5 Film Lokal dan Internasional Spesial Hari Guru

Isaura SalsabillaFilm6 months ago339 Views

film tentang guru

Layar.id – Dalam rangka Hari Guru, nggak ada salahnya nonton film yang ngangkat peran guru secara mendalam. Berikut lima film keren banget tentang guru dari film lokal sampai internasional. Film-film ini bisa jadi pengingat seberapa besar dampak pendidikan dan dedikasi guru dalam kehidupan banyak orang.

1. Budi Pekerti

film tentang guru - budi pekerti

Film Budi Pekerti (2023) (sumber: Rekata Studio/Kaninga Pictures)

Film dari Tanah Air ini benar-benar relate di era digital. Budi Pekerti menceritakan tentang Bu Prani, seorang guru BK (Bimbingan Konseling) yang tiba-tiba viral karena perselisihan di pasar. Video itu menyebar di media sosial dan memicu cyberbullying besar-besaran.

Karena viral, hidup Bu Prani dan keluarganya jadi kacau: komentar netizen makin brutal, huru-hara di sekolah muncul, bahkan kariernya sebagai guru terancam. Film ini nggak cuma membahas tentang status gurunya, tetapi juga nilai moral dan “budi pekerti”: gimana media sosial bisa mengubah persepsi masyarakat dan dampaknya ke satu individu yang seharusnya jadi pendidik.

2. Sokola Rimba

film tentang guru - sokola rimba

Film Sokola Rimba (2013) (sumber: Miles Films)

Kalau kamu suka kisah nyata yang mendalam, Sokola Rimba wajib masuk list. Film ini diangkat dari kisah Butet Manurung, seorang perempuan yang memilih mengajar di hutan pedalaman Jambi, kepada anak-anak suku Anak Dalam (Orang Rimba). Tantangannya luar biasa: akses pendidikan sangat terbatas, kondisi fisik berat, dan kepercayaan adat yang kadang menolak pendidikan formal. Butet tetap gigih dan mengajar baca-tulis serta berhitung kepada anak-anak rimba. Lebih dari sekadar “mengajar”: Butet juga harus membangun kepercayaan. Dan film ini menunjukkan bahwa guru bisa menjadi agen perubahan di tempat paling jauh sekalipun.

3. Flying Colors

film tentang guru jepang - flying colors

Film Flying Colors (2015) (sumber: Toho)

Nah, ini film dari Jepang: Flying Colors (2015). Ceritanya tentang Sayaka Kudo, cewek “gyaru” yang dipandang remeh oleh gurunya karena nilai sekolah rendah. Tapi, dia nggak mau menyerah! Sayaka bekerja keras banget, terutama setelah ia masuk les dan bertemu seorang guru bernama Yoshitaka Tsubota. Berbeda dengan guru-guru lain yang meremehkan impian Sayaka, Yoshitaka selalu melihat perspektif belajar Sayaka dari berbagai arah. Ia yakin bahwa Sayaka bisa mengejar impiannya untuk masuk ke universitas ternama.

Karena dukungan itu, Sayaka belajar tanpa tidur, melewatkan masa pacaran, bahkan mengubah gaya supaya bisa fokus. Semua pengorbanannya demi lulus ujian super penting dan membuktikan bahwa dia bisa. Film ini jadi pengingat untuk guru dan murid: kadang apa yang kita lihat di permukaan (gaya, stereotip) nggak mewakili potensi asli seseorang.

4. Dead Poets Society

film tentang guru barat - Dead Poets Society

Film Dead Poets Society (1989) (sumber: Buena Vista Pictures Distribution)

Siapa yang nggak kenal film ini? Klasik banget dan sangat meaningful. Dead Poets Society berkisah tentang John Keating, guru Bahasa Inggris di sekolah asrama laki-laki yang konservatif.

Metode Keating unik banget, dia mengajak murid-muridnya untuk “seize the day” (carpe diem), berdiri di atas meja saat dia mengajar, dan menulis puisi sebagai ekspresi diri. Semua itu merangsang muridnya untuk berpikir bebas dan berani mengejar mimpi. Film ini sangat inspiratif karena menunjukkan peran guru bukan cuma mengajar, tapi membantu murid menemukan identitas dan berani hidup dengan makna.

5. Front of the Class

film tentang guru - front of the class

Film Front of the Class (2008) (sumber: McGee Productions)

Film ini inspiratif banget karena diangkat dari kisah nyata Brad Cohen, yang punya sindrom Tourette. Brad mau jadi guru meski mengalami tics dan ekspresi tak terkendali. Kampus menolak dia berkali-kali, tapi dia tetap bertahan dan akhirnya diterima jadi guru SD. Murid-muridnya harus belajar menerima keunikannya, dan Brad memberikan pelajaran lebih dari sekadar mata pelajaran: dia mengajarkan toleransi, keberanian, dan empati. Ini film yang ngingetin kita bahwa guru yang “berbeda” bisa sangat kuat dan berdampak besar.

Karya yang dimuat ini adalah tanggung jawab penulis seperti yang tertera, dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi layar.id.

Loading Next Post...
Follow
Sidebar Search Trending
Popular Now
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...