
Layar.id – Emangnya kalau bukan orangtua kandung, bisa sayang ya? Pertanyaan itu bisa kejawab setelah kalian nonton film Panggil Aku Ayah! Sebuah remake film asal Korea Selatan berjudul “PAWN” dari CJ ENM yang dibawakan oleh Visinema Pictures. Jadi Review Panggil Aku Ayah tayang di bioskop mulai 7 Agustus 2025. Berikut review dari Layardotid!
Oh ya, artikel ini mungkin mengandung spoiler demi kebutuhan penulisan ya!

Plot utama film ini membahas tentang Intan, seorang anak kecil yang jadi jaminan hutang karena ibunya, Rossa, gak bisa melunasi tagihannya. Setelah itu, Intan tumbuh bersama dua debt collector bernama Dedi dan Tatang.
Meski ceritanya remake, tapi sentuhan ala Indonesia di film Panggil Aku Ayah ini kentel banget. Satu hal yang saya notis adalah pengambilan latar tempat di perumahan-perumahan yang lokasinya tinggi. Seperti yang biasanya ada di Korea Selatan!
Kisah Intan, Dedi, dan Tatang adalah cerminan bentuk keluarga yang nggak harus selalu dari satu garis keturunan. Dedi sama Tatang emang ngambil Intan buat jadi jaminan, tapi keduanya hanya menjalankan tugas aja. Awalnya emang keliatan jahat, sih. Ujung-ujungnya malah jadi sayang banget, kan?
Secara pribadi, saya nggak ngerasa sreg sama ide “anak jadi jaminan”. It could be very harmful to the child. Namun, yang jadi pembeda di film ini adalah bagaimana perlakuan Dedi dan Tatang pada Intan. Terutama Tatang yang sejak awal “ngambil” Intan, jadi paling aktif ngurusin tantrumnya Intan.
Orangtua yang ikutan keluarga berencana aja pasti mikir-mikir dulu sebelum punya anak. Sedangkan Dedi dan Tatang—ibaratnya, kek kesamber petir di siang bolong—tiba-tiba ngurusin balita! Haduh haduuuh…

Eh, tapi cara didiknya Tatang ke Intan tuh lumayan menarik, lho! Kalau Dedi emang ngebesarin Intan dengan sedikit gengsi gitu, mungkin karena bukan anak sendiri, ya? Sedangkan dari awal Intan bergabung ke hidupnya Tatang dan Dedi, Tatang tuh keliatan banget sebagai karakter yang penyayang buat Intan! Awww.~
Dari karakter Dedi dan Tatang, ada 2 tipe parenting yang ngegambarin posisi “mama” dan “papa” buat karakter Intan. Pendekatan karakter Tatang ini bagaikan Mama bagi Intan, soalnya Tatang bener-bener keibuan banget! Lembut, banyak kasiannya, selalu ngalah juga.
Sedangkan Mr. Daddy (baca: Dedi) bisa kita gambarin sebagai karakter trope enemies-to-bapak. Awalnya malah galak banget sama Intan. Dikit-dikit berantem, dikit-dikit ngomel, dikit-dikit nangis. Namun lama-kelamaan, Intan justru ngasih warna-warna baru dalam hidup Dedi yang keras. Debt collector aja bisa luluh karena satu bocah. Unik, ya!
Selama kurang lebih dua jam, rasanya seneng banget nonton film Panggil Aku Ayah karena sentuhan komedinya yang hangat. Esensi sedihnya justru kerasa di bagian tengah agak akhir film saat karakter Intan udah tumbuh besar. Ibaratnya di awal film perut kita terkocok-kocok, setelahnya kita menuju akhir yang penuh sesak di dada.
Film Panggil Aku Ayah membawa pesan besar bagi penontonnya yang relevan dengan orang-orang yang mungkin sudah besar dengan absent parents. Bentuk keluarga itu bisa didapetin dari mana aja!
Dari teman sekolahmu, teman kuliahmu, teman kerjamu, orang-orang di lingkungan hidupmu, dan masih banyak lagi. Makna keluarga inilah yang terbawa oleh karakter Intan dari ia kecil hingga tumbuh besar.
Banyak banget orang yang besar dan tumbuh di bawah pengawasan orang-orang di luar struktur keluarga tradisional. Cerminan itulah yang diangkat ke cerita Panggil Aku Ayah. Intan bisa tumbuh dan sayang dengan orang-orang yang—sejujurnya, nggak ketebak sama sekali bakal jadi caregiver-nya dari kecil.
Tapi, Intan sendiri membawa harapan besar untuk bisa ketemu lagi sama ibunya selama ia tumbuh. Jadi bukan kacang lupa kulit, ya! Selain itu, ada gambaran realistis nan menyebalkan dari karakter bapak kandung Intan saat anaknya udah besar.
Waktu kecil nggak ada, pas udah gede kok minta ketemu? Ih, ikutan sebel, deh!
Film Panggil Aku Ayah menyajikan sebuah drama komedi yang hangat. Meski filmnya remake, tapi esensi lokalnya kental, lho! Tim Layardotid memberikan skor 4/5 untuk Review Panggil Aku Ayah!
Panggil Aku Ayah membintangi Ringgo Agus Rahman, Boris Bokir, Myesha Lin, Tissa Biani, dan Sita Nursanti. Tayang di bioskop 7 Agustus 2025.






