
Layar.id – Akhirnya, kita tiba di penghujung tahun 2024. Guys! Banyak banget film Indonesia yang berhasil menembus jumlah penonton dengan angka yang fantastis. Tentunya, jumlah rekor dan tiket yang habis terjual adalah bentuk kerja keras dari seluruh cast dan crews yang berhasil menyempurnakan film-film tersebut. Nggak cuma itu, film-film Indonesia sudah mulai merebak ke berbagai festival film dunia, lho! Kereeen.~ Kali ini Daftar Film Drama Indonesia cukup banyak tapi kita buat jadi lima terbaik kali ini.
Salah satu kategori film yang ramai di kalangan penonton adalah film-film drama. Khususnya drama keluarga dengan konflik yang relatable—khususnya bagi generasi muda menengah. With that being said, berikut adalah deretan film-film drama terbaik versi Layar 2024!

Film Drama Indonesia Terbaik pertama adalah Home Sweet Loan! Beneran, deh. Kalian-kalian para generasi sandwich, akhirnya ada film yang bisa bikin kamu ngerasa, “Ini gue banget!”. Film Home Sweet Loan adalah film yang mengambil cerita novel karya Almira Bastari. Film ini bercerita tentang seorang perempuan pekerja kantoran bernama Kaluna yang harus membantu menghidupi keluarga besarnya. Bener-bener keluarga besar, karena di rumahnya ada ibu, ayah, kakak-kakak, dan anak-anak dari para kakaknya Kaluna. Di sisi lain, penghasilan Kaluna masih minim sekali. Dengan rumah yang sesak dan tidak ada ruang pribadi, wajar dong Kaluna mau punya rumah sendiri? Tapi apakah memungkinkan sama kondisi keluarga dan keuangan Kaluna yang tiap bulannya habis untuk bayar biaya hidup satu rumah?
Konfliknya relatable dan delivery-nya sangat menyentuh. Dan pastinya, Home Sweet Loan akan jadi film sekaligus rumah bagi para sandwich generation. Better prepare some tissues beforehand. Wajib masuk ke watchlist. Home Sweet Loan akan lebih nampol kalau ditonton bareng sama sekeluarga. Pukpuk besar para muda-mudi tulang punggung keluarga.~

Kalau ini, Daftar Film Drama Indonesia Terbaik yang sukses banget jadi trending topic di berbagai platform media sosial selama berbulan-bulan sejak penayangannya. Ipar Adalah Maut—judul yang terdengan kayak FTV but believe me, it’s more than that—adalah film karya sutradara Hanung Bramantyo. Film ini mengangkat cerita viral berjudul sama dari Elizasifaa. Cerita ini berfokus pada Nisa, seorang istri yang rumah tangganya retak akibat perselingkuhan antara suami dengan adik kandungnya sendiri. Semua bermula ketika sang adik, Rani, pindah untuk tinggal bersama Nisa dan suaminya, Aris. Perubahan sikap Aris membawa kecurigaan bagi Nisa. Sejak itu, rupanya Rani mulai merebut hati Aris.
Just so you know, Ipar Adalah Maut sempat jadi film yang pretty much underestimated, mungkin karena judul atau premisnya. Nyatanya, film ini terolah dengan begitu halus dan nyelekit. Nggak sedikit review dari orang-orang yang mengaku kalau berbagai adegan dalam film Ipar Adalah Maut berhasil menuai sorak-sorakan dan umpatan kesal di bioskop. Kalau jadi pilihan nobar, kayaknya seru banget, deh!

Kayaknya belum drama kalo film Jatuh Cinta Seperti di Film-Film a.k.a JESEDEF belum masuk di list ini. Film ini memang lebih menyerempet ke arah komedi romantis (that’s what it says in Wikipedia!), tapi kesan drama yang terkandung dalam JESEDEF wajib banget masuk ke list film drama terbaik Layar di 2024. Fyi, JESEDEF berhasil membawa pulang 7 Piala Citra dari 11 nominasi di Festival Film Indonesia! Gak cuma itu, ini adalah film hitam putih yang berhasil menyita perhatian para penonton di era film berwarna. Unik banget, kan?
JESEDEF menceritakan tentang Bagus, seorang penulis skenario, bertemu kembali dengan teman SMA dan pujaan hatinya, Hana, yang masih berduka karena kehilangan suaminya. Dia ingin meyakinkan Hana untuk jatuh cinta sekali lagi, seperti di film-film. Premisnya memang sederhana. Yang bikin filmnya berkelas adalah treatment-nya yang… aduh, nonton sendiri deh!

Buat yang belum tau, Dua Hati Biru adalah film sequel dari Dua Garis Biru yang tayang di 2019 lalu. Baba Bima dan Mama Dara memulai keluarga kecil mereka dengan kehadiran Adam, sang anak. Yang membuat film ini menarik banget adalah storyline yang berfokus pada working-mom dan domestic-father. Karena terlalu lama berpisah dengan sang anak, Adam jadi jauh dari Dara. Di tambah, ada intervensi dari mertua–yang sebenarnya karena kasih sayang, tapi jadi terkesan superior dan kerap menyalahi cara didik orangtua dari sang anak.
Yang jadi catatan penting, menjadi orangtua bukanlah hal yang mudah. Sure, everyone can be someone’s mom and dad, but not all mom and dads are ready to be a parent. Film Dua Hati Biru menyoroti bagaimana parenting sangat memengaruhi mental sang anak, berikut dengan kesiapan ayah & ibunya menjadi orangtua. Definetly a must watch.

Last but not least, film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis. Yup, kamu pasti familiar sama judulnya. Iya, ini film dengan soundtrack lagu yang itu. Film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis adalah salah satu film yang bikin deg-degan, sedih, marah, greget dan kesal saat menonton. Tari adalah seorang remaja yang hidup di bawah atap bersama seorang ayah yang tempramental dan ibu yang toxic positivity. Karena kakaknya sudah pergi dari rumah akibat sikap sang Ayah, Tari tetap tinggal demi melindungi sang ibu. Namun, lama kelamaan ia juga tidak kuat dan mulai mencari bantuan melalui support group.
Saat menyaksikan film ini, saya benar-benar tertekan dengan hadirnya karakter sang Ayah. Di sisi lain, Bolehkah Sekali Saja Kumenangis menyorot betapa penting dan terabainya mengenai masalah mental. Film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis jelas ditulis dengan harapan besar dan treatment yang matang. And lastly, film Bolehkah Sekali Saja Kumenangis berusaha menjadi suara bagi para penyintas dengan pesan yang cukup kuat, yaitu “Menolak itu gak papa, lho.” dan “Stop jadi people pleaser!”.






