
Layar.id – Sumpah nonton film Sinners hasil karya dari Ryan Coogler seperti melihat karya artistik sinema. Tidak ada pesan terselubung maupun kisah tentang rasialisme. Hanya menyalurkan kreatifitas dan imajiner dari seorang Ryan Coogler. Inilah dia Review Sinners, sebuah karya terbaik dari Ryan Coogler.

Okelah dari cerita sendiri menceritakan seorang anak bernama Sammie yang bercita-cita menjadi seorang musisi Blues. Kemudian, Sepupu-nya Stack dan Smoke merupakan kembar yang ternyata memilih jalur kriminal. Terutama membangun sebuah bar untuk orang kulit hitam.
Lantas bagaimana ceritanya dan seperti apa sinematografi dari karya Ryan Coogler kali ini? Penasaran sih bakalan seseru apa film yang digadang bakalan jadi karya terbaik dari Coogler kali ini.

Kemampuan bercerita dari seorang Ryan Coogler sendiri jadi perhatian kami. Babak pertama dari film kita dapat perasaan bingung sekali. Kok, Sammie ini sudah berlumuran darah dan seperti linglung sekali. Kemudian, masuk ke gereja dan sudah bahas soal dosa dan neraka.
Tapi, setelah itu kita dibawa flashback ke sehari sebelumnya. Bagaimana si kembar ini muncul dan kembali kesana. Mana Sammie sendiri bekerja sebagai pemetik kapas di sebuah ladang. Terus, Smoke dan Stack sendiri hadir untuk membantu Sammie.

Kali ini mereka mau hadirkan hiburan untuk para pekerja ladang kapas tersebut. Namun ia membeli sebuah tempat jagal dimana para buruh ini dibunuh. Okelah, dari sini sudah jelas mereka mau buat apa. Tapi dari sini saja, sudah jelas banget pesan Ryan adalah mereka berjuang untuk bisa hidup dan bebas seperti sedia kala. Dengan pesona lagu blues dan aura-nya yang kuat. Membuat cerita pun semakin kompleks.
Tapi daya magis seorang Ryan Coogler beneran bisa bikin kita mantengin terus film ini sampai akhir. Kita bisa melihat betapa kuatnya penceritaan dari awal sampai akhir tanpa kedodoran. Bahkan kita pun dibuat terkesima lho, ini film beneran kuat dari segi cerita. Tidak heran, Ryan Coogler Peak di film ini! Okelah nilainya untuk Review Sinners adalah 10/10.

Michael B. Jordan mungkin berperan sebagai duo kembar Stack dan Smoke. Keduanya mungkin bisa jadi role model bagaimana akting kembar dengan karakter yang sama. Kemudian Hailiee Stanfield sendiri bisa bicara kalau aktingnya berkelas sekali.
Kemudian Miles Caton sudah bisa berbicara kalau dia ini memang jago akting dan nyanyi juga. Tak heran sih, di film ini kebanyakan memang punya scale akting berbeda. Bahkan range akting mereka itu bisa bilang bagus banget. Bikin film ini hidup dengan obrolannya sampai saat nyanyi pun beneran kaya di klub Jazz atau Blues deh.
Okelah ini tak usah ragu deh. Soalnya kita bicara akting mereka tidak ragukan lagi. Baiklah nilainya untuk Review Sinners adalah 9.8/10!
Bermodalkan lokasi ladang Kapas, terus rumah gubuk dan mobil era 30-an. Semuanya tersaji dengan manis sekali. Beneran indah dan bagus banget. Sumpah! Baru kali ini kita melihat betapa kuatnya sinematografi dengan tempat yang sepertinya simpel banget. Set mayoritas di lapangan besar dengan sebuah gudang kayu dan pertempuran ini beneran jadi gambar penting kalau zaman itu perbudakan masih ada.
Namun, set berlanjut ke masa depan. Okelah kalau ini stop deh, soalnya terlalu jauh dan spoiler juga. Namun, overall sih bagus banget. Belum lagi bahas lagu blues dan Jazz yang bikin orang terngiang. Sampai kaki pun ikutan bergerak untuk berdendang sekali. Nilainya berapa? Yes 9.9/10!
Okelah kesimpulannya bisa jadi ini film adalah terbaik selama Layar hadir dan bisa kasih nilai sempurna deh buat film ini deh!






