
Layar.id – Osgood Perkins kembali! Setelah The Monkey dengan cerita yang beneran absurd namun punya banyak tanda tanya. Kali ini ia buat sebuah film dengan pertanyaan, apakah ini akan seseru The Monkey? Inilah Sinopsis Keeper!

Mungkin bagi semua orang ini film mungkin adalah film paling lucu dan seru sekali. Bayangin coba bagaimana pasangan berdua ini mencoba cari tahu alasannya apa saja. Berikut Sinopsisnya berikut ini.
Pasangan Liz (Tatiana Maslany) dan Malcolm (Rossif Sutherland) memutuskan merayakan ulang tahun hubungan mereka dengan pergi ke sebuah kabin terpencil di tengah hutan. Awalnya suasana romantis; jauh dari hiruk kota, keduanya menikmati waktu intim dan tenang. Tapi ketika Malcolm tiba-tiba meninggalkan Liz untuk kembali ke kota, segalanya mulai berubah.

Sendirian di kabin, Liz mulai mengalami hal-hal aneh dan menakutkan: mimpi atau penglihatan mengerikan, suara-suara misterius, bahkan bayangan sosok tak kasat mata. Lambat laun, dia menyadari bahwa kabin itu menyimpan rahasia gelap dari masa lalu. Kemudian entitas jahat yang sepertinya tidak pernah benar-benar pergi dan trauma yang berkaitan dengan generasi sebelumnya.
Dari sudut pandang Osgood Perkins, Keeper bukan sekadar film horor “hantu di kabin”, melainkan eksplorasi psikologis tentang hubungan, ketergantungan, dan identitas. Liz dipaksa menghadapi pertanyaan besar: seberapa jauh dia mempercayai Malcolm? Apakah cinta bisa menjadi jebakan? Dan apakah rumah atau tempat paling personal dalam hidup atau bisa menjadi tempat paling berbahaya?

Visually, film ini menghadirkan suasana surealis dan menekan. Ibaratnya sudut gambar kabin yang terasa sempit, desain makhluk yang aneh dan tidak sepenuhnya manusia, serta elemen folk horror yang menyatu dengan drama romansa. Semua unsur ini dibumbui dengan ketegangan psikologis, menjadikan Keeper sebagai horror yang tidak hanya menakuti, tetapi juga mencekam di level emosional.
The Keeper akan tayang sebentar lagi di XXI. Jadi harap bersabar ya untuk kali ini agar bisa nikmati horor yang beneran menakutkan atau malah bikin kosong? Apakah ini sebuah konsekuensi? Inikah namanya cinta?






