
Layar.id – Kembalinya Suzzanna selalu punya cara sendiri untuk memicu rasa merinding. Namun lewat film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa, sensasi itu terasa berbeda. Bukan sekadar horor nostalgia, film terbaru produksi Soraya Intercine Films ini menawarkan wajah baru Suzzanna yang lebih manusiawi, lebih gelap, dan dipenuhi dendam.
Tayang pada Lebaran 2026, film ini menjadi proyek paling ambisius dalam semesta Suzzanna. Luna Maya kembali memerankan karakter ikonik tersebut, kali ini bukan sebagai hantu, melainkan perempuan yang memilih jalan ilmu hitam demi membalas penindasan.
Film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa menceritakan tentang Suzzanna yang hidupnya berubah drastis setelah ayahnya tewas akibat santet dari Bisman, penguasa desa yang kejam dan haus kekuasaan. Didorong oleh dendam, Suzzanna mempelajari ilmu hitam untuk membalas perbuatan Bisman, namun dalam perjalanan itu ia justru jatuh cinta pada Pramuja, pria taat agama yang tak mengetahui rahasianya.

Luna Maya (sumber: Soraya Intercine Films)
Film ini menghadirkan konflik batin dan pilihan sulit antara balas dendam dan cinta, sekaligus menampilkan pertarungan kekuatan gelap yang menegangkan.
Lewat cerita ini, penonton diajak menyaksikan Suzzanna bukan hanya sebagai sosok legenda horor, tetapi juga sebagai karakter manusia yang kompleks dengan dilema moral dan emosional.
Berbeda dari film-film Suzzanna sebelumnya, cerita kali ini menempatkan horor berdampingan dengan aksi dan drama moral. Di tangan sutradara Azhar Kinoi Lubis, semesta Suzzanna berkembang ke arah yang lebih berani dan relevan.

Reza Rahadian (sumber: Soraya Intercine Films)
Film ini melibatkan deretan aktor lintas generasi, mulai dari pemain senior hingga komedian:

Iwa K (sumber: Soraya Intercine Films)
Film Suzzanna: Santet Dosa di Atas Dosa dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia pada hari pertama Lebaran 2026, tepatnya 18 Maret 2026.






