
Layar.id – Mungkin dari segi cerita ataupun kisah banyak sekali yang menerapkan hidup frugal alias pelit alias irit. Iya, begitulah Keluarga Super Irit ini mencoba untuk hidup Frugal dan juga mengisi setiap tabungan demi masa depan cerah. Namun, seperti apa sih ceritanya? Begini Review Keluarga Super Irit berikut ini.
Okelah seperti biasa kita akan bahas dari segi cerita, akting dan juga sinematografi yang beneran berbeda dari yang lain. Selain itu ada juga tambahan lainnya, mulai dari cameo ataupun sosok yang tampil di film ini memang beneran bikin kepala orang pusing dengan tingkah keluarga satu ini. Okelah daripada lama-lama, langsung kita bahas deh.

Beneran ini kita melihat apa yang ada di buku itu sendiri mereka terapkan ke Film. Sampai detailnya pun mereka masukkan ke dalam film tanpa ada pengurangan. Meskipun jatuhnya sih ini kalau di kehidupan nyata beneran super pelit banget. Tapi ya, kalau lihat apa yang Keluarga Super Irit lakukan itu malah terkesan beneran frugal banget.
Pak Tony dan Bu Linda sendiri menerapkan berbagai cara agar mereka bisa berhemat. Alih-alih menggurui ala Finance Bros atau Finance Guru, mereka malah coba terapkan di kehidupan nyata dan juga menampilkan betapa frugal living itu ya banyak negatif dan positifnya.
Terutama Danial Rifki dan tim sendiri sukses mendelivery bagaimana Pak Tony dan Bu Linda sendiri berhemat demi bisa tinggal di rumah mereka. Selain itu ketiga anak mereka, Sally, Billy dan Kenny memang punya perbedaan masing-masing dalam berhemat.
Mulai dari Billy deh, boros banget dan Sally yang bisa manfaatkan apa saja. Kemudian Kenny yang punya kemampuan setara orang dewasa. Semua-nya itu saling bahu membahu jelaskan arti berhemat dan pelit dalam situasi yang biasa kita temui di kehidupan sehari-hari.
Selain itu, mereka pun coba jelaskan betapa hemat itu bisa buat segalanya. Tidak habis pikir film ini memang selalu terselip jokes dengan tingkah laku mereka. Bahkan dialognya sendiri memang tidak dipaksa untuk menggurui penonton.
Selain itu, pesan yang kuat sekali terpancar bukan dari masalah pelit atau hematnya. Tapi bagaimana sebuah rumah itu bukannya rumah fisik tapi tempat kita berkumpul kembali sebagai keluarga. Rasanya itu Mak-Nyess banget. Belum lagi rasanya mereka pindah dari rumah yang sudah mereka tempati belasan tahun dan harus pindah ke sebuah rumah kecil. Itu seperti tonjokan keras ke kami. Bahwa bisa saja kita berpindah ke rumah baru atau lingkungan baru tanpa terkecuali. Dan mereka pun berhasil bercerita tanpa harus menggurui.
Skor Review Keluarga Super Irit ceritanya bisa 8/10 deh.

Dwi Sasono dan Widi Mulai bawa anak-anak mereka termasuk Widuri sudah termasuk paket lengkap. Memang pilihan ini sudah jadi bagian paling cocok dan tepat. Satu sisi, Oza Rangkuti punya peran yang khas dan mungkin sedikit luwes saja dan tidak menjadi sosok si paling Jaksel deh. Tapi ya, nyinyirnya Oza seh juara!
Choky mah beneran deh lucu juga tapi ya kalau bisa perbanyak peran pembantu seperti Choky dengan celetukan kritis dan pastinya pas ini. Belum lagi cameo seperti Oki Rengga dan Mandra yang bikin semua orang terasa sekali terhiburnya.
Overall akting mereka bagus dan Dwi Sasono adalah MVP dari semua ini. Lucu, Ngeselin dan sedihnya dapat. Tidak heran sih juara doi kali ini. Skornya 8/10.

Rasanya sih sinematografi film ini beneran firm dan jauh banget kualitasnya. Falcon terbukti lagi buat film dengan warna jauh lebih hangat dan nyaman. Kemudian pemilihan tempat yang mungkin itu jadi daya kuat dari sebuah film Keluarga Super Irit.
Lalu, bagian tertentu masih ada yang terasa janggal tapi tidak terlalu jauh buat kami. Rasanya peningkatan sinematografi dari Danial Rifki sendiri jadi lebih banyak dan tidak melulu berkutat di satu itu saja. Nilainya 7/10.
Kesimpulannya adalah, Keluarga Super Irit adalah film paling cocok buat keluarga. Satu sisi juga cerita-nya beneran tidak menggurui namun jadi inspirasi kalau semua ini bisa kita lalui sebagai keluarga. Apalagi frugal living itu bukan pilihan bukan juga kewajiban toh?






