. Bahkan kami berpikir ini lebih realistis dan rasanya cukup saja. Okelah untuk review Rest Area kali ini kami kasih angka 6.5/10! Nonton deh, dijamin kalian tidak akan menyesal sama sekali!

 

Karya yang dimuat ini adalah tanggung jawab penulis seperti yang tertera, dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi layar.id.

Loading Next Post...
Follow
Sidebar Search Trending
Popular Now
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...