
Layar.id – Inilah remake dengan hasil yang sangat bagus. Meskipun ada sedikit beberapa hal yang sebenarnya agak mengganggu. Namun dalam Press Conference ini, Banjong sendiri kasih jempol ke Falcon Pictures dan Erwin sebagai sutradara yang mencoba untuk hasilkan cerita yang sebenarnya sama dengan kisah dari Thailand.
Lantas, apa sih yang bikin film ini sedikit berbeda dari segi cerita maupun visual yang mau mereka buat. Selain itu, perkembangan cerita dari versi aslinya pun masih related dengan isu saat ini. Bahkan jauh lebih berani dan detail. Itulah yang membuat Shutter Remake Indonesia sendiri lebih berani.

Ini yang menarik, ternyata dunia foto itu sendiri tidak asing. Karena memang ayah dari Vino G. Bastian, pemeran Darwin sendiri belajar foto secara otodidak dan kilat. “Saya coba belajar fotografi secara kilat untuk film ini,” ujar Vino dalam press conference Shutter.
Kemudian dalam sesi press conference, Niken Anjani sendiri merasa kalau di lokasi shooting sendiri itu ada yang “kesurupan”. “Aku tanya dong ke mas Herwin dan dia bilang Aman (Terkendali) padahal mah pas aku cek sendiri ada yang begini dan begitu dong,” ujarnya.
Memang, shooting film Shutter ini beneran lebih banyak hal gaib. Termasuk Dewi Gita yang merasakan kalau shooting kali ini lebih bikin bergidik ngeri. Mungkin saja, inilah yang namanya gangguan ghoib yang datang tak pernah diundang.

Kalau masalah approved apa tidak sih, menurut Banjong sendiri malah approved. Katanya ia lebih suka versi remake Indonesia daripada remake Amerika. Mungkin saja, pesan yang mau Banjong sampaikan itu lebih kena dan pastinya sesuai dengan kejadian yang ada di Indonesia.
Mungkin ini sering terjadi kasus kekerasan seksual di kampus sendiri cukup besar. Sehingga, pesan yang Banjong sampaikan pun malah terdelivery dengan baik dari remake Indonesia ini. Sepertinya sih cukup paham kenapa Shutter ini tidak begitu kena gong di Amerika saat itu namun di Indonesia bisa pecah sekali! Jelas implikasi pesannya jauh lebih ngena saat ini.
Jadi, tunggu apalagi sih nonton Shutter 30 Oktober 2025 mendatang.






