
Layar.id – Punya anabul di rumah menempatkan kita pada sejumlah posisi yang berbeda level. Happy sudah pasti, tanggungan juga iya. Tapi yang terpenting, owner-nya punya teman bermain dan teman hidup yang menggemaskan. Kalau kalian pernah ada di dua fase utama sebagai pet owner, maka nonton film Gohan akan jauh lebih relate buat kalian.
Secara singkatnya, film Gohan menceritakan tentang seekor anjing jalanan berbulu putih yang menjalani tiga babak kehidupannya. Sejak kecil, Gohan tumbuh dan hidup di halaman sebuah minimarket. Namun, perjalanan hidup Gohan berubah ketika ia bertemu seorang pria asal Jepang yang berbagi onigiri dengannya di depan minimarket.
Berikut review NO SPOILER film Gohan dari Layardotid.

(sumber: GDH 559)
Secara plot, film Gohan mengemas babak kehidupan pendewasaan makhluk hidup (dalam hal ini diwakilkan dengan karakter seekor anjing) dengan sangat apik. Mulai dari fase anak-anak menuju remaja, lalu masuk ke fase dewasa, kemudian berujung di masa tua.
Tiga babak kehidupan Gohan juga tandai dengan perubahan namanya dari Gohan kecil ke Brownie saat ia remaja, lalu terakhir ke nama Hima saat Gohan di masa tua. Bagian ini sedikit menyadarkan saya, bahwa kemungkinan yang sangat besar juga terjadi ke hewan-hewan liar di pinggir jalan.
Bisa saja kucing jantan yang kita panggil Pus di trotoar beberapa hari lalu sebenarnya bernama Sukro. Atau, mungkin kita bertemu dengan si Pus di babak kedua kehidupannya setelah ia lahir dengan nama Meo. Bahkan nggak menutup kemungkinan si Pus juga baru saja dibuang oleh owner sebelumnya…

(sumber: GDH 559)
Kita bener-bener ngikutin perjalanan kisah Gohan dari dari anjing jalanan sampai kehidupannya di rumah besar yang nyaman. Membndingkan dengan bawa kesedihan, film ini membawa rasa hangat yang sangat besar.
Permainan cerita yang patut diacungin jempol dari ketiga owner Gohan juga sukses menghadirkan isakan dan serutan hidung di kalangan penonton. Siapa sangka kehidupan seekor anjing jalanan bisa begitu mencerminkan emosi yang menyentuh?
Dari ketiga babak itu, ada satu hal yang sama. Rasa cinta para owner Gohan-Pak Hiro saat ia kecil, Namcha ketika Gohan remaja, dan Jaidee serta Pele ketika Gohan dewasa/tua, semuanya sama-sama besar dan setara.
Bagian ini paling jago menerbitkan air mata saya karena melihat seekor anjing cintai begitu tulus oleh empat orang yang berbeda. Selama menonton, pikiran saya terus berputar pada sosok-sosok kucing dan anjing liar yang sering berlalu lalang di jalan raya. Terutama hewan-hewan yang mendapat perlakuan kasar hanya karena minta dapat kasih sayang atau kasih makan.

(sumber: GDH 559)
Gohan adalah film keluarga yang menyatakan bahwa rumah tidak hanya berhenti di satu orang. Kita bisa menemukan rumah di mana saja, pada siapa saja. Karena sejatinya, cinta nggak terbatas pada sesosok makhluk saja.
Layardotid memberikan skor 8.7/10 untuk film Gohan. Definitely one of the best release this year!






