
Layar.id – Film Humint menjadi salah satu proyek besar dari Ryoo Seung Wan yang rilis di Korea selatan pada 11 Februari 2026. Sebelumnya, sutradara ini sukses menggarap The Berlin File (2013) dan Escape from Mogadishu (2021)yang sama-sama mengangkat tema konflik Korea Utara dan Selatan.
Lewat Humint, Ryoo Seung Wan kembali mengangkat isu serupa, namun dengan pendekatan yang sedikit berbeda. Film ini disebut sebagai titik perubahan dalam gaya penyutradaraannya, di mana ia mulai mengurangi elemen aksi yang terlalu eksplosif dan mencoba pendekatan yang lebih tenang.
Kamu sekarang bisa menonton film Humint di Netflix, mulai 31 Maret 2026!
Film Humint menceritakan tentang seorang agen rahasia Korea Selatan yang terlibat dalam operasi intelijen berbahaya lintas negara. Cho, agen black ops dari badan intelijen, memburu jaringan kejahatan internasional di Asia Tenggara hingga akhirnya menemukan petunjuk penting dari informan yang tewas dalam misinya. Petunjuk itu membawanya ke Vladivostok, Rusia, wilayah yang jadi pusat konflik dan intrik tersembunyi.
Di sana, Jo bertemu dengan Cha Seon Hwa, seorang pekerja restoran asal Korea Utara. Ia kemudian direkrut sebagai informan baru dalam operasi HUMINT yang tengah dijalankan. Namun situasi menjadi semakin rumit ketika di waktu yang sama, Park Geon, agen dari Korea Utara, datang ke Vladivostok untuk menyelidiki kasus orang hilang di wilayah perbatasan.
Penyelidikan tersebut mengarah pada keterlibatan seorang pejabat tinggi Korea Utara, yang membuat konflik semakin dalam. Dua agen dari kubu berbeda ini akhirnya bertemu dalam misi yang saling bersinggungan. Kecurigaan, rahasia, dan kepentingan masing-masing membuat mereka terjebak dalam permainan berbahaya yang sulit dikendalikan.

Poster film Humint (sumber: Next Entertainment World)

Pemeran Humint (sumber: Next Entertainment World)
Mengutip dari OhmyNews (22/2/2026), Humint diketahui memiliki budget produksi yang mencapai sekitar 235 miliar won (setara Rp2,6 triliun). Angka ini menempatkannya sebagai salah satu film Korea dengan skala besar yang dirilis dalam beberapa tahun terakhir.
Dengan latar Vladivostok dan cerita lintas negara, film ini memang dirancang sebagai proyek ambisius. Ekspektasi penonton pun cukup tinggi sejak awal karena nama besar sutradara dan jajaran pemainnya.
Meski punya modal besar, performa Humint di box office Korea Selatan tidak sepenuhnya memuaskan. Film ini hanya meraih sekitar 1,49 juta penonton, angka yang tergolong rendah jika dibandingkan dengan proyek sebelumnya dari sutradara yang sama.
Di waktu yang sama, film kompetitor bahkan mampu menembus lebih dari 5 juta penonton. Hal ini membuat Humint jadi sorotan karena dianggap gagal memenuhi ekspektasi pasar.
Salah satu kritik utama terhadap Humint adalah alur ceritanya yang dianggap terlalu familiar. Konflik antara Korea Utara dan Selatan dinilai disajikan secara sederhana tanpa eksplorasi yang lebih dalam.






