Review Kupu-Kupu Kertas, Oke Sih Tapi Gimana Ya?

Adiyasa PrahendaFilm Indonesia1 year ago0.9K Views

review kupu kupu kertas

Layar.id – Seandainya kalau mau lihat sebuah film dengan cerita soal pembunuhan massal dan sejarah keterlibatan PKI dan Pemuda Ansor. Inilah film yang tepat gambarkan seperti apa kisah tersebut, mungkin ceritanya sendiri buat kami saat menonton terlalu sederhana. Bahkan kami sendiri seperti not interested di beberapa act. Tapi kenapa bisa kami bahas? Soalnya sekarang ada di Netflix dan kebetulan ini buatan seorang tokoh politik eh bukan influencer politik, Dennis Siregar. Okelah sekarang kita review Kupu-Kupu Kertas deh.

review kupu kupu kertas

Tidak tahu kami jarang bahas film mereka. Karena perbedaan politik atau apapun background dari Denny Siregar itu sendiri. Rasanya sih kaya mau tahu setelah Sayap- Sayap Patah sukses dan kemudian Kupu-Kupu Kertas, seperti ada yang salah sih. Setelah tayang beberapa hari sempat turun dan muncul akibat skandal korupsi melibatkan produser film tersebut. Tapi, buat apa kita bahas soal kasus itu toh. Tapi yang mau kita bahas adalah bagaimana film ini sedikit atau bisa gambarkan keseluruhan kisah di Banyuwangi tersebut.

Ya, memang kisahnya sendiri berdasarkan cerita nyata namun apakah ia adakah pembantaian seluruh warga desa yang ikuti para anggota PKI tersebut? Mari kita bahas review film Kupu-Kupu Kertas ini.

Review Cerita Kupu-Kupu Kertas

Review Kupu-Kupu Kertas

Soal cerita seh entahlah bagaimana bisa angkat isu yang sebenarnya sudah lama tabu kita bahas. Apalagi yang angkat sendiri merupakan orang kepercayaan Mantan Presiden Jokowi? Entahlah, orang kami bahas dia seh sebagai Buzzer Politik atau entahlah Influencer Politik. Mungkin saja Denny Siregar sendiri buat film ini dengan berbagai macam perspektif antara Ning dengan Ihsan. Cukup gampang sekali, Ning suka dengan Ihsan dan Ihsan suka dengan Ning tapi mereka terhalang ideologi.

Okelah kami suka konsep ini, tapi ya apakah bisa jadi pilihan? Tidak juga bahkan cenderung nuansa politis dari film dan framing yang dibuat pun terlihat jelas. Meskipun Ning dan Ihsan ini adalah korban dari ideologi. Namun, ending yang mereka buat pun juga pahit sekali. Sayangnya saja, penyelesaian kisahnya ini terlalu dangkal. Kenapa? Tidak ada penjelasan soal balas dendam ini oleh pihak siapa dan kenapa membabi buta.

Atau memang ya, Denny Siregar dan tim kurang matang persiapkan cerita ini apalagi semuanya itu terlalu tendensi dan agak kurang berimbang saja. Jadinya kami kasih angka 6/10.

Bagaimana Akting Pemain?

Review Kupu-Kupu Kertas

Soal pemain sendiri Chicco Kurnia sudah bisa bilang paling oke. Dan Amanda Manoppo sendiri juga bagus kok. Cuma ya buat mereka berdua ada di masalah bagaimana logat bahasa Jawa-nya itu lho bikin ambigu dan membingungkan sekali. Coba konsisten gunakan bahasa Jawa atau entahlah kenapa tidak konsisten dengan bahasa Indonesia saja. Kemudian, Iwa K sukses jadi antagonis bersama Reza Arap Oktavian (mau ngomong rapper ganteng tapi buat apa). Mungkin Reza Arap terbiasa mengumpat di streaming malah kebawa dan akhirnya seperti beban tersendiri. Tapi overall mereka berdua apik memerankan karakter jahat.

Soal akting para pemain kami bisa kasih ini deh 7/10 saja. Selebihnya seh banyak improvisasi saja.

Baca juga: Profil Pemain Kupu-Kupu Kertas

Sinematografi?

Review Kupu-Kupu Kertas

Kalau sinematografi sendiri rasanya seh banyak yang menarik dan juga memanjakan mata. Entah kenapa, kali ini kita melihat kalau produksi film ini terasa bagus namun kosong. Dari sisi properti dan juga latar pun belum bisa berikan decak kagum. Apalagi ini tahun 65 bukan tahun 70 maupun 80-an. Serta cacat paling fatal adalah Reza Arap punya tatto pun tidak mereka tutupi! Ini sungguh fatal berat sekali. Selain itu, beberapa penempatan sinema sendiri terasa hampa apalagi di akhir. Entahlah antara sinematografi dan scoring jadi seperti tidak nyambung blas.

Mungkin saja ini jadi pelajaran buat seorang Denny Siregar, daripada jadi seorang gelandangan politik atau influencer politik. Mending dari awal buat film bagus atau apapun itu. Karena memang kami pun juga kasih nilai hanya 6.2/10.

Karya yang dimuat ini adalah tanggung jawab penulis seperti yang tertera, dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi layar.id.

0 Votes: 0 Upvotes, 0 Downvotes (0 Points)

6.4 / 10Overall
Cerita 6.0
Akting 7.0
Sinematografi 6.2

Review Kupu-Kupu Kertas

Ringkasan

Kupu-Kupu Kertas berani mengangkat isu sensitif, namun film ini terlalu sederhana, cenderung politis, dan kurang mendalam.
Pros
  • Berani angkat isu sensitif
  • Cerita diangkat dari kisah nyata
  • Akting Chicco Kurniawan & Amanda Manopo cukup solid
Cons
  • Cerita terlalu sederhana dan dangkal
  • Terasa tendensius dan politis
  • Detil era kurang akurat
  • Tata artistik lemah
Loading Next Post...
Follow
Sidebar Search Trending
Popular Now
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...