
Layar.id – Film Golden Kamuy: Attack on Abashiri Prison melanjutkan petualangan Saichi Sugimoto dan Asirpa dalam memburu harta karun legendaris milik suku Ainu. Sekuel live action ini menghadirkan konflik yang lebih besar dengan pertarungan tiga kubu yang sama-sama mengincar emas tersebut.
Film ini kembali mempertemukan Kenji Katagiri sebagai sutradara dan Tsutomu Kuroiwa sebagai penulis naskah. Golden Kamuy: Attack on Abashiri Prison merupakan film kedua dari adaptasi live action manga Golden Kamuy karya Satoru Noda. Film ini melanjutkan cerita dari Golden Kamuy (2024) dan serial Golden Kamuy: The Hunt of Prisoners in Hokkaido.
Arc Penyerbuan Penjara Abashiri dikenal sebagai salah satu bagian paling penting dalam manga karena mempertemukan tiga kekuatan besar dalam perebutan emas Ainu sekaligus mengungkap berbagai misteri yang selama ini tersembunyi.
Di Jepang, film ini lebih dulu tayang di bioskop pada 13 Maret 2026. Kini, Golden Kamuy: Attack on Abashiri Prison mulai tersedia di Netflix pada 13 Juli 2026.
Film Golden Kamuy: Attack on Abashiri Prison kembali mengikuti perjalanan Saichi Sugimoto, mantan tentara yang dijuluki “Sugimoto Sang Abadi”, dalam memburu emas milik suku Ainu yang hilang.
Petunjuk menuju harta tersebut ternyata tersembunyi di tubuh 24 narapidana yang masing-masing memiliki tato sebagai bagian dari sebuah kode rahasia. Bersama Asirpa, gadis Ainu yang ingin mengungkap misteri kematian ayahnya, Sugimoto kembali melanjutkan pencarian yang penuh bahaya.
Namun, mereka tidak sendirian. Letnan Tsurumi bersama Divisi Ketujuh Angkatan Darat Kekaisaran Jepang juga memburu emas itu demi mewujudkan ambisinya menguasai Hokkaido. Di saat yang sama, Hijikata Toshizo, mantan wakil komandan Shinsengumi yang selama ini diyakini telah gugur, ikut terlibat dalam perburuan tersebut.
Persaingan ketiga kubu akhirnya mengarah ke Penjara Abashiri, tempat pria misterius bernama Noppera-bo pernah ditahan. Di balik dinding penjara yang terkenal sulit ditembus itu, berbagai rahasia mulai terungkap, termasuk fakta yang dapat mengubah tujuan Sugimoto dan Asirpa dalam mencari emas Ainu.

Poster film Golden Kamuy: The Abashiri Prison Raid (sumber: Toho/Credeus)

Sutradara (kiri) dan Pemeran Golden Kamuy: The Abashiri Prison Raid (sumber: Toho)
Mengutip dari Toho, dalam acara perilisan film di Jepang, Kento Yamazaki menyebut daya tarik Sugimoto terletak pada keberanian dan kepeduliannya terhadap Asirpa. Menurutnya, dua sifat tersebut menjadi fondasi hubungan kedua karakter sepanjang perburuan emas Ainu.

Kento Yamazaki (sumber: Toho/Credeus)
Anna Yamada juga menyoroti hubungan Asirpa dan Sugimoto sebagai salah satu inti cerita. Ia mengungkapkan bahwa adegan Asirpa menyerahkan makiri, pisau tradisional suku Ainu, merupakan adegan orisinal yang tidak terdapat dalam manga. Baginya, momen tersebut menjadi simbol kepercayaan sekaligus menandai perpisahan kedua karakter sebelum memasuki konflik besar di Penjara Abashiri.

Anna Yamada (sumber: Toho/Credeus)
Sementara itu, mangaka Satoru Noda ikut terlibat dalam proses pengembangan film dengan memberikan masukan pada naskah. Bersama sutradara Kenji Katagiri, sejumlah adegan dan penempatan dialog disesuaikan agar cerita lebih efektif diangkat ke layar lebar tanpa menghilangkan esensi dari manga aslinya.

Gordon Maeda (sumber: Toho/Credeus)
Noda juga mengaku puas dengan hasil adaptasi tersebut. Ia berharap penggemar manga maupun penonton baru dapat menikmati versi live action ini sebagai karya yang tetap mempertahankan semangat Golden Kamuy, meski menghadirkan beberapa perubahan dari cerita aslinya.

Yuma Yamoto (sumber: Toho/Credeus)
Film berdurasi 122 menit ini diproduksi oleh CREDEUS. Kamu bisa menonton Golden Kamuy: Attack on Abashiri Prison di Netflix.






