
Layar.id – Setelah pertempuran terakhirnya berakhir tragis, Robin Hood kini menghadapi fase hidup yang jauh berbeda dari sosok legenda yang selama ini kita kenal. Alih-alih menghadirkan kisah kepahlawanan klasik, The Death of Robin Hood memilih mengeksplorasi hari-hari terakhir sang legenda yang dipenuhi luka, penyesalan, dan konsekuensi atas masa lalunya. Jadi Review The Death of Robin Hood seperti apa sih?
Apakah pendekatan ini berhasil menghadirkan sisi baru Robin Hood? Berikut ulasannya.

Hugh Jackman (sumber: A24)
Film ini langsung memperlihatkan Robin Hood yang telah menua dan mengalami cedera setelah pertempuran terakhirnya. Kondisi fisik yang semakin melemah membuatnya kehilangan rasa percaya diri dan mempertanyakan identitasnya sebagai sosok yang dulu begitu disegani.
Pendekatan ini jelas berbeda dari kebanyakan adaptasi Robin Hood. Film tidak lagi berfokus pada aksi mencuri dari orang kaya untuk membantu rakyat miskin, melainkan menghadirkan potret seorang manusia yang harus hidup dengan konsekuensi dari setiap keputusan yang pernah ia ambil.
Tema penyesalan menjadi benang merah sepanjang film. Robin Hood digambarkan bukan sekadar sebagai legenda, tetapi sebagai manusia biasa yang tidak bisa lari dari masa lalunya.
Konflik emosional juga perkuat dengan lewat karakter Sister Brigid yang menyimpan luka akibat kematian suaminya. Pertemuan keduanya menjadi salah satu inti cerita, memperlihatkan bahwa penyesalan terkadang menjadi hukuman yang lebih berat daripada balas dendam.
Sayangnya, perjalanan menuju konflik tersebut terasa terlalu panjang. Beberapa adegan berjalan lambat dan tidak banyak menambah perkembangan karakter maupun cerita, sehingga pesan emosional yang ingin mereka sampaikan justru kehilangan momentum.
Hugh Jackman tampil sangat meyakinkan sebagai Robin Hood versi tua. Ia mampu memperlihatkan sosok yang rapuh secara fisik, tetapi tetap menyimpan karisma seorang legenda.
Chemistry antara Hugh Jackman dan Jodie Comer juga menjadi salah satu kekuatan film. Interaksi keduanya terasa emosional dan berhasil mengangkat beberapa adegan yang sebenarnya sederhana.
Sayangnya, banyaknya karakter pendukung membuat fokus cerita terkadang terpecah. Beberapa karakter hadir tanpa mendapatkan ruang yang cukup sehingga pengembangan cerita terasa kurang maksimal.

Bill Skarsgard (sumber: A24)
Dari sisi visual, film berhasil membangun atmosfer yang sesuai dengan tema yang diangkat. Sinematografinya dominan warna-warna suram dengan pencahayaan yang redup, memperkuat kesan bahwa ini adalah kisah tentang akhir perjalanan seorang legenda.
Lokasi, kostum, hingga desain produksinya juga mampu menghadirkan dunia Robin Hood yang terasa lebih realistis dan muram bila bandingkan dengan adaptasi-adaptasi sebelumnya.
Film The Death of Robin Hood menawarkan interpretasi yang berani terhadap legenda Robin Hood dengan menempatkan tema penyesalan sebagai fokus utama. Meski memiliki akting yang sangat kuat dari Hugh Jackman dan visual yang mendukung atmosfer kelam film, ritme cerita yang lambat dan beberapa adegan yang terasa bertele-tele membuat dampak emosionalnya tidak selalu maksimal.
Nilai: 7,5/10.






