Review Tinggal Meninggal, Gilak Gilak dan Gilak!

Adiyasa PrahendaFilm Indonesia10 months ago1.6K Views

Layar.id – Sebenarnya ini seh yang bikin film Indonesia semakin cerah. Pilihan jelas terpampang nyata ada Film dengan Dark Jokes level dewa seperti Tinggal Meninggal! Beneran ini, film Tinggal Meninggal karya Kristo Immanuel beneran bawa level komedi itu ke titik atas. Bukan lagi komedi spoof atau receh kaya Naked Gun lho! Ini levelnya udah ngetawain hidup kita semua! Okelah, ini review Tinggal Meninggal kali ini.

Review Tinggal Meninggal

Sudah banyak saya bercerita tentang film ini dan seperti apa kisahnya, mungkin sinopsis sendiri sudah bosan saya bilang kalau Gema sendiri adalah karakter utama dari film Tinggal Meninggal yang inginkan sebuah perhatian besar dari temannya. Namun, caranya seperti apa? Itulah keunikan dari film ini yang jadi landasan kuat cerita tersebut. Lantas, dari saya sendiri kaya apa sih pandangannya? Simak saja berikut ini.

Cerita Seh Namanya Kristo Bukan Main Seh Gilaknya!

Review Tinggal Meninggal

Review Tinggal Meninggal

Gilaknya ini adalah bagaimana ide liar kalian bisa tumpah begitu saja jadi sebuah film. Sebuah keberhasilan eksperimental yang memungkinkan jadi sebuah film dengan cerita yang beneran bagus banget! Itulah Kristo dan Jessica Tjiu, istrinya.

Tapi seh, semua ini berkat Kristo regular ke Psikolog dan akhirnya jadi sebuah kisah psychological thriller. Bukan seh, lebih ke kaya perlihatkan bagaimana kedukaan itu malah jadi bensin buat cari perhatian. Okelah, dari sini agak spoiler namun bagaimana karakter Gema sendiri merupakan akumulasi dari absennya orang tua dan juga gugup serta malu dan juga tidak mudah diterima-nya Gema di lingkungan sekitar.

Semua ini jadinya numpuk saat dewasa. Kemudian, setting cerita pun Kristo buat seperti dunia Ahensi. Lalu, Gema sendiri bisa berinteraksi dengan penonton dan cast pendukung punya strong point termasuk Mario Caesar alias Danu sendiri. Bisa bilang Danu ini buat Kristo adalah rival sekaligus teman sekaligus pembuka semuanya. Sama-sama caper tapi bedanya capernya beda sendiri dia.

Review Tinggal Meninggal

Dan Ardit Erwandha adalah orang paling lucu setelah Acho dengan imajinasi liar kepada Gema. Entahlah Ilham sendiri bisa jadi comedy buddy sekaligus lawan main Kerin yang beneran bisa bridging satu sama lain. Alhasil seh, cerita yang Kristo bangun pun lebih menarik.

Adapun, cerita antara orang tua Gema terutama Ayu dan bapaknya ini rasanya hampir jadi filler saja. Meskipun kalau bisa ada pengembangan lebih luas lagi. Terutama sosok Ayu yang beneran bikin semua orang ketawa lepas (itu juga karena Pak Tjokro pakai imajiner terliar dia saja).

Sudahlah Kasihkan Saja Piala Citra ke Omara Langsung

Ah sudahlah, Omara buktikan sekali lagi kalo dia memang aktingnya sebagus itu. Bisa jadi Jefri tapi bisa jadi Gema dengan segala awkward situationnya. Sudahlah, kasihkan saja Piala Citra Aktor Pria Terbaik tahun ini ke Omara langsung.

Sumpah! Aktingnya itu bagus sekali, ini orang beneran bisa kaya Gema yang Kristo mau. Malah karakternya itu kaya beneran itu Omara bukan seh? Sumpah deh tidak paham kalau ini beneran dia akting atau malah kenalin dirinya itu lho!

Kemudian ada Mawar De Jongh yang malah buktikan kalau komedi itu dia bisa juga. Jujur, aktingnya menarik dan bisa jadi jembatan antara Mario Caesar sama Omara yang sama-sama caper di kantor tersebut. Memang Mawar selalu jadi pusat perhatian.

Nirina Zubir, selalu dan selalu bikin aktingnya bikin kita bertanya, jadi ibu-nya Gema cocok tapi jadi kakaknya juga cocok. Kaya bunglon, bisa berubah sesuai kondisi. Bahkan sampai teman Gema ngira Ayu itu pacarnya Gema yang dianggap seperti ibunya alias MILF! Tapi Pak Tjokro sendiri malah beda lagi nganggepnya. Alias Acho beneran bisa leap forward jadi bos yang bisa anggap ini orang pas diranjang kaya gimana.

Sinematografi pun bebas!

Sebebas imajinasi dari seorang Kristo. Mungkin saja, inilah cara Kristo berpikir dan mengolah imajinasi liar jadi sebuah film. Mungkinkah ini jadi sebuah kisah yang monoton? Jawabannya tidak! Mulai dari shoot sampai Arief Didu jadi Pendeta dan jawab Haleluya itu saja sudah bikin kita berpikir kalau Kristo mau fokus ke orang selain Gema.

Dahlah tidak bisa berkata-kata lagi deh. Intinya Kristo berhasil delivery sinematografi kali ini.

Jadi kesimpulannya adalah Semuanya Gelap dan Getir Kehidupan itu kalo jadi komedi ya seperti Tinggal Meninggal ini. Penuh komedi semuanya! Cuma mau nelen dengan cara apapun ya orang sekitar pun akan bersimpati dengan kita dan akhirnya si anak kecil itu akan mengucapkan satu kalimat, “Selamat Pagi ANAK DURHAKA!” Okelah saya kasih angka 7.5/10 untuk Review Tinggal Meninggal ini!

Jadi mau tidak dapat ucapan Selamat Pagi Anak Durhaka dari anak kecil yang ternyata itu diri kita sendiri?

Karya yang dimuat ini adalah tanggung jawab penulis seperti yang tertera, dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi layar.id.

Loading Next Post...
Follow
Sidebar Search Trending
Popular Now
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...