
Layar.id – Film drama religi dari sutradara Hadrah Daeng Ratu yang berjudul “Assalamualaikum Baitullah” sudah rilis di bioskop sejak tanggal 17 Juli 2025! Film ini mengikuti kisah Amira, seorang perempuan kuat yang berhasil bangkit dari berbagai cobaan berat dalam hidupnya. Oh ya, film ini mengadaptasi buku berjudul Review Assalamualaikum Baitullah dari penulis Asma Nadia.
Dalam artikel ini, Layardotid akan memberikan review untuk film Assalamualaikum Baitullah. Artikel ini akan mengandung sedikit spoiler demi kebutuhan review, ya!

Film Assalamualaikum Baitullah menyoroti kisah Amira, salah satu pembaca setia penulis Asma Nadia yang akhirnya mengirimkan e-mail pada sang penulis. Karena ceritanya terinspirasi dari kisah nyata, esensi drama dalam film ini kerasa lebih dekat. Nyeseknya nular.
Amira digambarkan sebagai sosok yang terus mendapat cobaan bertubi-tubi. Pertama, Rahim Amira yang tidak subur membuatnya sulit untuk punya anak—meski menurut saya sendiri, bisa aja yang bermasalah juga dari suaminya.
Kedua, suami Amira berselingkuh demi mendapatkan momongan… tepat saat Amira tidak sadar kalau ia sedang mengandung. Gila, ya? Pas adegan ribut-ribut dengan suaminya, Pram, dan selingkuhannya, ibu-ibu di deretan atas saya sampe nyeletuk, “Cerein ajalah!” saking gregetnya.
Ketiga, di antara semua cobaan yang datang pada Amira, sang ibu meninggal dunia. Dan beberapa hari setelahnya, Amira pun mengalami keguguran. Jadi, dalam satu timeline kita bisa ngeliat kalau Amirandiselingkuhin, mau cerai, ibunya wafat, hamil setelah sekian lama tidak ngisi dan keguguran pada akhirnya.
At some point, saya merasa cerita ini rada berlebihan. Namun, mengingat ceritanya terinspirasi dari dunia nyata dan kemungkinan ada orang-orang di luar sana yang benar mengalami kisah seperti Amira justru membuat rasa simpati saya terbit.

Amira yang butuh pertolongan dan tergoyah keimanannya menjadi contoh besar bahwa Tuhan nggak pernah tidur. Tuhan selalu mendengar, Tuhan mengabulkan, dan Tuhan membayar kontan. Buktinya, Amira yang nyaris loncat dari gedung, justru hidup dengan lebih positif dan menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya.
Untuk saya yang nggak gampang nyantol sama film-film drama religi, Assalamualaikum Baitullah terasa seperti pelukan hangat bagi penontonnya. Seperti pengingat bahwa jika dunia tidak baik padamu, maka Tuhan akan memberkatimu. Terutama untuk kaum perempuan.
Setiap karakter perempuan (kecuali si selingkuhan jelek itu) dalam film ini saling membantu dan membahu. Representasi woman support woman yang cukup kental—dan lagi-lagi, terkecuali si selingkuhan yang congaknya minta ampun.

Durasi film ini cukup lumayan ya, sekitar dua jam. Tapi seru juga sih! Apalagi kalau nontonnya bareng emak-emak, tante-tante, ibu-ibu, ummi-ummi. Soalnya, celotehan mereka yang bikin suasana nonton jadi nggak boring dan lumayan kocak.
Dari filmnya sendiri menyajikan unsur komedi ringan yang membalut cerita Assalamualaikum Baitullah. Ada karakter Rayhan yang bikin ketawa terus. Bahkan, dari scene ribut-ribut sama si Pram Redflag itu juga ada yang bikin ketawa saking dramanya ni orang. Ketawa dan ilfeel, sich!
Bayangin aje, masa iya ada orang selingkuh, terus waktu pasangan sah dan selingkuhannya ketemu, doi malah teriak, “Aku mau hidup sama kalian berdua!”. Emosi sih, pasti ya. Tapi lebih ngakak karena ucapan tersebut keluar dari mulut seseorang yang super-gatau malu. EWWW!

Meski ceritanya serius, Review Assalamualaikum Baitullah masih aman dan mengalir untuk ditonton sendirian atau sama teman-teman. Terkhususnya para istri, ibu, dan perempuan yang belum menikah. Bisa jadi pelajaran yang menarik untuk mereka yang pernah meragu akan kekuasaan Tuhan.
Oh ya, meski film ini mengambil sudut pandang religi, pesan-pesan yang terkandung masih sangat general. Jadi nggak terkhusus untuk muslimah aja, ya! Buat para perempuan dari manapun bisa banget nonton film Assalamualaikum Baitullah.
Layar.id memberikan skor 8/10 untuk film Assalamualaikum Baitullah. Tayang di bioskop sejak 17 Juli 2025, ya!






