
Layar.id – Blood Brothers sendiri mungkin jadi segelintir film Malaysia yang sukses. Namun dari segi cerita dan semuanya punya standar berbeda. Mungkin inilah standar baru dari mulanya pembukaan The Raid sekarang naik kelas oleh Blood Brothers. Jadi inilah Review Blood Brothers: Bara Naga, sebuah cerita persahabatan dan saudara.
Kenapa bisa kita bilang film ini bagus banget? Soalnya dari seluruh sisi Film Action ini beneran bagus semua. Terus ceritanya pun lebih kuat dan berani dan beberapa hal kaya koreografi dan lain sebagainya. Itu semua bisa kalian tonton langsung di bioskop tanggal 11 Juni 2025 mendatang! Okelah kita bahas dulu deh Blood Brothers kali ini.

Sebagus apa sih dari cerita Blood Brothers: Bara Naga? Sebenarnya mah kaya kita nonton film Action dengan satu tujuan untuk hancurkan musuh. Tapi ini beda, musuhnya itu Serigala berbulu Domba terus jadi musuh dalam selimut dan bangun empire di dalamnya.
Tidak mau cerita banyak, intinya Datuk Zul membangun organisasi massa atau Ormas dengan segala kegiatan. Termasuk bangun pengawalan untuk pengusaha dan juga para politikus. Selain itu, Datuk Zul ini punya dua anak, pertama Sheila dan Fadlan.
Okelah Fadlan ini beneran sosok yang kalian harus perhatikan seksama deh. Selain itu, Ghaz dan Ariff adalah sahabat sekaligus kaya Abang dan adik yang selalu bersama dan kompak. Suatu hari Datuk Zul ini merasa ada yang khianati beliau. Dan Ghaz curiga ke Ariff.
Okelah, dari sini kita stop dulu karena kita bahas ceritanya deh. Beneran ini ceritanya itu tidak berhenti di titik A, nanti lanjut lagi ke titik B terus ke C dan seterusnya sampai balik ke titik A. Tapi ini kelemahan dari film action adalah bercerita. Mengingat era kejayaan film Action itu punya layer cerita bisa satu atau dua bahkan tiga. Kalau sekarang hanya satu atau dua layer tapi mereka potong setengah untuk selesaikan di film berikutnya.
Blood Brothers malah gunakan semua layer ini dalam satu film. Hasilnya adalah cerita yang beneran bagus, penuh tipu muslihat dan juga sebab-akibat. Sebenarnya sih ada satu yang kurang, Pak Polis Deputy Superintentend Adlin ini punya peran dan akses apa ke para Mafia ini? Tujuannya apa ingin mendapatkan fee atau memang terlibat dalam perang gangster? Semua-nya masih abu-abu.
Tapi overall ceritanya pun beneran bagus banget, jadi Review Blood Brothers: Bara Naga adalah 10/10!

Entahlah kita sendiri mulai bosan atau memang tidak ada gebrakan baru dari Film Action Indonesia. Rasanya Blood Brothers: Bara Naga punya hal baru yang bikin kita takjub. Mungkin setelah The Raid yang fokus ke koreografi dan sekarang merambah ke series.
Kali ini Blood Brothers dengan Sharnaaz Ahmad selalu berikan kesan tangguh dan taktikal. Aura-nya lebih berani dan temperamental. Sedangkan Ariff sendiri dengan Syafiq Kyle sendiri bikin kita merasa kalau ini Iko Uwais tapi bisa akting dan range emosinya mereka berdua pun beneran sebagus itu.
Kemudian Andy Teh sebagai Pablo menunjukkan karakter serigala berbulu domba. Bahkan dia sendiri bisa bilang punya koreografi bela diri paling bagus. Lantas, apa yang bikin sakit kepala ada beberapa plot twist sangat apik sekali perannya di film ini.
Dan satu lagi, Ghaz muncul dan mengucapkan salam “Assalamualaikum” terlebih dahulu. Jadinya ini lebih epik seh kalau kita bilangnya. Okelah Review Akting mereka dapat 9/10.

Jujur ini paling terbaik dari Film Action ASEAN. Atau mau bilang Thailand dan Indonesia mungkin punya ciri khas. Tapi Malaysia bisa buat film Action bertemakan Mafia lebih dari sebuah masterpiece. Hasilnya cakep, ledakan mobil dengan total lebih dari 15 mobil! Terus bom yang meledak dan masih banyak lagi.
Kemudian koreografi yang beneran runut dan detail. Lantas, bikin film action satu ini lebih baik dari yang lain. Tidak heran kita sampai takjub dan beneran tidak pangling sama sekali. Selain itu, beberapa bagian pun rapih dan tidak meninggalkan masalah apapun. Entahlah ini jadi refreshment film action di Indonesia yang saat ini semakin jarang.
Okelah untuk review Blood Brothers: Bara Naga kali ini adalah 9/10!
Jadi kesimpulannya adalah Blood Brothers Bara Naga sendiri adalah film dengan karakter, cerita dan sinematografi mumpuni. Entahlah sampai kapan Film Indonesia terutama Action bisa setara dengan Hollywood namun punya standar dan kualitas beneran sama di wilayah ASEAN.






