Profil Saputra Kori, Main Banyak Film!

Sumber: IG sptrakori_/

Layar.id – Nama Saputra Kori ini jadi pertama kali buat publik kenal dia. Padahal, Kori sendiri adalah Youtuber dengan jumlah subscriber mencapai 10 Juta! Dan kreator paling ternama saat ini dengan konten menarik dan berbeda dari yang lain. Mungkin buat yang lihat konten video singkat komedi di tiktok, Kori sendiri paling aktif dan namanya semakin harum saja di kancah perfilman.

Kreator asal Bali ini sendiri bukan sekedar kreator biasa. Melainkan kreativitasnya dan kemampuan bangun karakter itu membuat ia bisa masuk ke dalma industri perfilman. Memang, saat ini sudah bintangi beberapa film termasuk Jangan Buang Ibu, Cek Khodam dan 402 Rumah Sakit Angker.

Seperti apa sih profil Saputra Kori? Berikut penjelasannya.

Profil Saputra Kori

Sumber: IG sptrakori_/

Saputra Kori memiliki nama lengkap I Gede Agus Iwan Saputra Kori. Ia lahir di Singaraja, Bali, pada 13 Agustus 2002 dan merupakan anak sulung dari tiga bersaudara.

Di tengah kesibukannya sebagai kreator konten, Kori juga menempuh pendidikan di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Fakultas Hukum dan Ilmu Sosial, dengan mengambil jurusan Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.

Kariernya sebagai kreator dimulai pada 2020 melalui TikTok. Berbekal video-video komedi sederhana yang mengangkat kehidupan sehari-hari, namanya dengan cepat dikenal luas berkat gaya humor yang natural dan mudah diterima berbagai kalangan.

Popularitas tersebut kemudian membawanya mengembangkan konten ke YouTube hingga memiliki jutaan pengikut di berbagai platform media sosial.

Viral Berkat Sketsa Komedi yang Relatable

Sumber: IG sptrakori_/

Pada awal kemunculannya, Saputra Kori sendiri sangat identik dengan video parodi kehidupan sehari-hari. Namun, sketsanya itu lebih ke kehidupan di sekitar kita dan kemasannya pun komedi. Sehingga terasa cepat dan ringan untuk penonton Indonesia.

Pada akhirnya, membawa Kori kepada Best of Comedy pada Tiktok Awards Indonesia 2021 kemarin.

Naik Level Lewat Serial Drama Digital

Sukses bangun basis penggemar lewat komedi. Kori bereksperimen dengan format lebih besar. Hadirkan serial drama digital seperti Sultan Squad dan Love Academy, malah membawa Kori ke level lebih tinggi lagi.

Keputusan tersebut menjadi titik balik penting dalam kariernya. Penonton tidak lagi hanya menunggu video komedi singkat, tetapi juga mengikuti perkembangan karakter dan jalan cerita layaknya serial televisi.

Melalui serial-serial tersebut, Saputra Kori menunjukkan bahwa dirinya mampu menjadi kreator sekaligus storyteller yang memahami bagaimana membangun keterikatan dengan audiens digital.

Merambah Dunia Perfilman Indonesia

Sumber: IG sptrakori_/

Kesuksesan di media sosial membuka peluang baru bagi Saputra Kori untuk memasuki industri film.

Debut layar lebarnya hadir melalui film Bila Esok Ibu Tiada, yang menjadi langkah awalnya sebagai aktor di industri perfilman Indonesia. Meski saat itu belum memegang peran utama, keterlibatannya menunjukkan bahwa kreator digital kini memiliki ruang untuk berkembang di layar lebar.

Karier aktingnya kemudian terus berkembang melalui sejumlah proyek film lain. Ia tampil dalam film horor Sosok Ketiga: Lintrik, kemudian bergabung dalam Alas Roban, sebelum dipercaya memerankan karakter Tria dalam drama keluarga Jangan Buang Ibu.

Tak berhenti di situ, Saputra Kori juga terlibat dalam proyek horor 402 Rumah Sakit Angker Korea, sebuah film yang menjalani proses produksi di Korea Selatan. Pengalaman tersebut menjadi salah satu pencapaian baru dalam perjalanan kariernya sebagai aktor.

Deretan film tersebut menunjukkan bahwa Kori tidak lagi hanya dikenal sebagai kreator konten viral, tetapi mulai membangun portofolio yang semakin serius di dunia akting.

Tetap Dekat dengan Penggemar

Di luar aktivitas syuting, Saputra Kori masih aktif berinteraksi dengan para penggemarnya melalui sesi live streaming.

Dalam siaran langsung tersebut, ia sering menghadirkan momen-momen spontan yang menghibur bersama komunitas penggemarnya yang dikenal sebagai Korizen atau Bubub.

Karakter yang ramah dan tidak menjaga jarak menjadi salah satu alasan mengapa popularitasnya tetap bertahan, bahkan ketika fokus kariernya mulai bergeser ke dunia perfilman.

Dari Kreator Digital Menjadi Aktor

Perjalanan Saputra Kori menjadi gambaran bagaimana media sosial kini dapat menjadi pintu masuk menuju industri hiburan yang lebih luas.

Ia memulai karier dari video komedi sederhana di TikTok, berkembang menjadi kreator serial drama digital, hingga kini aktif membangun karier sebagai aktor layar lebar.

Dengan usia yang masih muda dan pengalaman yang terus bertambah, Saputra Kori memiliki peluang besar untuk terus berkembang sebagai salah satu talenta baru di industri perfilman Indonesia. Transformasinya membuktikan bahwa konsistensi dalam berkarya dapat membuka jalan menuju kesempatan yang lebih besar di dunia hiburan.

Karya yang dimuat ini adalah tanggung jawab penulis seperti yang tertera, dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi layar.id.

0 Votes: 0 Upvotes, 0 Downvotes (0 Points)

Loading Next Post...
Follow
Sidebar Search Trending
Popular Now
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...