
Layar.id – Menjelang penayangannya pada 5 Februari 2026, film drama romantis terbaru produksi MD Entertainment, Ahlan Singapore, sudah lebih dulu mencuri perhatian publik. Bukan hanya karena chemistry antara Rebecca Klopper sebagai Aisyah dan Kiesha Alvaro sebagai Liam, tetapi juga karena visual Singapura yang tampil estetik, hangat, dan terasa sangat personal.

Berkolaborasi dengan Singapore Tourism Board (STB), sutradara Indra Gunawan menjadikan Singapura bukan sekadar latar, melainkan bagian penting dari perjalanan emosional Aisyah, seorang mahasiswi Indonesia yang merantau dan mencari jati diri. Buat kamu yang ingin menyusuri jejak film ini di dunia nyata, berikut deretan lokasi ikonik yang jadi saksi kisah mereka.

Perjalanan Aisyah dimulai dengan kedatangannya di Singapura, dan adegan pembuka langsung memamerkan kemegahan Jewel Changi Airport.
HSBC Rain Vortex, air terjun indoor tertinggi di dunia, menjadi latar yang sinematik sekaligus simbol awal babak baru dalam hidup Aisyah. Sementara itu, Shiseido Forest Valley dengan lanskap hijaunya memberi nuansa magis dan modern, menggambarkan campuran rasa takut, harapan, dan rasa ingin tahu saat memulai hidup di negeri orang.

Salah satu adegan paling berkesan terjadi di Singapore Oceanarium, Resorts World Sentosa. Dengan latar panel kaca raksasa dan cahaya biru dari akuarium, percakapan intim antara Liam dan Aisyah terasa begitu “dreamy” dan emosional.
Lokasi ini memang masih tergolong baru saat proses syuting pada September 2025, dan visual bawah lautnya menghadirkan ketenangan sekaligus keintiman yang memperkuat hubungan kedua karakter.

Dalam film, Aisyah adalah penerima beasiswa, sementara Liam merupakan seniornya di kampus. Banyak adegan diambil di lingkungan National University of Singapore (NUS), salah satu universitas terbaik di Asia.
Perpustakaan, koridor kampus, hingga ruang publiknya menampilkan sisi ambisius sekaligus realistis dari kehidupan mahasiswa rantau. Di sinilah penonton melihat bagaimana Aisyah berjuang menyeimbangkan mimpi, tekanan akademik, dan perasaan yang mulai tumbuh.
Di tengah hiruk pikuk kota modern, film ini juga menonjolkan sisi hijau Singapura lewat Singapore Botanic Gardens, situs Warisan Dunia UNESCO.
Area Swan Lake beberapa kali muncul sebagai tempat Aisyah menenangkan diri. Pemandangan danau dengan angsa yang berenang pelan memberi nuansa syahdu dan reflektif, kontras dengan ritme kota yang cepat. Lokasi ini menjadi simbol ruang pribadi Aisyah untuk memahami dirinya sendiri.
Tak hanya visual kota, film ini juga memperkenalkan ragam rasa Singapura yang menggoda.
Kawasan ini dikenal dengan rumah toko warna-warni yang fotogenik. Dalam beberapa adegan santai, Aisyah dan Liam menikmati jajanan lokal seperti Putu Piring yang manis dan Katong Laksa yang gurih dan kaya rempah.
Adegan ringan penuh tawa memperlihatkan para karakter menikmati ice cream sandwich khas Orchard Road. Camilan sederhana ini menjadi simbol momen kecil yang manis dalam hubungan mereka.
Area Kampong Glam dan Haji Lane tampil sebagai representasi gaya hidup anak muda. Grafiti warna-warni dan deretan kafe unik memberikan latar paling ceria. Hal ini mencerminkan sisi playful Liam sekaligus fase Aisyah yang mulai menikmati hidup barunya.
Ahlan Singapore bukan hanya cerita cinta biasa. Film ini memotret proses pendewasaan, keberanian keluar dari zona nyaman. Dan pencarian jati diri di tempat asing. Setiap lokasi dipilih bukan hanya karena indah, tetapi karena punya makna emosional bagi perjalanan Aisyah.
Dari kemegahan Jewel Changi hingga sudut tenang di Swan Lake, Singapura di film ini terasa hangat, intim, dan manusiawi.






