Closing Europe on Screen 2025 Dengan Film “The Boy with Pink Pants”

Isaura SalsabillaFilm Barat11 months ago582 Views

The Boy With Pink Pants

Layar.id – Setelah dua minggu penuh tontonan keren dari Eropa, akhirnya Europe on Screen (EoS) 2025 resmi ditutup pada Minggu malam, 22 Juni 2025, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta. Penutupan ini sekaligus menjadi seremoni perayaan sinema, keberagaman, dan mimpi-mimpi anak muda yang ingin berkarya lewat film.

Fun fact, film-film yang masuk ke daftar tayangan Europe on Screen nggak hanya dari luar negeri, lho. Ada sejumlah film-film karya anak bangsa yang turut bergabung dalam jajaran screening di sejumlah kota Tanah Air. Keren!

55 Film Dari 27 Negara Eropa

EoS tahun ini spesial banget karena jadi edisi ke-25 alias ulang tahun peraknya! Selama dua minggu, festival ini memutar 55 film dari 27 negara Eropa di tujuh kota di Indonesia.

Screening berlangsung di Jakarta, Bandung, Denpasar, Medan, Surabaya, Sidoarjo, dan Yogyakarta. Semua filmnya bisa ditonton gratis! Dari yang ringan sampai yang bikin mikir, semuanya ada. Tinggal pilih aja, deh.~

Di acara penutupan, Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Denis Chaibi dan Duta Besar Italia Roberto Colaminè sempat memberikan sambutan hangat. Kata mereka, sinema Eropa itu bukan cuma soal sinematografi kece, tapi juga soal cerita yang mengangkat isu-isu sosial, budaya, dan kemanusiaan. Sesuatu yang relevan banget dengan kehidupan kita.

Kalian sempet ikutan salah satu screening-nya Europe on Screen 2025, gak?

The Boy with Pink Pants

The Boy with Pink Pants Sebagai Closing Film

Sebagai penutup, EoS menayangkan film The Boy with Pink Pants dari Italia. Film ini mengangkat dari kisah nyata remaja bernama Andrea Spezzacatena yang jadi korban perundungan hanya karena berani tampil beda.

Udah sedikit ketebak ya, apa yang bikin Andrea ini jadi target perundungan. Yup, karena Andrea suka pakai celana warna pink. Kata orang-orang yang merundungnya, pink itu bukan warna untuk cowok!

Ceritanya emosional banget, dan berhasil bikin penonton merenung soal pentingnya empati dan penerimaan. Nggak heran kalau film ini sempat masuk festival internasional dan dapat nominasi di David di Donatello Awards 2025.

Short Film Pitching Project: Ajang Anak Muda Bikin Gebrakan

Salah satu highlight malam penutupan adalah pengumuman pemenang Short Film Pitching Project (SFPP). Sebuah kompetisi ide film pendek dari EoS yang tahun ini masuk tahun ke-7. Dan, wow, jumlah peserta tahun ini membludak banget!

Ada 367 proposal, naik hampir dua kali lipat dari tahun lalu, bahkan 30% datang dari luar negeri. Setelah seleksi ketat, dewan juri yang terdiri dari Damar Ardi, Marlina Machfud, dan Sammaria Simanjuntak akhirnya milih tiga ide terbaik:

  • Juara 1: Sang Penjaga (Echoes of the Universe), karya dari Yogyakarta yang mengangkat cerita yang sederhana dan penuh makna.
  • Juara 2: Pool Party, ide dari Sumedang yang menggambarkan keluarga saat pandemi dari sudut pandang anak-anak.
  • Juara 3: In The Name of Me, dari Jakarta, dengan pesan kuat soal inklusivitas dan keberanian menerima diri.

Ada juga film dari Jayapura berjudul Waktu Indonesia Bagian Pasifik yang dapet penghargaan spesial dari juri. Keren banget!

Para pemenang nggak cuma pulang bawa gelar, tapi juga dapet bantuan produksi dari EoS, Kementerian Kebudayaan RI, dan SAE Indonesia, plus pelatihan, fasilitas post-production, dan berbagai hadiah lainnya. Benar-benar batu loncatan untuk para filmmaker muda!

Menurut Meninaputri Wismurti, Ko-Direktur EoS, SFPP adalah ruang bertumbuh yang beneran dibutuhkan generasi muda. Sementara itu, Nauval Yazid, juga Ko-Direktur, berharap semoga film pendek dari Indonesia bisa makin kuat secara kualitas dan berani bicara tentang isu-isu sosial yang penting.

The Boy with Pink Pants

Sampai Jumpa di EoS Tahun Depan!

Dengan berakhirnya Europe on Screen 2025, layar-layar bioskop mungkin sudah padam, tapi semangatnya jelas belum mati. Festival ini lagi-lagi membuktikan bahwa film bisa menjadi ruang hiburan, refleksi, dan mimpi dalam satu tayangan.

Kalau kamu sempat nonton salah satu filmnya, pasti tahu rasanya. Dan kalau kamu belum sempat ikut tahun ini, tenang aja. Tahun depan, EoS pasti balik lagi dengan deretan film dan program seru lainnya.

We’ll see you in Europe on Screen 2026!

Karya yang dimuat ini adalah tanggung jawab penulis seperti yang tertera, dan tidak menjadi bagian tanggung jawab redaksi layar.id.

0 Votes: 0 Upvotes, 0 Downvotes (0 Points)

Loading Next Post...
Follow
Sidebar Search Trending
Popular Now
Loading

Signing-in 3 seconds...

Signing-up 3 seconds...