Layar.id – Pertumbuhan industri film Indonesia semakin beragam. Kebutuhan untuk tontonan berkualitas terutama anak-anak dan keluarga masih jadi masalah utama. Karena kebutuhan itu, Netflix Indonesia dengan APROFI (Asosiaso Produser Film Indonesia) dan Badan Perfilman Indonesia (BPI) meluncurkan program pengembangan cerita bertajuk CERITA ANAK NUSANTARA.
Program ini adalah kompetisi cerita film panjang fiksi yang tujuannya mencari sekaligus kembangkan karya orisinal anak, remaja dan keluarga Indonesia. Dengan serangkaian seleksi, pendampingan dan sesi pitching. Para peserta punya kesempatan mengubah gagasan mereka jadi proyek lebih matang dengan pelaku industri perfilman Indonesia.
Hadirnya Cerita Anak Nusantara jadi sinyal positif dalam upata perkaya genre perfilman Indonesia. Dominasi horor dan dewasa sendiri mengikis tontonan bagi semua umur. Sedangkan di sisi lain, film menyasar penonton anak dan keluarga relatif terbatas meskipun punya potensi besar.
Beberapa kali film keluarga dan animasi berhasil raih momentum besar di masyarakat. Akankah itu terulang kembali?
Fokus Pada Cerita Anak dan Keluarga Indonesia
Lewat kompetisi ini, mereka harus mengajukan ide cerita film panjang fiksi dengan karakter anak-anak berusia 0-18 tahun. Atau fokus ke keluarga Indonesia dengan cerita ambil latar di Indonesia dan klasifikasi penonton dari Semua Umur atau 13+.
Panitia bebaskan peserta untuk eksplorasi dan tidak wajib angkat cerita rakyat atau dongeng. Artinya, semua cerita punya peluang sama di ajang ini. Ada batasannya, tidak boleh pakai genre horor, thriller, slasher, gore maupun komedi seksual.
Prioritaskan Sutradara Pendatang Baru
Tujuan lainnya adalah adanya regenerasi sineas Indonesia. Dengan prioritas kepada sutradara baru yang memiliki pengalaman panjang dalam film pendek. Namun satu sisi belum ada rekam jejak panjang dalam industri film layar lebar.
Program ini diprioritaskan bagi para sutradara pendatang baru yang telah memiliki pengalaman membuat film pendek namun belum memiliki rekam jejak panjang di industri film layar lebar.
Dalam ketentuannya, peserta yang mengajukan proyek sebagai sutradara harus sudah pernah menyutradarai film pendek dan maksimal baru menyutradarai satu film panjang. Mereka yang telah menyutradarai lebih dari satu film panjang tidak memenuhi syarat untuk mengikuti program ini sebagai sutradara.
Pendekatan tersebut membuka ruang bagi munculnya talenta-talenta baru yang selama ini mungkin belum memiliki akses luas terhadap jaringan industri maupun proses pengembangan proyek berskala profesional.
Dokumen yang Harus Disiapkan oleh peserta mulai dari logline 35 Kata yang merangkum inti cerita. Kemudian sinopsis maksimal 100 kata dan pernyataan sutradara dengan penjelasan visi kreatif proyek dalam 300 kata.
Tidak lupa untuk menampilkan profil rumah produksi atau kelompok kreatif yang ajukan proyek ini. Serta budget dan lain-lain.
Sepuluh Finalis Akan Mendapatkan Mentorship Intensif
Setelah melalui proses seleksi awal, sepuluh proyek terbaik akan dipilih sebagai finalis. Nantinya, akan ada serangkaian kegiatan mulai dari Netflix Family Day di Jakarta pada Juli 2026 mendatang. Kemudian, sesi mentorship dan konsultasi intensif secara daring.
Nantinya akan ada Sesi Final Pitching pada Oktober 2026 di hadapan panelis dan perwakilan industri. Karena dukungan peserta untuk luar jabodetabek berupa akomodasi dan transportasi sendiri akan terpilih sesuai dengan ketentuan program.
Jadwal Penting Cerita Anak Nusantara 2026
1 Juli 2026 – Batas akhir pendaftaran dan pengumpulan proposal.
11 Juli 2026 – Netflix Family Day untuk 10 finalis terpilih di Jakarta.
Agustus–September 2026 – Program mentorship dan pengembangan proyek.
Oktober 2026 – Final Pitching Session di Jakarta.
Melalui Cerita Anak Nusantara, Netflix, APROFI, dan BPI tidak sekadar membuka kompetisi ide cerita. Program ini juga menjadi upaya membangun ekosistem yang lebih sehat bagi lahirnya film-film anak dan keluarga Indonesia yang selama ini masih menjadi salah satu segmen dengan ruang pertumbuhan terbesar di industri perfilman nasional.
Karya yang dimuat ini adalah tanggung jawab penulis seperti yang tertera, dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi layar.id.