VMS Studios Umumkan 4 Film Baru di JAFF Market 2025

Adiyasa PrahendaBerita Hiburan6 months ago441 Views

VMS Studio

Layar.id – VMS Studios membuka hari pertama JAFF Market 2025 dengan kejutan besar. Dalam gelaran pasar film terbesar di Indonesia yang berlangsung 29 November–1 Desember 2025 di Jogja Expo Center, Yogyakarta, studio ini resmi mengumumkan empat judul film yang siap tayang dan diproduksi pada tahun 2026.

Setelah sebelumnya merilis first look Penerbangan Terakhir, VMS Studios kini mengonfirmasi tiga judul lain yang langsung menarik perhatian, yaitu Hope, Keluarga Suami Adalah Hama, dan Jurit Malam.

Penerbangan Terakhir

Poster film Penerbangan Terakhir

Poster film Penerbangan Terakhir (Sumber: VMS Studio)

Film pertama yang akan rilis adalah Penerbangan Terakhir, disutradarai Benni Setiawan dan dibintangi Jerome Kurnia serta Nadia Arina. Film drama romantis ini jadwalkan tayang 15 Januari 2026 di seluruh jaringan bioskop Indonesia.

Produser VMS Studio, Tony Ramesh, menjelaskan bahwa film ini tak hanya menghadirkan drama hubungan pramugari dan pilot, tetapi juga membawa pesan emosional tentang perempuan yang bangkit setelah jatuh secara sengaja.

Aktor Jerome Kurnia yang memerankan sosok pilot mengaku film ini menjadi pengalaman impiannya sebagai aviation geek. “Akhirnya aku bisa masuk ke kokpit, ke hangar, dan belajar langsung cara kerja berbagai pesawat. Dari Boeing yang seperti mengemudi mobil, sampai Airbus A330 yang pakai joystick,” ujarnya.

Hope Jadi Adaptasi Film Korea 2013

VMS Studios kembali menggandeng sutradara Benni Setiawan untuk menggarap Hope, adaptasi dari film Korea Selatan berjudul sama. Proses persiapan sedang berjalan, dan produksi dijadwalkan dimulai awal 2026.

Benni menyebut, setelah JAFF mereka akan langsung bergerak ke tahap produksi di Jawa Tengah. Harapannya, film ini selesai setelah Penerbangan Terakhir rilis.

Keluarga Suami Adalah Hama

(sumber: VMS Studio)

Judul berikutnya adalah Keluarga Suami Adalah Hama, merupakan garapan oleh Anggy Umbara bekerja sama dengan Umbara Brothers Film.

Film ini merupakan adaptasi dari film pendek karya Aditya Santana, yang telah mencetak lebih dari 100 juta+ tayangan di platform Noice. Mengulas dinamika menantu dan mertua, film ini menjadi karya kedua kolaborasi Anggy dan VMS setelah Ozora.

Jurit Malam

Untuk genre horor, VMS Studios mempercayakan proyek Jurit Malam kepada sutradara muda Kevin Rahardjo. Keputusan ini bisa jadi sebagai langkah penting studio untuk memberi ruang bagi talenta sutradara generasi baru.

Produser eksekutif Shalu T. M. menjelaskan bahwa Jurit Malam akan menonjolkan teror unik yang dekat dengan pengalaman sekolah. “Yang berbeda dari film ini adalah atmosfer teror yang sangat khas untuk anak-anak sekolah. Ada unsur nostalgia yang kuat di dalamnya,” ujar Shalu.

Tony Ramesh menegaskan bahwa empat film ini dipilih bukan hanya karena kekuatan cerita, tetapi karena makna yang bisa dibawa pulang penonton. “Setiap film harus punya makna. Penerbangan Terakhir tentang bangkitnya perempuan. Hope tentang perjuangan keluarga. Jurit Malam membawa nostalgia horor masa sekolah. Keluarga Suami Adalah Hama menghadirkan dinamika rumah tangga antara menantu dan mertua,” jelas Tony.

Tahun Sibuk VMS Studio di 2026

VMS Studio

Dengan empat judul yang memiliki genre dan pendekatan berbeda, VMS Studio bersiap memasuki tahun 2026 dengan produksi besar di berbagai lini. Kehadiran nama-nama sutradara mapan dan talenta muda menunjukkan ambisi studio untuk memperluas spektrum film Indonesia.

Film Penerbangan Terakhir menjadi pembuka tahun, tayang 15 Januari 2026 di bioskop Indonesia.

Ikuti terus kabar terbaru produksi VMS Studios di kanal resmi mereka, serta pembaruan eksklusif lainnya hanya di Layar.id.

Karya yang dimuat ini adalah tanggung jawab penulis seperti yang tertera, dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi layar.id.

Loading Next Post...
Follow
Sidebar Search Trending
Popular Now
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...