Review Squid Game Season 3: Onto The Next Game!

Isaura SalsabillaNetflix11 months ago1.6K Views

Review Squid Game Season 3

Layar.idKnock knock, who’s there? Your little friend, come in!~ Akhirnya, Squid Game Season 3 sudah resmi tayang di Netflix sejak 27 Juni 2025! Kita bakal ngeliat kelanjutan dari rencananya Gihun untuk menyerbu ke markasnya Front Man. Dalam artikel kali ini, Layar.id akan menyajikan review Squid Game Season 3!

Squid Game Season 3

Kalau kalian belum nonton Squid Game season kedua, kami sarankan untuk nonton dulu, ya! Soalnya, storyline musim ketiga ini melanjutkan langsung ke adegan saat tim Gihun mundur dari penyerbuan ke Front Man. Berikut review Squid Game Season 3 dari Layar.id.

Spoiler alert! Artikel ini akan mengandung spoiler demi kebutuhan review, ya!~

Onto The Next Game

Squid Game S3

Squid Game S3 Jung Ho-yeon as Sae-byeok in Squid Game S3 Cr. No Ju-han/Netflix © 2025

Sepertinya udah lumayan ketebak, ya. Dari sejumlah fan theory yang berseliweran di timeline, plot yang sesuai harapan warga adalah: Gihun kalah sama Pink Guards dan dibalikin ke ruang tidur. Yup, meski sudah bertameng senjata dan tim yang lumayan solid, sayangnya rencana Gihun gagal, Guys.

Selama 6 episode, Gihun dan sisa pemain lainnya melanjutkan beberapa game. Nggak sebanyak di season kedua sih. Karena ceritanya memang hanya menyelesaikan sejumlah masalah yang belum dapet closure di musim sebelumnya.

Beberapa game yang ada di musim ketiga Squid Game adalah petak umpet, loncat tali, dan squid game. Game terakhirnya mirip sama game terakhir di season pertama. Bedanya, squid game kali ini berlangsung di tiga balok semen yang tinggi berbentuk segitiga, kotak, dan lingkaran. Kalo ada orang yang takut ketinggian dan masuk ke babak akhir, auto kalah sih.

Sesi game petak umpet jadi sesi paling deg-degan dan emosional bagi saya. Kelompoknya terbagi 2, bola merah dan biru dari hasil gacha. Sebenernya, ada keseruan tersendiri ngeliat beberapa karakter terpojok di permainan ini (I kinda sound like a maniac, don’t I?) dan turning point yang membuka sifat asli mereka.

Di sesi game loncat tali, penonton bisa ngelihat sifat-sifat licik dan jahat dari sisa pemain yang ada mulai terbit. Ada yang mau menang sendiri, berantem sama pasangan, sok suhu padahal cupu, sampe jadi druggie. Buset dah, ya? Seminggu di Squid Game, seorang nerdy bisa sampe “make”, tuh.

Sayang banget, ya. Sekeras apapun usaha Gihun untuk menyelesaikan game-nya, doi tetep harus berhadapan sampe ke final game. Which means… nggak ada satu permainan pun yang berhasil dihentikan oleh Gihun. Bukannya menjalankan misi, malah menumpuk jumlah korban. Huff…

Belum lagi, di bagian ending Squid Game Season 3, ada scene menarik saat seorang recruiter di Amerika lagi main ddakji di tengah gang kecil. Apakah game-nya sudah benar-benar selesai, atau mimpi buruk Gihun masih berlanjut ke negara lain?

We never know.

We’re Not So Different, Aren’t We?

Squid Game S3

Season ketiga juga menunjukkan sindiran-sindiran besar bagi sejumlah kalangan. Dari awal season kedua, kita udah kenalan dengan sejumlah orang yang ikutan game demi mencari easy money. Mulai dari yang miskin banget tapi masih berani ngutang sampe seorang business man yang nyatanya bertagihan puluhan juta.

Ada satu kesamaan dari sejumlah perkastaan manusia yang ikutan di Squid Game. Nafsu. Besarnya ego dan nafsu para pemain demi mendapatkan sesuatu yang belum pasti.

Kalau kalian inget sama scene roti dan lotre di season kedua Squid Game, kalian pasti ngeh sama pesan yang disampaikan oleh sutradaranya. Banyak banget orang yang rela gambling sama nyawa mereka dengan iming-iming dapet uang banyak. Padahal, belum tentu di permainan selanjutnya nyawa mereka masih ada!

Keseluruhan aktivitas Squid Game juga nunjukin suatu fakta yang berlaku bagi semua kasta manusia, yaitu mainan anak-anak dan permasalahan ekonomi. Waktu kecil, baik orang kaya, sederhana, ataupun orang miskin, pasti pernah dong, main mainan tradisional. Tapi, perbedaannya akan keliatan dari kemana nasib membawa setiap individu menuju proses kedewasaan.

Suatu hal yang segitu menyenangkannya harus ketemu sama challenge terbesar di hidup semua orang: menjadi dewasa. Lebih nunjukin nightmare akan realita bahwa permainan anak-anak bisa jadi suatu aktivitas yang mematikan karena keterlibatan ego dan nafsu di dalamnya.

Mau Dibawa Kemana… Hubungan Kita…

Squid Game S3 Lee Jung-jae as Seong Gi-hun in Squid Game S3 Cr. No Ju-han/Netflix © 2025

Bagian ini terkhususkan untuk Hwang Junho, adeknya Hwang Inho alias Front Man yang… terombang-ambing di atas lautan. Nggak jelas gunanya apa dan kenapa harus ada di dua season segala. To be honest, pengembangan karakter dan plot untuk Hwang Junho ini kurang banget sih.

Berhubung season kedua dan ketiga Squid Game masih berkaitan, it’s not wrong to say plot karakter Junho tuh gak jelas mau dibawa kemana. Okelah, Junho memang mencari pulau dan mencari abangnya, Inho, dalam satu misi. Tapi, pas udah ketemu Inho, Junho cuma ngomong, “Hyung, why?” dan selesai.

Buat ape ngadain karakter ini sampe dua season, tembak-tembakan di kapal, ngegugurin temen-temen setimnya, berantem kanan kiri… hanya berujung pada Junho-Inho dan no closure act-nya itu? BUAT APE?! *bertanya dengan nada pasrah*

Padahal, dari season satu, pertanyaan tentang hubungan Junho-Inho bakal seru banget kalo bisa kita bedah di Squid Game. Tapi nyatanya, di season kedua dan ketiga, keduanya malah ngangong. Satu-satunya titik pertemuan Junho dan Inho hanyalah scene akhir saat Junho dapet amplop hitam dari Squid Game—technically, dari abangnya.

And they just dipped.

Yang Rese-Resenya

Squid Game S3

Squid Game S3 Jung Ho-yeon as Sae-byeok in Squid Game S3 Cr. No Ju-han/Netflix © 2025

Beda season emang beda main cast ya, sepertinya. Pemain nomor 100, Jongdae, nggak dapet segitu banyak screentime di musim sebelumnya. Tapi, di season 3 ini, doi justru jadi salah satu star of the show di sisi Gihun, Myunggi, dan bayinya Junhee. Iya, sang ibuk akhirnya melahirkan, Gengs.

Masih inget banget gimana hepinya saya saat pemain nomor 100 terpojok bagaikan tikus di hadapan kucing. Bedanya, Jongdae adalah tikusnya, sedangkan kucingnya berbentuk Gihun dan Myunggi. Puas pol!

Myunggi sendiri adalah sosok antagonis yang ketutupan sama resenya Jongdae dan Namgyu. Kalo Jongdae keliatan rese karena sok suhu padahal cupu. Sedangkan Namgyu ngasih efek boleh-gak-sih-gue-pukul-aja-mulut-ni-orang ke siapapun yang ketemu dia.

Tapi Myunggi? Dua temennya Junhee udah dibunuh sama dia di depan mata Junhee sendiri. Keegoisan Myunggi udah keliatan dari season sebelumnya, tapi semua keburukannya baru terbuka di season ketiga Squid Game. Tapi, kasian juga sih, liat Myunggi kena tolak terus sama Junhee. Cuma, kalo nginget-nginget etika Myunggi di babak akhir, totally deserved, deh!

Ada lagi Daeho, yang kebayang-bayang sama kelakuan cemennya di rencana sebelumnya, terus berubah jadi sosok yang nyebelin abis karena terpojok. Awalnya agak kasian sih, sama Daeho. Terutama saat doi lagi makan goguma. Kayaknya Daeho adalah gambaran nyata dari “cowok kalo makan kasian” typa-thing. Sayang, sifat nyebelinnya Daeho justru kebongkar di sesi permainan petak umpet.

Sang shaman, Seonnyeo, juga lumayan bikin naik darah. Agaknya banyak orang yang kesenengan saat doi kena cekek Gihun gara-gara bertingkah menyebalkan. Belum lagi saat doi mengorbankan para “pengikut”-nya ke tim merah di sesi petak umpet supaya nggak terbunuh. Kocak, dukun kok, takut ama orang, sih?

Namun, rese dari yang paling rese adalah… the VIPS. Berdialog tanpa emosi, kayak dengerin Mbak Google Translate dan Mas Google Maps ngobrol. Rasanya pengen ngasih gelas wine ke mereka dengan pesan, “Just sit down and shut up!” saking textbook-nya. Mending dengerin Thanos nyerocos daripada mereka.

The Fallen(s)

Review Squid Game Season 3

Review Squid Game Season 3

Omong-omong soal Junhee dan Myunggi, ada kebanggaan yang menular saat ngelihat Junhee tetap teguh pada pendiriannya untuk gak ngasih bayinya ke Myunggi. He’s the WORST father ever. Kalo dulu saya mikir Gihun adalah bapak yang bodoh, sekarang title itu jatuh ke tangan Myunggi. Mungkin karena Junhee udah tahu mantan pacarnya luar-dalem kali, ya?

Dari Review Squid Game Season 3, My heart aches for Junhee. Ketemu mantan di game, lagi hamil, kaki kseleo, melahirkan pula di “neraka”. Tapi yang bikin paling sedih adalah momen saat Junhee sendiri menyaksikan kematian dua teammates-nya. Nggak kebayang sestress apa jadi Junhee, sejak dari bumil hingga pasca melahirkan.

Bayangin, temen yang ngangkat kakinya Junhee saat kseleo, tertusuk di depan matanya. Temen yang ngebantu Junhee lahiran dan ngejaga bayinya, tiba-tiba “lewat” dalam satu malam. Belum lagi, Hyunju dan Geumja sama-sama kehilangan orang terdekat mereka dalam permainan.

Di antara semuanya, yang paling nyesek adalah endgame buat Junhee dan Gihun. Gihun nggak berhasil menghentikan game-nya. Doi hancur dalam game yang menghancurkan hidup Gihun dari luar dan dalam. How would you feel to sleep in the place that ruined your life?

Major character death di Squid Game 3 lumayan menuai kontroversi dan protesan besar dari fans. Beberapa justru ngekomplain, kenapa yang jahat-jahat justru lolos ke babak akhir? Sepertinya, bagian ini bisa jadi gamparan realita yang buruk: yang licik akan selalu licin. See how Jongdae and Myunggi made it to the end? Yup, karena mereka cuma numpang di kesempatan dalam kesempitan.

Namun, pada akhirnya, sepandai-pandainya tupai melompat, pasti akan jatuh juga. Nggak peduli sejago apa niat busuk lo, kalo udah di ujung tanduk, pasti akan jatuh juga…

Overall Review

Dari segi plot, karakter, dan ending yang membagongkan, Layar.id memberikan skor 7/10 untuk Review Squid Game Season 3.

Jujur aja, treatment storyline season ketiga Squid Game lumayan mengecewakan. Tapi, storyline yang kayak gini kerasa lebih realistis daripada sesuatu yang bisa kita prediksi sebagai penonton. Not everything has to come to a great ending.

To be honest, jikalau Gihun menang lagi di akhir permainan, kayaknya kurang seru, deh! Haha.

Meski begitu, lumayan banyak plot hole yang meninggalkan pertanyaan besar bagi sejumlah karakter. Terutama Inho dan Junho yang closure-nya paling gaje. Justru jadi kentang banget! Malah jadi ngarep Inho dan Junho punya spin off tersendiri dari Squid Game. Kirain sudah memanggang, ternyata cuma setengah mateng…

Eits, ada sedikit kejutan dari SG1 dan SG2! Kalo kalian penasaran, langsung nonton aja, ya. Squid Game Season 3 sudah tayang di platform Netflix sejak 27 Juni 2025. Don’t miss it out!

Karya yang dimuat ini adalah tanggung jawab penulis seperti yang tertera, dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi layar.id.

Loading Next Post...
Follow
Sidebar Search Trending
Popular Now
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...